<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425</id><updated>2012-01-17T00:52:51.208-08:00</updated><category term='Metoda Bedeng'/><category term='Cara modern atasi Masalah sampah'/><category term='Pemurnian Biogas'/><category term='Pilah Olah Sampah'/><category term='Masalah Sampah Indonesia'/><category term='Pengelolaan Sampah Kota Tanpa TPA'/><category term='Karakter Sampah Indonesia'/><category term='Sampah ( Part 04): Paket Teknologi Pengelolaan Sampah'/><category term='Merobah sampah dan biomassa jadi bahan bakar Genset Bio Elektrik'/><category term='Penampakan Di Taman Suatu Malam'/><category term='Sampah ( Part 06) : Pengelolaan Sampah Skala Bisnis'/><category term='Pupuk Organik dan Bio Elektrik atasi Masalah Sampah'/><category term='Sampah'/><category term='Sampah ( Part 08 End ) : Katalog Peralatan Produksi Kompos'/><category term='Global Warming'/><category term='Pengolahan Sampah'/><category term='Sampah (Part 07): Memasarkan Hasil Olah Sampah'/><category term='Mengolah Sampah Secara Mandiri'/><category term='Mesin Kompos Otomatis ARK 1000L'/><category term='Masalah sampah dan banjir'/><category term='Timbulan Sampah Makin Besar'/><category term='Pelatihan'/><category term='Solusi Masalah Sampah'/><category term='Sampah ( Part 05): Mengelola Sampah Di Rumah Menjadi Mudah'/><category term='Electric Composter'/><category term='Menuju Desain Kota Tanpa TPA'/><category term='Model Olah Sampah'/><category term='Berkah Energi dan Pupuk ramah lingkungan dari kemelimpahan Sampah dan Biomassa'/><category term='Stop Buang Sampah ke TPA ?'/><category term='Bisnis Kompos'/><category term='Sampah ( Part 01) : Merobah Masalah Menjadi Berkah'/><category term='Memisah Sampah di sumber timbulnya'/><category term='Compound Fertilizer'/><category term='Instalasi Biogas'/><category term='Masalah Sampah Kota'/><category term='Komposter Biophoskko'/><category term='Merawat Pertamanan Kota'/><category term='Aplikasi Pupuk'/><title type='text'>Masalah Sampah</title><subtitle type='html'>Sampah adalah material sisa dari aktivitas manusia yang tidak memiliki keterpakaian, karenanya harus dikelola. Ketika sampah tanpa pengelolaan secara baik dan benar, kerugian akan dirasakan karena timbulnya banjir, meningkatnya pemanasan iklim, menurunnya kandungan organik kebun dan pertanian, sanitasi lingkungan makin buruk dan ancaman meningkatnya berbagai penyakit. Dengan dikelola, sampah akan menjadi berkah, dan sebaliknya, tanpa itu, sampah akan menimbulkan banyak masalah.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Posko Hijau (Green_Phoskko)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07747332008871133780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TP2G1j-1fDI/AAAAAAAAAI0/LIf1NMO_ys4/S220/Desain%2BTopi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-6093454891730815808</id><published>2012-01-16T02:01:00.001-08:00</published><updated>2012-01-17T00:52:51.227-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelatihan'/><title type='text'>Pelatihan Olah Sampah dan Membuat Kompos</title><content type='html'>&lt;iframe frameborder="0" height="350" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://maps.google.co.id/maps/ms?msid=212460657490143468394.0004a133c48e938245d2a&amp;amp;msa=0&amp;amp;ie=UTF8&amp;amp;t=m&amp;amp;vpsrc=1&amp;amp;ll=-6.988667,107.607136&amp;amp;spn=0.064654,0.01133&amp;amp;output=embed" width="425"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;Lihat tempat pelatihan Olah Sampah dan membuat Kompos,&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt; &lt;a href="http://maps.google.co.id/maps/ms?msid=212460657490143468394.0004a133c48e938245d2a&amp;amp;msa=0&amp;amp;ie=UTF8&amp;amp;t=m&amp;amp;vpsrc=1&amp;amp;ll=-6.988667,107.607136&amp;amp;spn=0.064654,0.01133&amp;amp;source=embed" style="color: blue; text-align: left;"&gt;Jalan Tol Mohammad Toha ke Workshop KencanaOnline.Com&lt;/a&gt; di peta yang lebih besar&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;&amp;nbsp;&lt;/small&gt;Kewajiban pengelolaan sampah kawasan komersial ( pasar, mall, hotel,  restoran, apartemen, pertokoan, perumahan, dan sejenisnya) sebagaimana  diatur Undang undang No 18/ 2008, justru bisa menjadi peluang bagi  usahawan kecil (UKM), koperasi, lembaga dan LSM menjadi rekanan/ &lt;span class="text_exposed_show"&gt;mitra  atau bertindak sebagai kontraktornya. Dengan demikian, persaingan  bisnis jasa ini kedepan akan ditentukan oleh penguasaan teknologi proses  pengelolaan sampah yang ditawarkan. Teknologi haruslah bisa mengolah  sampah secara modern, cepat, menguntungkan secara ekonomi dan higienis.  Teknologi haruslah menawarkani bentuk baru dari hasil olahan sampah,  misalnya, menjadi sesuatu yang bisa dijual dan bernilai seperti kompos,  biogas, biomethan dan organik cair- serta pengetahuan pemasarannya, agar  dengan itu akan menjadi modal dalam menawarkan jasa pengelolaan sampah  kepada setiap kawasan komersial tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kepentingan  meraih prospek usaha kecil diatas ditawarkan " Pelatihan Olah Sampah,  Membuat Kompos dan Membangun Instalasi Biomethan" dengan materi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengetahuan sampah organik, anorganik, B3 serta teknik pemilahannya  dan serta Undang Undang No 18/ 2008 tentang Pengelolaan Sampah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Prinsip dekomposis dan fermentasi sampah organik serta alat teknologi percepatan prosesingnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Praktek mengelola sampah organik, pengemasan serta pengelolaan  pemasaran kompos, energi listrik dan energi bakar dari instalasi biogas  serta pupuk organik cair,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Pemateri acara ini antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1, Ir Sonson Garsoni ( Praktisi Bisnis Komposter dan pemasaran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ir. Rika Listikawati ( Praktisi pertanian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan akan sangat bermanfaat bagi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Peminat usaha skala kecil (UKM), LSM, koperasi, lembaga dan peminat bidang pertanian, pupuk dan lingkungan hidup,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Konsultan, Event organizer dan pejabat terkait pelaksanaan "Corporate Social Responsibility/ CSR" serta PKBL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengelola kebersihan kota dan developer ( perumahan, apartemen), kebersihan hotel, restoran dan mall&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Peminat dan penggiat pengelolaan kebersihan kota dan lingkungan hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dilaksanakan untuk 20 orang per angkatan, sebagaimana pelatihan  angkatan I sd angkatan XV maka angkatan XVI ( 21 Januari 2012) adalah 20  orang pertama yang melakukan registrasi dan menyelesaikan administrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta dikenakan penggantian biaya ( makan siang, minuman, 2 x snack  dan kit materi pelatihan serta VCD peliputan ) Rp 150.000,- ditransfer  sebelum acara ke Rek BCA No 2791230766, an Sodikin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfirmasikan pendaftaran dan kontribusi kepesertaan ke:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panji Budiman/ Sodikin&lt;br /&gt;+62-22-70790116- HP. 085220606766&lt;br /&gt;Faks: +62-22-4214084,&lt;br /&gt;Jl.Banjaran Raya No 222 Pameungpeuk Bandung Selatan KM 13&lt;br /&gt;Jawa Barat 40376&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian semoga informasi ini bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Hijau,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panji Budiman&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-6093454891730815808?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/events/256641807734169/' title='Pelatihan Olah Sampah dan Membuat Kompos'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/6093454891730815808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2012/01/lihat-jalan-tol-mohammad-toha-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/6093454891730815808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/6093454891730815808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2012/01/lihat-jalan-tol-mohammad-toha-ke.html' title='Pelatihan Olah Sampah dan Membuat Kompos'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-6921802181006015000</id><published>2011-07-10T06:09:00.000-07:00</published><updated>2011-07-10T06:09:45.217-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemurnian Biogas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merobah sampah dan biomassa jadi bahan bakar Genset Bio Elektrik'/><title type='text'>Pemurnian Biogas, Merobah sampah dan biomassa jadi bahan bakar Genset Bio Elektrik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0y6zPbXXzOw/ThXzEJKDrwI/AAAAAAAAJzU/uesLh0WLH74/s1600/Biogas+Murni+%25282%2529.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-0y6zPbXXzOw/ThXzEJKDrwI/AAAAAAAAJzU/uesLh0WLH74/s200/Biogas+Murni+%25282%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; Komposisi metana (CH4) yang terkandung dalam biogas sangat menentukan  besaran kalori yang dihasilkan serta dampak negatif  (abrasive effect) jika digunakan pada  perangkat. Bagi menyalakan kompor, dapat digunakan kualitas biogas  terendah, misalnya pada kandungan CH4 antara 40 hingga 50 %, walaupun  memiliki kualitas nyala api rendah tapi sudah mampu menjadi bakar dalam  memasak. Namun, ketika diperuntukan bagi bahan bakar co- generator set  (genset), akan memerlukan komposisi metana minimal 70 % serta sedikit  mungkin kandungan H2S, hidrogen (H2O), CO2 dan N2.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-inNwr1ht_Uk/ThXx2QsTxNI/AAAAAAAAJzE/PbVNAkNgqFs/s1600/Pemurnian+Biogas.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-inNwr1ht_Uk/ThXx2QsTxNI/AAAAAAAAJzE/PbVNAkNgqFs/s200/Pemurnian+Biogas.jpg" width="76" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=48&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;Alat pemurnian biogas (biogas purifier) &lt;/a&gt;ditujukan bagi upaya menaikkan efisiensi panas biogas, agar lebih berkualitas dalam penggunaannya sebagai  bahan bakar dalam pembangkitan listrik ( generator set), pengganti bensin  premium yang makin mahal dan menjadi sumber energi  menjalankan perangkat elektrik modifikasi seperti lampu biogas, penanak nasi (rice cooker) biogas  maupun perangkat elektronik lainnya. Pemurni metan biogas itu kini mulai terdapat di pasaran. &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=48&amp;amp;products_id=748"&gt;Ada yang&amp;nbsp; terbuat dari  tabung logam stainless, diameter 12 inch dengan tinggi 135 cm,&lt;/a&gt; berisi  kantong pellet penyerap (absorbers) CO2, H2S dan H2O untuk memurnikan gas  metan. Bagi kepentingan pemanfaatan metan tanpa tekanan tambahan (kompresi), dapat juga dipilih &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=48&amp;amp;products_id=747"&gt;alat pemurni metan yang terbuat dari bahan PVC ber SNI.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-y5Slze4_1L4/ThXy4LXcgEI/AAAAAAAAJzI/6EELTg-5Db0/s1600/Biogas+Murni+%25283%2529.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-y5Slze4_1L4/ThXy4LXcgEI/AAAAAAAAJzI/6EELTg-5Db0/s200/Biogas+Murni+%25283%2529.jpg" width="181" /&gt;&lt;/a&gt;Prinsip  kerja alat pemurnian biogas ini adalah peran pellet penyerap  (absorbers) yang terbuat dari campuran aneka mineral tambang yang  teraktivasi dan termodifikasi larutan kimia, antara lain  dengan basa kuat NaOH. Pellet penyerap pada tabung dapat diganti (  refill ) per setiap 2 (dua) bulan  pemakaian. Alat pemurni metan yang terbuat dari stainless steel  berkemampuan menahan tekanan gas  hingga 10,5 bar, sementara yang terbuat dari PVC hanya cukup bagi  tekanan maksimal 1,5 bar. Pemurnian biogas (methane purifier) ini mampu  menaikan efisiensi kalori,  memperbesar manfaat dan meningkatkan kualitas biogas hasil pembangkitan  biogas dari reaktor atau bak cerna (digester) dengan output 4 hingga 8  m3 gas per  hari, serta menaikan atau menambah besaran komposisi metan antara 4 %  hingga 20 % dibanding sebelumnya, dan bersaman dengan itu  menurunkan kandungan CO2, H2O dan H2S. Pellet penyerap (absorbers) dapat  diganti  ulang (refill) atau, lebih murah lagi, diregenerasi (pakai ulang) dengan  cara direndam  dalam air ( aquades) untuk maksimal 5 x pemakaian atau setara dengan  penggunaan 1 (satu)  tahun. Pellet penyerap (absorbers) isi ulang (refill) berharga murah,  dapat diperoleh dengan mudah, dan cukup dengan dosis 2,5 kg bagi  pemurnian 4 m3/ hari selama 60 hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-yl-LozfS4Pk/ThXy7zgVPMI/AAAAAAAAJzQ/eECKrY8ZtUc/s1600/Biogas+Murni+%25281%2529.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://2.bp.blogspot.com/-yl-LozfS4Pk/ThXy7zgVPMI/AAAAAAAAJzQ/eECKrY8ZtUc/s200/Biogas+Murni+%25281%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-BpCEoRgHYUQ/ThXz1_8MvlI/AAAAAAAAJzc/H-3Cqqljtz8/s1600/Brosur+Bio+Elektrik.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="http://2.bp.blogspot.com/-BpCEoRgHYUQ/ThXz1_8MvlI/AAAAAAAAJzc/H-3Cqqljtz8/s200/Brosur+Bio+Elektrik.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan  beredarnya alat bagi pemurnian biogas (biogas purifier) dari keberadaan  material yang tidak dikehendaki dalam pembangkitan bahan energi (  misalnya antara lain H2S, H2O, N2 dan CO2),&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150199723391286.309362.91461386285"&gt;sangat penting bagi upaya masyarakat mendapatkan bahan energi secara murah dan mudah diperoleh.&lt;/a&gt;  Biogas murni (mendekati komposisi metan 100%) akan merobah persepsi  masyarakat selama ini terhadap biogas, yang sebelumnya seolah hanya  digunakan para peternak sapi memperoleh bahan bakar panas bagi kegiatan  masak memasak, padahal lebih dari itu biogas sesungguhnya bisa  menggantikan bahan bakar BBM dalam menyalakan genset. Memperoleh biogas  murni bukan hanya dilakukan di tahap pemurnian setelah pembangkitan  saja, guna memperoleh kualitas terbaiknya harus &lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Biogas-Bio-Elektrik-dan-Pupuk/106862516071795"&gt;dimulai  sejak pemilihan bahan baku, penggunaan aktivator bakteri metagenesis  pembangkit metan, pemilihan bak cerna atau reaktor (digester). &lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ROjThQlGUF8/ThmiJBlWwVI/AAAAAAAAAOM/g8ROSIaYT0Y/s1600/PVC+methane+Purifier.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-ROjThQlGUF8/ThmiJBlWwVI/AAAAAAAAAOM/g8ROSIaYT0Y/s200/PVC+methane+Purifier.jpg" width="101" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan makin banyaknya pihak yang memahami adanya manfaat  besar dari biogas murni (mendekati kandungan CH4 100 %) dibanding biogas dari pembangkitan sederhana selama ini, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=48&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;alat pemurnian biogas ini akan merobah sampah organik dan biomassa (biomass) sebagai bahan bakar genset modifikasi atau genset Bio Elektrik&lt;/a&gt;. Biomassa dan sampah organik yang  melimpah dan bahkan selama ini sering dianggap masalah, sesungguhnya  adalah bahan energi baru terbarukan (renewable energy) yang kemudian  akan menjadi sumberdaya ekonomi baru Indonesia di masa depan*) &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-6921802181006015000?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=48&amp;sort=2a&amp;language=ID' title='Pemurnian Biogas, Merobah sampah dan biomassa jadi bahan bakar Genset Bio Elektrik'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/6921802181006015000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2011/07/pemurnian-biogas-merobah-sampah-dan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/6921802181006015000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/6921802181006015000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2011/07/pemurnian-biogas-merobah-sampah-dan.html' title='Pemurnian Biogas, Merobah sampah dan biomassa jadi bahan bakar Genset Bio Elektrik'/><author><name>Posko Hijau (Green_Phoskko)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07747332008871133780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TP2G1j-1fDI/AAAAAAAAAI0/LIf1NMO_ys4/S220/Desain%2BTopi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-0y6zPbXXzOw/ThXzEJKDrwI/AAAAAAAAJzU/uesLh0WLH74/s72-c/Biogas+Murni+%25282%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-1327833194888830035</id><published>2011-07-03T00:01:00.000-07:00</published><updated>2011-07-03T00:01:12.091-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berkah Energi dan Pupuk ramah lingkungan dari kemelimpahan Sampah dan Biomassa'/><title type='text'>Berkah Energi dan Pupuk ramah lingkungan dari kemelimpahan Sampah dan Biomassa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-v8w4OAAonR8/ThASThFRKfI/AAAAAAAAANs/KauliMjGmNE/s1600/Aktivator+Gas+Metana.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-v8w4OAAonR8/ThASThFRKfI/AAAAAAAAANs/KauliMjGmNE/s200/Aktivator+Gas+Metana.JPG" width="181" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-c74Sl5Uq0wE/ThASU13H9eI/AAAAAAAAAN0/Xk6sRqCVGag/s1600/bIO+ELEKTRIK+_n+%25282%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-c74Sl5Uq0wE/ThASU13H9eI/AAAAAAAAAN0/Xk6sRqCVGag/s200/bIO+ELEKTRIK+_n+%25282%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan teknologi digester dan proses mikrobiologi terkini, biomassa ( termasuk d&lt;span class="text_exposed_show"&gt;idalamnya  sampah organik, limbah pertanian, limbah peternakan, gulma air) akan  menjadi bahan pembangkitan metana &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=48&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;(CH4) berkualitas tinggi, memiliki komposisi lebih besar dari 70 %, yang ketika dialirkan ke genset bio Elektrik akan menjadi energi bagi penerangan, penggerak mesin maupun daya listrik bagi perkakas rumah tangga.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Biomassa dapat  dibangkitkan kandungan gas metananya dalam &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=48&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;digester kedap udara, dengan bakteri metan atau bakteri anaerob seperti Green Phoskko (GP-7) ,&lt;/a&gt;  kemudian, gas (CO2 dan CH4) yang diproduksinya dapat ditampung dalam gas  holder di bagian atas digester. Dengan dialirkan ke inlet genset (  generator biogas), gas CH4 murni akan didikonversi menjadi energi  listrik, dan sisa akhir prosesnya, lumpur sisa hasil pencernaan (slurry)  menjadi pupuk kompos yang baik bagi tanaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=48&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;Teknologi Bio Elektrik diupayakan bagi perbaikan perfomance metoda pembangkitan biogas yang selama ini telah banyak dilakukan secara sederhana dan berskala kecil non komersial. &lt;/a&gt;Sesungguhnya kualitas gas, diukur oleh besaran  kalori, adalah tergantung pada komposisi metan dalam total gas. Semakin  tinggi kandungan metan (CH4), bahkan kini bisa dimurnikan oleh  furificator hingga mencapai 97 % dari total gas, adalah bahan bakar yang  sangat baik bagi genset khusus maupun bagi bahan bakar dalam menyalakan  lampu bertekanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-n-6YFiHnsEM/ThASVrpOchI/AAAAAAAAAN4/mpbdwfy6bPU/s1600/bIO+ELEKTRIK+_n+%25283%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://4.bp.blogspot.com/-n-6YFiHnsEM/ThASVrpOchI/AAAAAAAAAN4/mpbdwfy6bPU/s200/bIO+ELEKTRIK+_n+%25283%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-n-6YFiHnsEM/ThASVrpOchI/AAAAAAAAAN4/mpbdwfy6bPU/s1600/bIO+ELEKTRIK+_n+%25283%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-zU3--SZlnE8/ThASUFlLqsI/AAAAAAAAANw/FIdnDXnU-Q0/s1600/bIO+ELEKTRIK+_n+%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-zU3--SZlnE8/ThASUFlLqsI/AAAAAAAAANw/FIdnDXnU-Q0/s200/bIO+ELEKTRIK+_n+%25281%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Penemuan ini akan merobah cara pandang kita  kepada aneka biomassa antaranya eceng gondok, kiambang dan gulma air  lainnya maupun gulma kebun seperti alang-alang, yang selama ini  diberantas dengan biaya besar, akan menjadi bahan material yang justru  menguntungkan bagi pengadaan energi listrik, bahan bakar dan pengadaan  pupuk ramah lingkungan. Permasalahan pertambahan populasi eceng gondok  yang dialami banyak danau dan sungai, khsususnya di wilayah terpencil  seperti halnya di berbagai pulau luar Jawa, dengan kondisi masih  terbatasnya energi listrik, akan bisa ditanggulangi dengan mekanisme  ekonomi bahwa setiap besaran investasi instalasi Bio Elektrik, diimbangi  oleh perolehan benefit berupa energi listrik dan pupuk ramah  lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-5A_KCh6BLhY/ThASR6PhLSI/AAAAAAAAANo/slPIMmYC1l0/s1600/Bio+Elektrik.jpg.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="193" src="http://1.bp.blogspot.com/-5A_KCh6BLhY/ThASR6PhLSI/AAAAAAAAANo/slPIMmYC1l0/s200/Bio+Elektrik.jpg.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Karenanya, jika kita berfikir dan mengerahkan segala  kemampuan, tidak ada satu pun ciptaan Tuhan yang dibuat untuk  menyusahkan manusia. Kesulitan banyak penduduk di wilayah sekitar danau  dan sungai akibat eceng gondok yang mengganggu moda transportasi, kini  bisa diatasi. Kemelimpahan sampah dan biomassa yang sebelumnya dianggap penimbul masalah, dengan menggunakan akal ( teknologi), sesungguhnya itu  karunia dan berkah bagi kita semua+)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-1327833194888830035?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=48&amp;sort=2a&amp;language=ID' title='Berkah Energi dan Pupuk ramah lingkungan dari kemelimpahan Sampah dan Biomassa'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/1327833194888830035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2011/07/berkah-energi-dan-pupuk-ramah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/1327833194888830035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/1327833194888830035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2011/07/berkah-energi-dan-pupuk-ramah.html' title='Berkah Energi dan Pupuk ramah lingkungan dari kemelimpahan Sampah dan Biomassa'/><author><name>Posko Hijau (Green_Phoskko)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07747332008871133780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TP2G1j-1fDI/AAAAAAAAAI0/LIf1NMO_ys4/S220/Desain%2BTopi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-v8w4OAAonR8/ThASThFRKfI/AAAAAAAAANs/KauliMjGmNE/s72-c/Aktivator+Gas+Metana.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-3628166558371928433</id><published>2011-04-14T07:17:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T07:17:35.184-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pupuk Organik dan Bio Elektrik atasi Masalah Sampah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Instalasi Biogas'/><title type='text'>Instalasi Biogas, Pupuk Organik dan Bio Elektrik atasi Masalah Sampah dan Limbah di berbagai Tingkatan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XdzmNGQAsV4/Tab6Z87l4YI/AAAAAAAAAMM/7hbJwhlG0aU/s1600/Membuat+Bioelektrik+%252811%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="116" src="http://1.bp.blogspot.com/-XdzmNGQAsV4/Tab6Z87l4YI/AAAAAAAAAMM/7hbJwhlG0aU/s200/Membuat+Bioelektrik+%252811%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Tren  kenaikan angka konsumsi bahan bakar konvensional (premium, solar)  terus berlangsung. Bahan bakar (BBM) yang berasal  dari minyak bumi tersebut adalah sumber energi fosil yang tidak dapat  diperbarui  (unrenewable), sedangkan permintaan dan kebutuhannya naik terus. Demikian pula harganya  cenderung meningkat,&amp;nbsp; karena tidak ada stabilitas keseimbangan  permintaan dan penawaran.  Salah satu jalan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) adalah mencari  sumber energi baru yang dapat diperbarui (&lt;i&gt;renewable&lt;/i&gt;), atau baru terbarukan , salah satunya adalah bio elektrik dari energi biogas. Gas bio ini hasil penguraian secara kedap udara ( anaerobik) dari material  organik, umumnya terdiri dari metana (CH4), karbondioksida (CO2) dan  sedikit gas ( H2, N2, O2 dan H2S).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt; &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jBnX1YGDU9A/TaVJ1-PT1xI/AAAAAAAAJE4/tgg5jFmvvUM/s1600/Green+Phoskko+Activator-GP7.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-jBnX1YGDU9A/TaVJ1-PT1xI/AAAAAAAAJE4/tgg5jFmvvUM/s200/Green+Phoskko+Activator-GP7.JPG" width="128" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;      &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="messageBody"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Gas  methan (CH4) terbentuk karena &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;proses  fermentasi secara anaerobik (tanpa  udara) oleh bakteri pembangkit  metana (methan) atau disebut juga bakteri anaerobik dan atau bakteri  biogas&lt;/a&gt;. Hasil fermentasi oleh bakteri ini&amp;nbsp; mampu mengurangi sampah dan limbah,&amp;nbsp; yang banyak mengandung bahan  organik (biomassa) sehingga terbentuk gas metana (CH4), yang apabila  dibakar dapat menghasilkan energi panas.  Gas metana sama dengan gas  elpiji ( liquidified petroleum gas/LPG). Perbedaannya adalah, gas methan  mempunyai satu atom C, sedangkan elpiji lebih banyak.&amp;nbsp; Pada kondisi tanpa pengelolaan manusia secara baik dan benar,&amp;nbsp; gas metana yang dihasilkan oleh berbagai limbah peternakan ( ayam, babi, sapi, kambing) terlepas ke udara menjadi emisi gas rumah kaca, yakni gas penyumbang yang lebih besar hingga 20 kali lipat dibanding karbondioksida (CO2).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vk2Q_T3PTOM/Tabz8Zd8nPI/AAAAAAAAJF4/Xkm-c61o-2c/s1600/Diagram+Instalasi+Bio+Elektrik.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Wqnk5RGAxPE/TaVJFDNwGII/AAAAAAAAJEw/aynzV6zHW9s/s1600/DIGESTER+7M3.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-Wqnk5RGAxPE/TaVJFDNwGII/AAAAAAAAJEw/aynzV6zHW9s/s200/DIGESTER+7M3.jpg" width="147" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Berbeda dengan itu, biogas  sebagai hasil dari suatu proses fermentasi aneka material organik  ( semua bahan berasal dari makhluk hidup) dalam pengelolaan suatu instalasi akan menjadi&amp;nbsp; sumber energi  baru terbarukan (renuwable energy).&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gas ini dapat diperoleh dengan biaya  murah, karena diolah dari bahan yang selama ini dibuang atau dikatagorikan sebagai sampah.  G&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=48&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;as  yang terbentuk dalam tabung kedap (tanpa oksigen) Digester Biogas  BD  5000L, dibuat dari&amp;nbsp; fiber glass berbahan resin eternal 2504, jenis mat  Wr 200 (  mat anyam) dan mat 300 ( acak),&lt;/a&gt; ketebalan 3 - 5 mm, mampu  memfermentasi 5  m3 per siklus. Sampah dan berbagai bahan organik dapat terus menerus  ditambahkan ke lobang pemasukan (intake chamber) dan akan diurai oleh  &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;bakteri anaerobic  Green Phoskko (GP-7), &lt;/a&gt;untuk pertama kalinya hanya 5 hari telah mulai  mengeluarkan gas methana  (CH4) dan tersimpan di bagian atas tabung ( gas holder).&amp;nbsp; Selanjutnya,  biomassa organik dapat terus menerus ditambahkan setiap hari, sepanjang  tekanan dalam gas holder berkurang karena terdapatnya pelepasan (outlet) atau digunakan bagi bahan bakar  panas ( kompor, tungku) maupun bahan bakar gas (BBG) oleh genset modifikasi  Bio elektrik &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;Kapasitas &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=48&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;input  material 5 m3, ditambah gas holder 2 m3 atau keseluruhan kapasitas 7 m3,  memiliki PLT ( diameter 200 cm, tinggi 390 cm),&lt;/a&gt;&amp;nbsp;  akan bertahan hingga  diatas 10 tahun hingga 20 tahun. Diproduksi secara terurai (complete  knock down) sehingga mudah dipindah, mobilisasi ke lokasi lebih murah  serta dapat dilakukan perbaikan ketika terdapat kerusakan.&amp;nbsp; Biogas  digester (BD) dilengkapi  dengan instalasi pipa gas, kompor standar pabrikan dan peralatan  penunjang ( pengukur tekanan/ pressure meter) bagi pemanfaatan gas  metana (methan) sebagai bahan bakar ramah  lingkungan bagi keperluan pembakaran (kompor) maupun menjalankan aneka  perkakas elektronik ( penerangan, penggerak mesin, perkakas rumah tangga  dan seterusnya).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;      &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-1dvSuB2RVIE/TZyNpOkbPeI/AAAAAAAAJDM/2iDLQ8G9A4Q/s1600/Membuat+Bioelektrik+%25282%2529.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-1dvSuB2RVIE/TZyNpOkbPeI/AAAAAAAAJDM/2iDLQ8G9A4Q/s200/Membuat+Bioelektrik+%25282%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="messageBody"&gt;Denga&lt;span class="text_exposed_show"&gt;n  menempatkan sampah organik secara terpisah, kemudian dibangkitkan gas  metananya dalam digester kedap udara, dengan bakteri anaerobik seperti  &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;Green Phoskko (GP-7), &lt;/a&gt;maka kemudian gas (CO2 dan CH4) yang diproduksinya  dapat ditampung dalam gas holder di bagian atas digester. Dengan  dialirkan ke inlet genset (generator biogas), gas akan didikonversi  menjadi energi listrik, dan sisa akhir prosesnya, lumpur sisa hasil  pencernaan (slurry) m&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;enjadi pupuk kompos yang baik bagi tanaman.&lt;/a&gt; Pupuk organik, dengan kandungan nutrisi&amp;nbsp; esensial bagi tanaman, disamping hormon dan aneka senyawa yang dikandungnya, sungguh sangat memberi manfaat bagi manusia mendapatkan bahan pangan dan hasil pertanian yang sehat menyehatkan. Demikian pula energi listrik yang diperoleh dari bahan bakar biogas akan memberi manfaat kepada manusia ( penerangan,  penggerak mesin maupun daya listrik bagi perkakas rumah tangga).&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-wR3I2-RAECQ/TacAxblPWgI/AAAAAAAAAMQ/fgd0y5EML2s/s1600/Diagram+Instalasi+Bio+Elektrik.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="141" src="http://4.bp.blogspot.com/-wR3I2-RAECQ/TacAxblPWgI/AAAAAAAAAMQ/fgd0y5EML2s/s200/Diagram+Instalasi+Bio+Elektrik.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="messageBody"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=48"&gt;Instalasi Biogas, Bio Elektrik dan Produksi Pupuk Organik&lt;/a&gt; diharapkan menjadi solusi atas timbulan sampah di berbagai kota maupun di berbagai tingkatan, yang kian hari kian besar, seiring dengan bertambahnya populasi penduduk. Instalasi dapat dibangun sejak level komunal, kumpulan beberapa keluarga hingga level tempat pembuangan sampah skala suatu kota, yakni di lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.&amp;nbsp; Kelayakan teknis pembangunan di berbagai tingkatan adalah keunggulan dari Instalasi Biogas, Bio Elektrik dan Pupuk organik ini.&amp;nbsp; Sementara kelayakan ekonomis, lebih akan diperoleh manakala penempatan instalasi ini berdekatan dengan pengguna output produknya. Penempatan di perkotaan tentu akan cocok ketika masyarakat bersedia menggunakan dan membayar energi listrik, bahan bakar gas maupun pupuk organik yang dihasilkan instalasi.&amp;nbsp; Demikian pula jika penempatan instalasi dengan mengandalkan limbah peternakan, harus dipastikan dulu adanya kebutuhan usaha peternakan akan penggunaan listrik ( penerangan lokasi, menggerakan alat perkakas), adanya kebutuhan gas ( kegiatan memasak) maupun kebutuhan pupuk ( mixed farming).&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TlcQrGNULPM/TZyNRpD5gcI/AAAAAAAAJDE/kqEsFmjixgs/s1600/Membuat+Bioelektrik+%25281%2529.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="162" src="http://1.bp.blogspot.com/-TlcQrGNULPM/TZyNRpD5gcI/AAAAAAAAJDE/kqEsFmjixgs/s200/Membuat+Bioelektrik+%25281%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;      &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="messageBody"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Sayangnya, hingga   kini  sampah katagori organik&amp;nbsp; seringkali masih tercampur dengan anorganik. Hanya beberapa kawasan penimbul sampah yang diharapkan memiliki komposisi organik seperti ( dari pasar induk, sisa masakan dan  makanan di Food Beverages Hotel serta restoran, feces manusia di septic  tank,  kotoran ternak peternakan) sementara sampah perumahan  seringkali tanpa  pengelolaan pemilahan secara baik. Karenanya bukan memberi berkah sebagai energi  listrik ( bioelektrik) maupun pupuk organik, melainkan, malahan, jadi  penimbul masalah kepada makin memburuknya sanitasi lingkungan dan,  bahkan, setiap saat menjadi bencana yang mengintai. Karenanya, dengan  keberadaan d&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;igester dan genset biogas secara complete knock down (CKD)&lt;/a&gt;  ini diharapkan makin banyak pihak melakukan panen energi listrik  (bioelektrik) dan pupuk organik dari bahan sampah dan limbah organik.*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-3628166558371928433?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=48&amp;sort=2a&amp;language=ID' title='Instalasi Biogas, Pupuk Organik dan Bio Elektrik atasi Masalah Sampah dan Limbah di berbagai Tingkatan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/3628166558371928433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2011/04/instalasi-biogas-pupuk-organik-dan-bio.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/3628166558371928433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/3628166558371928433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2011/04/instalasi-biogas-pupuk-organik-dan-bio.html' title='Instalasi Biogas, Pupuk Organik dan Bio Elektrik atasi Masalah Sampah dan Limbah di berbagai Tingkatan'/><author><name>Posko Hijau (Green_Phoskko)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07747332008871133780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TP2G1j-1fDI/AAAAAAAAAI0/LIf1NMO_ys4/S220/Desain%2BTopi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-XdzmNGQAsV4/Tab6Z87l4YI/AAAAAAAAAMM/7hbJwhlG0aU/s72-c/Membuat+Bioelektrik+%252811%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-8513941653626193599</id><published>2011-03-04T10:59:00.000-08:00</published><updated>2011-03-16T10:08:04.779-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesin Kompos Otomatis ARK 1000L'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara modern atasi Masalah sampah'/><title type='text'>Mesin Kompos Otomatis ARK 1000L, Cara modern atasi Masalah sampah dan limbah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-SOKoNW2VDfo/TXE2UbGW6wI/AAAAAAAAI9c/jkIVISJhils/s1600/SUC30175.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="173" src="https://lh5.googleusercontent.com/-SOKoNW2VDfo/TXE2UbGW6wI/AAAAAAAAI9c/jkIVISJhils/s200/SUC30175.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;Mesin   kompos  otomatis Biophoskko® ARK-1000L &lt;/a&gt;dengan dimensi ( tinggi =  180  cm, lebar = 165 cm, panjang = 280 cm) terbuat dari logam, serat  fiber  resin, peredam, outlet terminal untuk motor 1 fasa atau 3 fasa,  terminal  outlet untuk listrik kipas (exhaust fan), kran elektrik  2  buah, sensor  suhu, panel kontrol, dan peralatan aerasi lainnya. &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;ARK-1000L   merupakan solusi tepat dan sempurna untuk memproses berbagai jenis  bahan  organik menjadi kompos,&lt;/a&gt; yakni material yang memiliki sifat  seperti  halnya tanah atau humus, yang sangat penting guna memulihkan  siklus  materi dalam ekosistem.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/--IYuegaDC_M/TXEt0U1shpI/AAAAAAAAI9M/-ZaCllWKenY/s1600/ARK+1000L.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="165" src="https://lh3.googleusercontent.com/--IYuegaDC_M/TXEt0U1shpI/AAAAAAAAI9M/-ZaCllWKenY/s200/ARK+1000L.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Berbagai jenis bahan organik   yang dapat diproses pada mesin ini adalah semua bahan limbah yang   berasal dari makhluk hidup seperti sampah rumah tangga ( foodwaste,   tinja, urin, sampah halaman) dan limbah pertanian ( sisa tanaman,   ranting dan kayu kecil, serbuk gergaji, kayu chip), limbah ternak (   kotoran, sisa pakan, limbah pakan, daging hewan dan ikan) dan bahan   organik lainnya  sisa aktivitas manusia. Kategori material organik (   material yang dapat diuraikan kembali ke alam) termasuk sisa-sisa   makanan, kertas, residu tulang ikan, kulit buah, potongan sayuran, dan   berbagai jenis material sisa aktivitas manusia yang berasal dan terbuat   dari makhluk hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-4rO3dt0uQyY/TXEtHNLcO5I/AAAAAAAAI9A/ONxL38r9-Bs/s1600/SUC30152.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="193" src="https://lh6.googleusercontent.com/-4rO3dt0uQyY/TXEtHNLcO5I/AAAAAAAAI9A/ONxL38r9-Bs/s200/SUC30152.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;Kemampuan   mesin kompos tipe ARK-1000L&lt;/a&gt; adalah mengurai bahan organik hanya   dalam 5 hari menjadi kompos. Proses dekompisisi akan selesai, dan   kapasitasnya dapat ditingkatkan lagi dengan cara penambahan sampah   maupun bahan organik lainnya setiap saat terdapat ruang dalam tabung   karena menyusutnya bahan selama masa penguraian (dekomposisi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengubah   sampah organik menjadi sesuatu yang berguna untuk pemeliharaan   kesuburan tanah dan sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman di sekitar   lingkungan seperti hotel, restoran, lingkungan publik, hutan,   perkebunan, dll. &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;Kompos&lt;/a&gt;   juga dapat dijual secara komersial untuk petani, pemilik taman, kepada   semua orang yang memiliki hobi berkebun, keperluan perkebunan,  keperluan  hobi dan pemulihan lahan pertambangan maupun pembukaan hutan  lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-US71qUPAUq0/TXEtk_m_s3I/AAAAAAAAI9I/0HpfdVBMlr8/s1600/Mesin+Kompos+ARK+1000L.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://lh4.googleusercontent.com/-US71qUPAUq0/TXEtk_m_s3I/AAAAAAAAI9I/0HpfdVBMlr8/s200/Mesin+Kompos+ARK+1000L.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Sederhana dan mudah untuk   menerapkan cara modern dalam pengolahan sampah ini. Siapkan sampah atau   aneka jenis material organik 3 m³ ( meter kubik) atau setara berat   sekitar 1 ton. Pertama, sampah atau bahan organik harus dipotong-potong   kecil ( sekitar 10-15 mm) dengan menggunakan pisau atau mesin perajang   atau pencacah. Masukkan langsung ke ARK komposter Rotary Klin. Dalam   wadah yang berbeda siapkan 1 kg ( 0, 1% dari berat sampah organik) &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;aktivator   kompos Green Phoskko® ( GP-1), &lt;/a&gt; tambahkan molases atau tetes tebu   untuk 9 sendok dan dicampur hingga merata dan simpan selama 2-4 jam.   Setelah membuat larutan aktivator, tuangkan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;Activator   Kompos Green Phoskko® ( GP-1)&lt;/a&gt; setelah dilarutkan tersebut ke dalam   tumpukan material organik dalam komposter.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada hari  ke 3 sampai 5  proses dekomposisi memperlihatkan gejala panas ( hingga  70 derajat  celcius) , ditandai uap muncul, dan terlalu tingginya suhu  akan membuat  berputarnya aeration tool secara otomatis setiap kali suhu  lebih dari 55  derajat celcius. Pada Hari ke-5 - 7 jika suhu dibawah 30  derajat  celcius atau telah dianggap sudah dingin, kran pintu bagi  pengeluaran  pupuk cair akan terbuka secara otomatis. Setelah cairan  dari proses  aerobik keluar semua, selanjutnya mengeluarkan kompos padat  dari dalam  rotary kiln ( komposter) . Simpan di tempat sejuk dan tetap  tertutup  Dalam beberapa hari kemudian ( 7 hari) , bahan kompos akan  kering dan  gembur. Saring atau ayak untuk memisahkan berbagai jenis  ukuran sesuai  keperluan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-hlUjYkPkG-w/TXEstn9jCXI/AAAAAAAAI88/LuYAvBdYoxQ/s1600/8+%25282%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="https://lh3.googleusercontent.com/-hlUjYkPkG-w/TXEstn9jCXI/AAAAAAAAI88/LuYAvBdYoxQ/s200/8+%25282%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Alat mesin &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;Biophoskko®   ARK-1000L&lt;/a&gt; ini memiliki kemampuan khusus:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. dapat  berjalan  secara otomatis bergerak dan memutar berdasar jadwal sesuai  keperluan  dalam pembuatan kompos, yang dalam hal ini disesuaikan dengan  jenis  bakteri pengurai misalnya setiap pagi, sore dan malam hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.   membuka dan menutup katup kran untuk melepaskan pupuk organik cair  pada  hari -5 ( dapat diatur kembali berdasarkan permintaan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Kipas listrik ( exhaust fan) dapat   menyala otomatis jika suhu dalam komposter lebih tinggi dari keperluan   agar bakteri melakukan dekomposisi bahan organik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.kompos.biz/2011/03/mesin-kompos-otomatis-cara-modern-atasi.html#links"&gt;Kompos  ( Green Phoskko Organic Product): Mesin Kompos Otomatis, Cara modern  atasi Masalah dari timbulan sampah dan limbah&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.kompos.biz/2011/03/mesin-kompos-otomatis-cara-modern-atasi.html#links"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-8513941653626193599?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kompos.biz/2011/03/mesin-kompos-otomatis-cara-modern-atasi.html#links' title='Mesin Kompos Otomatis ARK 1000L, Cara modern atasi Masalah sampah dan limbah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/8513941653626193599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2011/03/mesin-kompos-otomatis-ark-1000l-cara.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8513941653626193599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8513941653626193599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2011/03/mesin-kompos-otomatis-ark-1000l-cara.html' title='Mesin Kompos Otomatis ARK 1000L, Cara modern atasi Masalah sampah dan limbah'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-SOKoNW2VDfo/TXE2UbGW6wI/AAAAAAAAI9c/jkIVISJhils/s72-c/SUC30175.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-1284795832078275602</id><published>2011-01-10T18:38:00.000-08:00</published><updated>2011-01-10T19:07:13.094-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memisah Sampah di sumber timbulnya'/><title type='text'>Pengelolaan Di Sumber Timbulnya, Tuntaskan Masalah Sampah Kota</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmqSKbOv-I/AAAAAAAAGfM/PYjeBNOGvVs/s1600/Kencol+%252845%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmqSKbOv-I/AAAAAAAAGfM/PYjeBNOGvVs/s200/Kencol+%252845%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diketahui, kini makin sulit mendapatkan lokasi bagi pembuangan sampah, tanpa adanya penolakan (resistensi) penduduk sekitar jalan akses maupun tempat tinggal warga di sekitar rencana lokasi bagi pembuangan sampah skala suatu kota, apalagi, skala regional antar kota. Kecuali bagi kepentingan pengelolaan sampah sendiri atau masing-masing, semua orang pada dasarnya tidak mau bersentuhan, bahkan, melihat sampah orang lain. Makin luas skala pengelolaan sampah, akan makin besar pula penolakan (resistensi) masyarakat. Makin jauh sampah berpindah, akan makin banyak pihak memusuhinya, makin besar biaya angkutnya dan makin besar pula sebaran polutannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRwfEX99LnI/AAAAAAAAIRY/yWmvu11vUnU/s1600/Alat+Perlengkapan+Taman.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="110" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRwfEX99LnI/AAAAAAAAIRY/yWmvu11vUnU/s200/Alat+Perlengkapan+Taman.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari pemahaman akan karakter diatas, prinsip pengelolaan sampah yang paling memiliki kelayakan secara sosial, teknik dan lingkungan, adalah pengelolaan terdekat dengan sumber timbulnya sampah, misalnya, yang kini makin banyak berdiri  &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44"&gt;Instalasi Pengelolaan Sampah Kota (IPSK). &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TSvDc8VyEAI/AAAAAAAAAJ0/gKCUoKh8bDA/s1600/SUC30031.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TSvDc8VyEAI/AAAAAAAAAJ0/gKCUoKh8bDA/s200/SUC30031.JPG" width="195" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dengan  &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44"&gt;pendirian IPSK&lt;/a&gt;, memiliki tempat sampah terpilah yang berfungsi sebagai pengumpul (kolekting) sampah bernilai ekonomi (jenis plastik, logam, kain, kemasan bahan daur ulang) sekaligus &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;sarana bagi olah sampah organik menjadi kompos&lt;/a&gt;. Dengan sarana itu, sampah jenis anorganik (plastik, kertas, logam, kain) akan berada dalam keadaan bersih, sehingga layak di daur ulang. &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44"&gt;Dengan IPSK,&lt;/a&gt; memang belum semua sampah bisa diolah dan didayagunakan, masih ada sampah (sisa bahan B3, waste un-recycle, sampah medis dari umah sakit dan klinik). Jenis sampah katagor B3 ini memerlukan penanganan khusus. Jenis sampah ini,  dibakar menggunakan incenerator, namun jumlahnya hanya 5 hingga 10 % saja. Namun, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44"&gt;IPSK sebagai sarana&amp;nbsp; pengelolaan sampah di sumber timbulnya&lt;/a&gt;, memiliki prospek dijadikan strategi dalam upaya tuntaskan masalah sampah di kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRwmZzva-MI/AAAAAAAAIRk/86S1Vj8DCEU/s1600/Composter.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="151" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRwmZzva-MI/AAAAAAAAIRk/86S1Vj8DCEU/s200/Composter.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44"&gt;Alat mesin utama dalam suatu IPSK, &lt;/a&gt;sebagaimana diketahui komposisi sampah dominasi jenis organik, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt;adalah komposter.&lt;/a&gt; Kini komposter memiliki katagori skala rumah tangga (individual) serta r&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;otary kiln skala&amp;nbsp;  komersial &lt;/a&gt;dengan kapasitas mulai &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;3000 liter/batch/ unit/5 hari hingga kapasitas 6 m3/batch/unit/5 hari&lt;/a&gt;..  &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;Berbagai tipe RK, dapat dipilih mulai model manual (RKM 1000L), menggunakan  elektro motor RKE-1000L, atau dilengkapi penggerak (engine) seperti RKE 3000L maupun kapasitas besar RKE 2000L.&lt;/a&gt; Kapasitas mesin rotary, mulai 3 m3/ batch, sebanyak 5 unit untuk bergiliran dan kontinyu melakukan pengolahan setiap hari, sudah memenuhi kelayakan untuk dioperasikan secara komersial. Instalasi bisa ditempatkan di dekat Tempat Pembuangan  Sementara (TPS) Sampah,  pasar induk dan pasar sayuran, fasilitas umum suatu lingkungan perumahan, sekitar dapur hotel dan restoran,  di lingkungan kantin pabrik dengan karyawan mulai 500 orang/ hari, ditempatkan sebagai fasilitas pembuatan kompos di kebun dan usaha peternakan penimbul limbah (feces, urin ternak, sisa pakan), serta sekolah dan sarana peribadatan. Instalasi bisa juga dipindah sesuai keperluan (mobile).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TSvD5SD61QI/AAAAAAAAAJ4/MmknSKPFCU4/s1600/IPKK+KPAD+%252811%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="185" src="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TSvD5SD61QI/AAAAAAAAAJ4/MmknSKPFCU4/s200/IPKK+KPAD+%252811%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;IPSK, dengan kelengkapan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;alat mesin Rotary Klin, &lt;/a&gt; akan memberi pendapatan dari penjualan pupuk hayati ataupun &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;kompos padat dan pupuk organik cair (POC) &lt;/a&gt;bagi siapapun yang ingin memanfaatkan dan mengelola sampah. Di perkotaan, dengan makin banyakt penimbul sampah  mengalami masalah dengan layanan pemerintah kota dalam pengambilan sampahnya, IPSK memberi solusi kepada entitas penimbul sampah mengelolannya secara mandiri. IPSK juga memberi dukungan bagi hadirnya peluang usaha. Usahawan (UKM, koperasi/ yayasan) bisa menjadi rekanan jasa kebersihan maupun mengelola &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;produksi kompos dan pupuk cair&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;. &lt;/span&gt;IPSK bisa menjadi alternatif atas makin terbatasnya  intitusi pelayanan publik, pemerintah kota, yang seringkali sulit diandalkan kepastiannya dalam pengangkutan sampah.   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRwmqLbJcwI/AAAAAAAAIRo/jDSfeT4Iswk/s1600/rotari-50.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRwmqLbJcwI/AAAAAAAAIRo/jDSfeT4Iswk/s200/rotari-50.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa contoh penggunaan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=47"&gt;skala instalasi dengan menggunakan Rotary Kiln&lt;/a&gt; ini antara lain Mc Dermott Indonesia Batam, Medco Energy Kaji Sumatera Selatan, Gudang Garam di Dangdangan Kediri, Panasonic PMI Bogor, Panasonic KIIC, LNG Badak di Bontang, PT Antam Halmahera Maluku, PT. Bridgestone, PT Pupuk Kaltim Tbk, Yayasan Itikurih Kab Bandung, Dinas Lingkungan Hidup Majalengka, Dinas Lingkungan Hidup Bekasi, Bapedalda Donggala Sulawesi Tengah, Dinas Kebersihan Prov Maluku, Cipta Karya Karawang dan LIPI Subang, Rutan dan LP di Jakarta Bandung dan Surabaya, BLH Manokwari, Kukje Sangyo Papua dan pengusahaan secara komersial di Kutai Barat, Perusahaan perkebunan di Bengalon dan Balikpapan, Perusahaan PMA Korea di Papua, Komplek militer KPAD Gegerkalong Bandung, dll&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRwfPNmFeoI/AAAAAAAAIRc/1QWItQPzE2Q/s1600/Instalasi+Kompos.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRwfPNmFeoI/AAAAAAAAIRc/1QWItQPzE2Q/s200/Instalasi+Kompos.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Model IPSK dengan teknologi tersebut jauh  lebih murah dibandingkan dengan investasi model TPA. Menurut Kasubdit  Dirjen Tata Kota dan Pedesaan (Investor Daily, 24-8-2004) :" &lt;span style="color: red;"&gt;Untuk  membangun Tempat Pembangunan Akhir (TPA) sampah dikota berpenduduk 250  ribu jiwa, diperlukan dana Rp 23 miliar per tahunnya".&lt;/span&gt; Menurut Kasubdit  wilayah Barat II Dirjen Tata Perkotaan dan Pedesaan Depkimpraswil  Bambang Purwanto, dana tersebut untuk pengadaan lahan, pengadaan alat  berat, Konstruksi TPA, dan operasi, juga dibutuhkan untuk pemberian gaji  karyawan. Dana tersebut seharusnya tidak hanya dari APBD Kota/  Kabupaten. Namun, perlu juga dari APBD provinsi dan APBN.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TSvEtyBzKoI/AAAAAAAAAJ8/r8XITKxrODY/s1600/Lay+Out+IPKK.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TSvEtyBzKoI/AAAAAAAAAJ8/r8XITKxrODY/s200/Lay+Out+IPKK.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Peluang penumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja bagi suatu wilayah, pada contoh suatu kota kecil dengan 250.000 penduduk sebagaimana diatas,  akan menghasilkan sekitar 200 ton/hari. Dengan 200 ton timbulan sampah/ hari, dapat dikelola di sumber timbulnya oleh 200 lokasi &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44"&gt;IPSK dengan kapasitas olah 1 ton/batch.&lt;/a&gt; Jika setiap entitas IPSK, dengan besaran investasi, misalnya mulai Rp 100 juta/ IPSK, total investasi Rp 20 milyar atau setara  bagi pembukaan TPA berikut sarana angkutan, dan kontainer sebagaimana analisa Ditjen Tata Kota Perkotaan dan Pedesaan diatas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TSvE4WxUDPI/AAAAAAAAAKA/XdB4UY7XOY0/s1600/LG1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="86" src="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TSvE4WxUDPI/AAAAAAAAAKA/XdB4UY7XOY0/s200/LG1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Makin sulitnya mendapatkan lokasi TPA dekat dengan sumber sampah suatu kota, serta akan makin mahalnya mobilisasi sampah, seiring dengan kenaikan BBM dan pemeliharaan sarana angkutan, pilihan&amp;nbsp; model pengelolaan sampah di dekat sumbernya dalam IPSK patut dipertimbangkan para pembuat kebijakan layanan publik atau para kepala daerah. Keterbatasan anggaran pembangunan juga bisa diatasi dengan pendirian IPSK secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan dan tingkat penerimaan masyarakat masing-masing. Dan, IPSK juga bisa diserahkan sebagai entitas usaha, menumbuhkan peluang kepada warga masyarakat mengelolanya secara mandiri. Karena, kerjasama pengelolaan sampah dengan badan usaha dan kelompok masyarakat, sesungguhnya sudah ada mekanisme baku. Contoh DKI Jakarta, sudah lama menyerahkannya kepada swasta, melalui pengaturan  tipping fee atas setiap besaran volume sampah, yang diserahterimakan pengelolaannya kepada pihak ketiga*).   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sampah.biz/2006/05/pengelolaan-di-lokasi-sumbernya.html#links"&gt;Posko Hijau ( Kelola Sampah Berbasis Komunitas): Pengelolaan Di Lokasi Sumbernya, Tuntaskan Problem Sampah Kota&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-1284795832078275602?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.sampah.biz/2006/05/pengelolaan-di-lokasi-sumbernya.html#links' title='Pengelolaan Di Sumber Timbulnya, Tuntaskan Masalah Sampah Kota'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/1284795832078275602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2011/01/pengelolaan-di-sumber-timbulnya.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/1284795832078275602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/1284795832078275602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2011/01/pengelolaan-di-sumber-timbulnya.html' title='Pengelolaan Di Sumber Timbulnya, Tuntaskan Masalah Sampah Kota'/><author><name>Posko Hijau (Green_Phoskko)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07747332008871133780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TP2G1j-1fDI/AAAAAAAAAI0/LIf1NMO_ys4/S220/Desain%2BTopi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmqSKbOv-I/AAAAAAAAGfM/PYjeBNOGvVs/s72-c/Kencol+%252845%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-6015552479556285459</id><published>2011-01-01T02:39:00.000-08:00</published><updated>2011-01-01T02:39:10.657-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memisah Sampah di sumber timbulnya'/><title type='text'>Citra Higienis Instalasi Pengolahan, Solusi Masalah Sampah Perkotaan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TR6h_pckhmI/AAAAAAAAITE/0qyeZF4A2oo/s1600/Rotary+Kiln+by+Cover.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TR6h_pckhmI/AAAAAAAAITE/0qyeZF4A2oo/s200/Rotary+Kiln+by+Cover.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Peranan mekanisasi penuh pada pengomposan model bedeng terbuka dari hanya &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=40&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;menggunakan mesin pencacah sampah (MPO) dan pengayak,&lt;/a&gt; antara lain dengan penambahan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;alat fermentasi ( Rotary Kiln&lt;/span&gt;), hasil seratus persen buatan di dalam negeri &lt;/a&gt;ini, telah memberi banyak keuntungan dan manfaat baru bagi pembuatan kompos dalam kepentingan pengolahan sampah di kota. Memberikan citra dan pencitraan higienis suatu instalasi pengelolaan sampah, di lokasi dekat aktivitas manusia penimbul sampahnya berada serta, bahkan, memberikan pendapatan ekonomi kepada pengelolanya, adalah solusi atas masalah perkotaan. Dengan demikian, diharapkan mendorong pada lahirnya banyak entitas bisnis kecil di berbagai lokasi timbulan sampah, yang membuka&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44"&gt; instalasi pengelolaan sampah kota (IPSK) sebagai layanan publik pada skala kawasan komunal&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TR6kKBtsuhI/AAAAAAAAITM/5VyyN4-VPXk/s1600/Waste+energy+cartoon.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TR6kKBtsuhI/AAAAAAAAITM/5VyyN4-VPXk/s200/Waste+energy+cartoon.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt;Mekanisasi, penggantian bedeng dengan rotary kiln pada pengolahan sampah di kota,&lt;/a&gt; adalah keniscayaan bagi kepentingan mewujudkan pengelolaan sampah yang berbasis kepada kekuatan masyarakat (komunitas) untuk mandiri. Masa depan pengelolaan sampah, bukan lagi suatu biaya jasa dan pembelian alat mesin yang harus kita bayar kepada korporasi asing (impor), yang akhirnya kemudian jadi beban masyarakat. Sampah, bagi masa depan kita, adalah sumber daya baru bagi upaya menumbuhkan ekonomi lokal, setelah sumberdaya ekonomi lainnya, karena kekuatan liberalisasi, ketidakarifan dan kepentingan pemerintahan berwenang maupun kelalaian kita semua, kini banyak dikuasai korporasi asing. &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHtT5tw6UI/AAAAAAAAGsg/5B2Na-UAE2Q/s1600/Kencanaonline+%252896%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHp-QCfDMI/AAAAAAAAGsE/WGn1Qsv-pwQ/s1600/Bedeng7.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHp-QCfDMI/AAAAAAAAGsE/WGn1Qsv-pwQ/s200/Bedeng7.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Memang  benar, mekanisasi penuh dengan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;penggunaan Rotary Kiln pada pengomposan akan  membutuhkan tambahan investasi mesin. &lt;span style="color: black;"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;amun, dibanding dengan&amp;nbsp; cara tradisional atau bedeng terbuka (open windrows), masih memberi kelayakan secara analisa investasi ekonomi. Bahkan, output &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;berupa pupuk padat dan pupuk cair,&lt;/a&gt; yang asalnya sebagai lindi, kini menjadi material baru, secara nyata (signifikan) memberikan keuntungan ekonomi. Kelayakan sosial juga meningkat, memberi manfaat kepada warga sekitar serta, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHtT5tw6UI/AAAAAAAAGsg/5B2Na-UAE2Q/s1600/Kencanaonline+%252896%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="151" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHtT5tw6UI/AAAAAAAAGsg/5B2Na-UAE2Q/s200/Kencanaonline+%252896%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;dengan mekanisasi penuh, bebas dari timbulan bau busuk serta cairan lindi, kelayakan lingkungan juga terpenuhi. Mekanisasi penuh, berupa penambahan mesin rotary kiln, dalam pengomposan skala suatu instalasi mampu melayani timbulan sampah dari setiap 1000 orang, diharapkan lahir sebagai jawaban atas makin sulitnya pengelolaan sampah secara tersentralisasi, seperti model pembuangan sampah ke TPA selama ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TR6UqRewL3I/AAAAAAAAISk/1cmbOn7Uw14/s1600/Pabrik-9.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TR6UqRewL3I/AAAAAAAAISk/1cmbOn7Uw14/s200/Pabrik-9.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;span&gt; &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44"&gt;Penempatan 5 unit rotary kiln,&lt;/a&gt; menjadi instalasi pengelolaan sampah di kota, di berbagai lokasi timbulnya sampah dari kawasan komersial (perumahan, apartemen, mall, restoran, hotel, pabrik dan kawasan industri) maupun kawasan sosial (komplek pendidikan, rumah sakit),&amp;nbsp; berarti turut menunjang bagi upaya mengembalikan bahan organik ke pertanian.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TR8D_IrID_I/AAAAAAAAAJs/nducS3XhiUk/s1600/SUC3000hh4+%252823%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TR8D_IrID_I/AAAAAAAAAJs/nducS3XhiUk/s200/SUC3000hh4+%252823%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Dengan merobah sampah organik disajikan dalam bentuk &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;pupuk organik (kompos),&lt;/a&gt; akan diterima kalangan petani,&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; kemudian mereka, para petani, memberikan hasil pertanian sebagai &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=36"&gt;bahan pangan dan produk sehat &lt;/a&gt;bagi orang&amp;nbsp; kota. Instalasi pengolahan sampah, dengan mekanisasi penuh berada di sekitar sumber timbulnya sampah perkotaan, akan berfungsi dalam turut membangun model pengelolaan sampah mendukung pada terwujudnya pertanian secara berkelanjutan*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-6015552479556285459?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44' title='Citra Higienis Instalasi Pengolahan, Solusi Masalah Sampah Perkotaan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/6015552479556285459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2011/01/citra-higienis-instalasi-pengolahan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/6015552479556285459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/6015552479556285459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2011/01/citra-higienis-instalasi-pengolahan.html' title='Citra Higienis Instalasi Pengolahan, Solusi Masalah Sampah Perkotaan'/><author><name>Posko Hijau (Green_Phoskko)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07747332008871133780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TP2G1j-1fDI/AAAAAAAAAI0/LIf1NMO_ys4/S220/Desain%2BTopi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TR6h_pckhmI/AAAAAAAAITE/0qyeZF4A2oo/s72-c/Rotary+Kiln+by+Cover.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-1955934713891324196</id><published>2010-12-16T16:56:00.000-08:00</published><updated>2010-12-16T16:56:38.271-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menuju Desain Kota Tanpa TPA'/><title type='text'>Diperlukan Desain Kota Tanpa TPA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQqqpv1ERII/AAAAAAAAH34/I9jlDn7gMkU/s1600/Kompos2-1+%252857%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQqqpv1ERII/AAAAAAAAH34/I9jlDn7gMkU/s200/Kompos2-1+%252857%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQqr0K5RZ7I/AAAAAAAAH4Q/1h-6XC95cME/s1600/organik+granul_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="156" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQqr0K5RZ7I/AAAAAAAAH4Q/1h-6XC95cME/s200/organik+granul_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="longtext" style="background-color: #274e13; color: black;"&gt;&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: white none repeat scroll 0% 0%;"&gt;Komposisi sampah di Indonesia, merujuk pada data statistik rata-rata 74 % berupa &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=40" style="color: #cc0000;"&gt;sampah organik&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt; &lt;/span&gt;dan sisanya berupa kain, logam, plastik, styrofoam, dan aneka sisa kemasan, atas inisiatif swadaya atau karena tuntutan ekonomi, telah memberi peluang pada pelaku usaha daur ulang (recycle) dan produsen produk guna ulang (reuse). Di berbagai pelosok kota akan ditemukan kelompok masyarakat mendaur ulang sisa material kemasan kopi instan, permen, pasta gigi, menjadi tas  tangan, sandal dan barang baru lainnya yang bisa bernilai ekonomi dan laku dijual. Atau, terdapat juga komunitas yang mengolah &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;sampah organik menjadikannya  kompos&lt;/span&gt;,&lt;/a&gt; dan banyak diantaranya yang lebih modern menggunakan&amp;nbsp;&lt;span style="color: #f1c232;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: #cc0000;"&gt;mesin rotary kiln &lt;/a&gt;dan lebih lanjut  menggunakan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: #cc0000;"&gt;komposnya sebagai media tumbuh jamur kompos ( jamur kancing, jamur tiram dan champignon)&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;.&lt;/span&gt; Demikian juga plastik (poly ethylen), telah lebih dulu dikelola pengrajin dan usahawan kecil menjadi butiran plastik, dijual ke pabrik  daur ulang perkakas, bahkan  ada juga yang telah di ekspor,  menjadi bahan baku dalam proses pembuatan aneka peralatan berbasis plastik.  Sementara di Bandung dan Bogor, misalnya, terdapat juga komunitas mengelola sisa  afkir kain pabrik tekstil, atau perca, dibuat aneka kain baru serta aneka boneka. Bahkan, lebih maju lagi, kini, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;mesin cuci  bekas dibuat produk komposter elektrik.&lt;/span&gt; &lt;/a&gt; Atau, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;tong HDPE, limbah pabrik  bekas penggunaan kemasan kimia impor, dibuat komposter pengolah sampah organik menjadi kompos skala  rumahan&lt;/span&gt;.&lt;/a&gt; Dan, diluar itu, masih banyak sekali  yang memanfaatkan limbah pembuatan tahu-tempe sebagai pakan ternak,  serta aneka limbah logam menjadi hasil kerajinan yang bernilai ekonomi, maupun menggunakan sampah organik&amp;nbsp; limbah restoran dan pasar sayur, sebagai pakan ternak sapi, lembu dan kerbau.  Kondisi sosial ekonomi, tingkatan keterampilan, penguasaan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal suatu komunitas telah melahirkan berbagai kreatifitas yang luar biasa, merobah sampah (recycle) menjadi bentuk baru dan, memberi pendapatan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #274e13; color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #274e13; clear: both; color: black; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQqr-3CP8kI/AAAAAAAAH4U/gidyHxO4ZVI/s1600/Proses+Kompos000.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQqr-3CP8kI/AAAAAAAAH4U/gidyHxO4ZVI/s200/Proses+Kompos000.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #274e13; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="longtext"&gt;&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: white none repeat scroll 0% 0%;"&gt;Praktek daur ulang (recycle) dan penggunaan ulang (reuse) telah sedemikian rupa berkembang, kendati tanpa pembayaran jasa pengelolaan sampah, sebagaimana mekanisme kerjasama dengan badan usaha melalui pembayaran tipping fee dari pemerintah, seperti dilakukan banyak kota di dunia.   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="longtext"&gt;&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: white none repeat scroll 0% 0%;"&gt;Keperluan adanya tipping fee karena, pengelolaan sampah, secara baik dan benar,  membutuhkan biaya.  Besaran biaya kelola sampah  akan makin mahal seiring dengan standar, yang dipersyaratkan para pemangku kepentingan (stakeholder) persampahan. Penumpukan sampah di TPA (open dumping), seperti yang kini banyak dijalankan di TPA di Indonesia, adalah ber biaya paling murah. Ketika masyarakat dan pemerintah menetapkan persyaratan lebih tinggi, misalnya teknik sanitary landfill, besaran tippping fee akan makin mahal. Tuntutan persyaratan dan standar lingkungan yang terus meningkat, meminta pengelola sampah melakukannya  secara lebih profesional, serta dengan, sarana dan prasarana berteknologi tentunya. Karenanya, pemerintah sebagai pemilik kewenangan atas pengelolaan sampah, sering tidak memiliki kapasitas untuk melakukannya dan, kemudian, menyerahkannya kepada pihak ketiga, rekanan, umumnya badan usaha. Dengan investasi tertentu, badan usaha mendapat kontrak jasa pengelolaan sampah dari pemerintah, dan bertanggungjawab menjalankan pekerjaan sesuai dengan  kewajiban, rambu dan tujuan yang tercantum dalam kontrak.  Mekanisme kerjasama pemerintah dengan badan usaha, seperti layaknya banyak pekerjaan pengadan barang/jasa lainnya ( seperti pengadaan jasa konsultan, jasa kebersihan, dan sejenisnya), dilakukan melalui pelelangan ( tender), misalnya, dengan merujuk pada Perpres 54/ 2010. Dan atas pelaksanaan pekerjaan itu, rekanan mendapat pembayaran sesuai volume pengelolaan sampah yang diperjanjikannya dalam tiap satuan&amp;nbsp; jumlah dan waktu tertentu. Namun, karena pengelolaan sampah itu dikatagori kepada pekerjaan jangka waktu panjang dan terus menerus (multy years), di banyak pemerintah kota lalu, kemudian, menetapkannya dalam satuan tipping fee.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #38761d; color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #38761d; clear: both; color: white; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQqsKSK9esI/AAAAAAAAH4Y/G6sx-Gjy4-w/s1600/SUC30064-1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="163" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQqsKSK9esI/AAAAAAAAH4Y/G6sx-Gjy4-w/s200/SUC30064-1.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #38761d; color: white; text-align: justify;"&gt;Tipping fee adalah biaya yang dikeluarkan anggaran pemerintah kepada pengelola sampah, berdasarkan jumlah  per ton atau satuan volume (m3). Di beberapa negara, dengan standar lingkungan yang tinggi, tipping fee rata-rata per ton US$ 50 sampai US$100, sementara di Indonesia, seperti halnya  DKI Jakarta, membayar tipping fee ke pengelola sampah di Bantargebang Bekasi, US 10/ton atau setara dengan Rp 105.000/ ton. Di Malaysia, &lt;span class="longtext" style="background-color: #274e13; color: black;"&gt;&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: white none repeat scroll 0% 0%;"&gt;biaya tipping rata-rata sekitar US $ 7.89/ton limbah pada tahun pertama, dan terdapat kenaikan progresif tahunan sebesar 3% menjadi sekitar US $ 13,84 di tahun ke-20. Biaya itu hanya sebatas kompensasi atas jasa pengelolaan sampah di lokasi tertentu yang ditetapkan, tidak termasuk  biaya pengumpulan (collecting), pemungutan retribusi kebersihan dan sampah dari masyarakat dan pengangkutan yang tetap dilaksanakan pemerintah suatu kota, sebagai pelaksana layanan publik ( public services).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #38761d; color: white;"&gt;&lt;span class="longtext"&gt;&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: white none repeat scroll 0% 0%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #38761d; color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #38761d; clear: both; color: black; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQo4DH0cFnI/AAAAAAAAH3Y/Uh4QJ-UgQJo/s1600/26943_356455_n+%25286%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQo4DH0cFnI/AAAAAAAAH3Y/Uh4QJ-UgQJo/s200/26943_356455_n+%25286%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #38761d; color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="longtext"&gt;&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: white none repeat scroll 0% 0%;"&gt;Menjadikan masalah sampah sebagai sumber ekonomi baru kini sangat mungkin dijalankan suatu kota di Indonesia. Pemerintahan daerah/ kota  menyerahkan sebagian kewenangannya, dalam hal pengelolaan sampah, melalui mekanisme kerjasama dengan badan usaha. Penetapan tipping fee, dengan orientasi pemberian pekerjaan dan kesempatan berusaha kepada masyarakat serta,  membuka seluas-luasnya bagi  berkembangnya berbagai jenis teknologi dan skala usaha, adalah strategi penumbuhan ekonomi baru, sekaligus pengelolaan sampah tanpa TPA. Model kota demikian,  seperti kini dilakukan  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="search" style="visibility: visible;"&gt;&lt;i&gt;( eco town) Kyushu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="longtext"&gt;&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: white none repeat scroll 0% 0%;"&gt; di Jepang, maupun kota tanpa TPA yang sedang dibangun di Dongtan, Pulau Chongming, dekat sungai Yangtze, Shanghai, China. Pilihan kebijakan pengelolaan sampah, melalui mekanisme kerjasama dengan banyak pelaku usaha daur ulang (recycle) dan guna ulang (reuse) dari berbagai komunitas di masyarakat, akan merupakan langkah cerdas dalam menumbuhkan ekonomi daerah sekaligus menyelesaikan masalah sampah. Dan, sebenarnya, payung hukum nya pun untuk dilaksanakan di Indonesia, sudah tercantum dalam pasal 6  tentang kewajiban dan kewenangan pemerintah, ayat f, UU No 18/ 2008,  “ .. kewajiban pemerintah daerah adalah memfasilitasi penerapan teknologi spesifik lokal yang berkembang pada masyarakat setempat untuk mengurangi dan menangani sampah...”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="longtext"&gt;&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: white none repeat scroll 0% 0%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="longtext"&gt;&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background-attachment: scroll; background-image: none; background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQo4rXHfs2I/AAAAAAAAH3g/HchKsG2Y22c/s1600/Kriya+bahan+sampah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQo4rXHfs2I/AAAAAAAAH3g/HchKsG2Y22c/s200/Kriya+bahan+sampah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQo5ja2dkvI/AAAAAAAAH3o/edvsM1se8wk/s1600/Elektrik+%25282%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQo5ja2dkvI/AAAAAAAAH3o/edvsM1se8wk/s200/Elektrik+%25282%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="longtext"&gt;&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background-attachment: scroll; background-image: none; background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat;"&gt;Pilihan metoda dan teknologi yang akan dijadikan rambu bagi setiap kota, selain karena persyaratan undang-undang, tentunya mempertimbangkan pula jenis dan karakter material yang akan dikelolanya. Penggunaan metoda pembakaran (incenerator), yang banyak digunakan  masa lalu di berbagai negara, salah satunya, karena dominasi sampah negara itu  anorganik (undegradable). Pola produksi dan konsumsi, yang didukung oleh sistim pertanian maju dan komersial, melakukan pemilahan (sortir) bahan pangan, berupa hasil pertanian,  di pusat produksi (on farm atau kebun). Semua timbulan material sisa dari pertanian dijadikan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: #cc0000;"&gt;pupuk organik kompos&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt; pengiriman bahan pangan ke kota hanyalah produk siap saji,&amp;nbsp; dengan sedikit sekali menyisakan limbah di kota. Sementara lain di negara sedang berkembang, seperti Indonesia, umumnya bahan pangan diandalkan dari hasil pertanian skala kecil tradisional, perlakuan sortasi bahan pangan dilakukan justru di dekat pusat konsumsi (pasar induk, pasar eceran dan rumah tangga), yang menimbulkan sisa&amp;nbsp; material berupa sampah jenis organik alami (degradable). Jenis inilah, yang kemudian menjadi ssampah sebagai sumber masalah menimbulkan bau busuk, timbulnya cairan lindi (lecheate) serta tempat berbiaknya binatang, serangga dan mikroba patogen. Perbedaan komposisi sampah,  antara negara maju dan sedang berkembang, akan menentukan kelayakan dalam pemilihan metoda dan  teknologi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="longtext"&gt;&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background-attachment: scroll; background-image: none; background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQqv5HUOH3I/AAAAAAAAH4g/o9hAglN0Zxc/s1600/Granul.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQqv5HUOH3I/AAAAAAAAH4g/o9hAglN0Zxc/s200/Granul.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="longtext"&gt;&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background-attachment: scroll; background-image: none; background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat;"&gt;Sukses teknologi kelola sampah di negara maju, tidak serta merta dapat diterapkan di lokasi dengan karakter sampah berbeda.Dan, material sisa aktivitas manusia dalam suatu proses yang tidak memiliki keterpakaian, kemudian disebut sampah, juga akan berbeda dipandang komunitas di&amp;nbsp; berbagai lokasi. Sampah jenis organik, yang disebut sebagai pangkal masalah bagi orang di kota, dijadikan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: #cc0000;"&gt;pupuk organik ( kompos, organik granul) maupun pupuk hayati,&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt; &lt;/span&gt;karena sesungguhnya &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=40" style="color: #cc0000;"&gt;bahan organik itu sangat berharga bagi kelangsungan pertanian, perkebunan, tempat tumbuhnya bahan pangan bagi kita semua. &lt;/a&gt;Maka itu, pengelolaan sampah suatu kota, dengan membuat kegunaan baru (reuse)&amp;nbsp; maupun keterpakaian baru ( recycle) tanpa adanya TPA, adalah keniscayaan, jika saja kita tidak mau tergolong kepada manusia pembuat kerusakan  dan pembuatan kemubadziran di muka bumi*). &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #38761d; color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #38761d; color: white;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #38761d; color: #cc0000;"&gt;&lt;a href="http://www.sampah.biz/2010/12/tipping-fee-menumbuhkan-ekonomi-dari.html#links"&gt;Posko Hijau ( Kelola Sampah Berbasis Komunitas): Tipping Fee, Menumbuhkan Ekonomi dari Sampah&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-1955934713891324196?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.sampah.biz/2010/12/tipping-fee-menumbuhkan-ekonomi-dari.html#links' title='Diperlukan Desain Kota Tanpa TPA'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44&amp;sort=2a&amp;language=ID' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/1955934713891324196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/12/diperlukan-desain-kota-tanpa-tpa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/1955934713891324196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/1955934713891324196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/12/diperlukan-desain-kota-tanpa-tpa.html' title='Diperlukan Desain Kota Tanpa TPA'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQqqpv1ERII/AAAAAAAAH34/I9jlDn7gMkU/s72-c/Kompos2-1+%252857%2529.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-1785825018224291154</id><published>2010-12-14T07:29:00.000-08:00</published><updated>2010-12-14T07:29:46.074-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengelolaan Sampah Kota Tanpa TPA'/><title type='text'>Pengelolaan Sampah suatu Kota, Tanpa Keberadaan TPA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQeMi1N2_VI/AAAAAAAAH0k/LSPjdLpamQM/s1600/Hand+Rotary+Composter+%252819%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="177" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQeMi1N2_VI/AAAAAAAAH0k/LSPjdLpamQM/s200/Hand+Rotary+Composter+%252819%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengikuti kontroversi atas rencana pengelolaan sampah berbasis teknologi ( PLTSa) kota Bandung, sejauh ini nampak diskursusnya lebih menitikberatkan pada analisa manfaat dan resiko atas pilihan berbagai jenis teknologi. Padahal, lebih besar dari itu, kewajiban layanan publik (public services) pemerintah dalam pengelolaan kebersihan kota, selain pengelolaan TPA, menyangkut pula berbagai aktivitas mulai pemungutan dari lokasi sumber timbulnya sampah,  pengumpulan, dan pengangkutan, beserta penyediaan sarana dan prasarananya. Sekiranya, yang dimaksud pemerintah kota Bandung, mekanisme kerjasama dengan badan usaha adalah terbatas pada pengelolaan di tempat pembuangan, dan bukan keseluruhan aktivitas pengelolaan kebersihan kota maka, uji kelayakan kerjasama pemerintah dengan badan usaha dapat diukur oleh perbandingan besaran manfaat serta keluaran biaya, dibanding pola pembuangan sampah ke TPA sebagaimana berlangsung sebelumnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQeMafGTZzI/AAAAAAAAH0g/x13EpADnh4o/s1600/Pabrik-7.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQeMafGTZzI/AAAAAAAAH0g/x13EpADnh4o/s200/Pabrik-7.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam posisi pemerintah kota sebagai pelaksana layanan publik ( public services),  tentu memiliki acuan atas besaran biaya pengelolaan TPA. Besaran itulah, yang akan serta merta menjadi acuan (benchmark) dalam penetapan besaran biaya ( tipping fee) yang harus dibayar pemerintah kepada badan usaha. Dengan adanya acuan standar atas biaya pengelolaan sampah per satuan (volume/ berat) tertentu, selanjutnya pemerintah dapat memberikan pilihan kepada banyak entitas pengelola, dengan berbeda teknologi maupun berbeda lokasi pengelolaanya. Jasa pengelolaan sampah, setelah penetapan besaran tipping fee maupun tolok ukur pekerjaannya, selanjutnya akan menjadi satuan pekerjaan, yang dapat diserahkan pengerjaannya kepada rekanan badan usaha - yang memenuhi syarat dan kemampuan (eligible). Model penyerahan sebagian kewenangan pemerintah kepada masyarakat seperti ini, atau pengelolaan sampah berbasis komunitas, akan menumbuhkan prakarsa dan kreativitas masyarakat dalam mengajukan teknologi, sepanjang memenuhi prasyarat yang telah ditetapkan pemerintah sebelumnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQeML6WpQAI/AAAAAAAAH0c/vy0YUKN6VUc/s1600/Motor+Roda+3+%252870%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQeML6WpQAI/AAAAAAAAH0c/vy0YUKN6VUc/s200/Motor+Roda+3+%252870%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Persaingan berdasar mekanisme pasar akan terjadi, berbagai komponen masyarakat ( swasta, BUMN, LSM, koperasi) akan berlomba mengajukan lokasi pengelolaan beserta jenis teknologinya. Dan, pemerintah kota pun, tinggal melakukan pilihan kepada banyak pilihan pihak dan menetapkan kepada siapa saja yang dinilai memiliki kesanggupan dengan disertai bukti atas kemampuannya mengelola sampah tersebut. Model pengelolaan sampah berbasis komunitas, yakni dengan sebesar-besarnya menyertakan partisipasi masyarakat seperti diatas, akan memberikan keragaman bagi tumbuhnya aneka pilihan teknologi untuk semakin lama, semakin kompetitif. Dan, manfaat berikutnya, kota tidak memerlukan lagi tempat pembuangan (TPA)&amp;nbsp; Sampah secara tersentralisasi, sebagaimana kini berlangsung dengan segala permasalahannya*)  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.sampah.biz/2008/08/ancaman-pemanasan-global.html"&gt;Posko Hijau ( Kelola Sampah Berbasis Komunitas): Wacana Sampah Kota Belum Usai, Metoda 3 R Makin Berkembang&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-1785825018224291154?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.sampah.biz/2008/08/ancaman-pemanasan-global.html' title='Pengelolaan Sampah suatu Kota, Tanpa Keberadaan TPA'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/1785825018224291154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/12/pengelolaan-sampah-suatu-kota-tanpa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/1785825018224291154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/1785825018224291154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/12/pengelolaan-sampah-suatu-kota-tanpa.html' title='Pengelolaan Sampah suatu Kota, Tanpa Keberadaan TPA'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQeMi1N2_VI/AAAAAAAAH0k/LSPjdLpamQM/s72-c/Hand+Rotary+Composter+%252819%2529.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-7374060401806557389</id><published>2010-12-14T03:00:00.000-08:00</published><updated>2010-12-14T03:00:19.338-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Timbulan Sampah Makin Besar'/><title type='text'>Timbulan Sampah Makin Besar, Pencarian Solusi Tak Pernah Usai</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TQdJqaR1YII/AAAAAAAAAJg/GDEcQ6wdz7g/s1600/Waste+energy+cartoon.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TQdJqaR1YII/AAAAAAAAAJg/GDEcQ6wdz7g/s200/Waste+energy+cartoon.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wacana pemanfaatan sampah sebagai tenaga listrik (waste to energy) atau pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) telah lama dicanangkan banyak pimpinan kota di Indonesia, mulai Tangerang, Surabaya, Sarbagita Bali, Malang, Bekasi, Palembang, demikian juga kota Bandung, Cimahi, dan kota lainnya.&amp;nbsp; Namun, hingga kini, setelah diwacanakan lima tahun lalu di Surabaya dan Bali, hampir dipastikan, belum ada pembuktian jika pemanfaatan sampah menjadi tenaga listrik (waste to energy), memiliki kelayakan secara ekonomi, sosial, apalagi secara lingkungan. Rencana kebijakan, yang terlontar dan mengambang bertahun-tahun, justru malahan, membuat gamang dan ragu berbagai komponen masyarakat, dalam berpartisipasi ikut mengatasi masalah sampah kotanya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQczYSz3KUI/AAAAAAAAH0U/ptmxnf-CD_8/s1600/email028.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQczYSz3KUI/AAAAAAAAH0U/ptmxnf-CD_8/s200/email028.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbagai inisiatif dan &lt;span style="color: blue;"&gt;prakarsa masyarakat dalam &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;pengelolaan sampah di sumbernya, melalui pembuatan kompos,&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;dan daur ulang aneka jenis anorganik menjadi kriya kerajinan, misalnya, seolah terbatasi oleh kurangnya dukungan pemerintah, dan akhirnya, perlahan tapi pasti, mati suri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mekanisme insentif dan disinsentif tidak berjalan, entitas penimbul sampah yang dapat mengelola sampahnya secara mandiri, tetap saja dipungut retribusi kebersihan kota. Diasumsi para penggiat pengelolaan sampah swadaya, sumber daya anggaran pembangunan kota dan, bahkan, material sampahnya pun, setelah beroperasi proyek (PLTSa), pasti akan diprioritaskan bagi pemenuhan proyek besar- yang menjadi pertaruhan tersebut. Melakukan investasi atas inisiatif swadaya, dalam jangka menengah bisa merugikan tatkala timbul persaingan dalam&amp;nbsp; perolehan sampah sebagai bahan baku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQczMEm3VnI/AAAAAAAAH0Q/FhHzvYXpDY4/s1600/SUC30043-1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="165" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQczMEm3VnI/AAAAAAAAH0Q/FhHzvYXpDY4/s200/SUC30043-1.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan sampah berbasis teknologi&amp;nbsp; skala suatu kota (PLTSa) demikian dapat difahami, karena kurangnya pasokan sampah kepada proyek PLTSa, misalnya, yang memang diketahui memiliki syarat skala minimal pasokan tertentu bagi keberlangsungan operasinya, akan membuat terganggunya proyek. Manakala banyak sampah didaur ulang di sumber timbulnya, atau&amp;nbsp; adanya moral hazrads pelaksana pengangkutan melakukan pengalihan pengiriman sampah, bisa mengancam gagalnya pemenuhan minimal bahan baku&amp;nbsp; PLTSa.&amp;nbsp; Apalagi, jika anggaran pemerintah kota dan retribusi, yang nantinya akan jadi beban masyarakat, bagi pembayaran jasa pengelolaan sampah ( tipping fee) berhenti, investor tidak lagi mau menjalankan proyeknya&amp;nbsp; secara gratis. Pengelolaan sampah&amp;nbsp; berskala besar,&amp;nbsp; seringkali terhadang pelaksanaannya, bukan oleh persoalan investasi dan teknologi semata, namun, secara sosial masyarakat belum bisa mengerti sisi kemanfaatannya secara langsung. Terhambatnya pengelolaan sampah skala besar, dilihat dari pengalaman&amp;nbsp; di beberapa kasus, adalah berkaitan dengan tingkat partisipasi warga. Proyek tersentralisasi seperti demikian itu, berpeluang menurunkan inisiatif dan prakarsa masyarakat dalam ikut serta menjalankan dan berinvestasi secara swadaya dan berskala kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQca_ZvbmaI/AAAAAAAAH0A/ooV49BuqCNs/s1600/Leuwigajah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQca_ZvbmaI/AAAAAAAAH0A/ooV49BuqCNs/s200/Leuwigajah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Terlepas dari adanya pro dan kontra kepada proyek pengelolaan sampah skala suatu kota (waste to energy) namun, karena sampah telah menjadi masalah yang mengganggu keseharian warga penduduk dengan adanya banjir, tumpukan penimbul bau dan gangguan pada sanitasi serta kesehatan, maka pengelolaannya adalah suatu keharusan. Sementara pimpinan kota masih berwacana dan menyiapkan suprastruktur (peraturan, sistim, mekanisme, studi kelayakan dan investasi) maupun infrastruktur, metoda 3R, yang dapat dilakukan dengan biaya murah, dan dapat dilakukan di sumber timbulnya sampah, justru makin berkembang. 3 R sebagai kegiatan reuse, &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQca1izA5LI/AAAAAAAAHz8/nGY_SNIUBHw/s1600/10.+Pengemasan+Kompos2-7.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQca1izA5LI/AAAAAAAAHz8/nGY_SNIUBHw/s200/10.+Pengemasan+Kompos2-7.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;reduce, dan recycle, nampaknya suatu pilihan logis dilakukan saat ini, baik atas motivasi usaha maupun niatan peduli lingkungan mereduksi pemanasan global. Metoda 3 R,&amp;nbsp; dengan berbasis masyarakat (komunitas) terus berlangsung, baik dengan atau tanpa dukungan pemerintah sekalipun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Reuse, menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama, ataupun fungsi lainnya, adalah ajaran agama untuk tidak membubadzirkan sesuatu barang. Reduce, berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, adalah ajaran nilai dan agama untuk berlaku hidup bersih dengan meminimalkan pembuangan material. Dan, recycle, berarti mengolah kembali ( daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat, adalah pekerjaan mulia, karena merobah masalah menjadi berkah bagi manusia. Metoda 3 R, dengan berkurangnya kebutuhan barang baru dan minimalnya timbulan sampah, sangat berarti guna mereduksi timbulan emisi gas (methana dan hidrogen sulfida),&amp;nbsp; penyebab utama pemanasan global.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQcauZJQvFI/AAAAAAAAHz4/SXKUkPHn5Bo/s1600/balad+kompos+%252812%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TQdJ87jaZeI/AAAAAAAAAJk/gxIlbWuxWUs/s1600/Bencana+Leuwigajah+%252831%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TQdJ87jaZeI/AAAAAAAAAJk/gxIlbWuxWUs/s200/Bencana+Leuwigajah+%252831%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQcajQMFXoI/AAAAAAAAHz0/efTwq3g1KTM/s1600/RKE+2000+L.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Salah satu kegiatan 3 R, yang kini dilakukan di berbagai kawasan komersial, adalah pengomposan (composting). Dengan memahami karakter sampah di semua kota di Indonesia, didominasi jenis organik (degradable) atau berasal dari makhluk hidup, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;teknologi pengomposan (composting technology)&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;menjadi sangat penting. Logika umum (common sense), mengurai bahan alami (degradable) jauh dapat diterima ketimbang, misalnya, membakarnya guna pembangkitan energi. Pengomposan juga berkaitan dengan kondisi ekonomi agraris, ketika jutaan hektar lahan membutuhkan pengembalian bahan organik bagi perbaikan dan pemeliharaan tempat&amp;nbsp; budidaya tanaman, bahan makanan kita semua. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQcauZJQvFI/AAAAAAAAHz4/SXKUkPHn5Bo/s1600/balad+kompos+%252812%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQcauZJQvFI/AAAAAAAAHz4/SXKUkPHn5Bo/s200/balad+kompos+%252812%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span&gt;Pengomposan (composting), berasal dan populer di pertanian, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;engan modifikasi teknik bedeng menjadi rotary kiln,&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;sebagai alat mesin lebih modern dibanding cara manual (teknik bedeng terbuka),&amp;nbsp; menjadi layak diterapkan di perkotaan. &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: blue;"&gt;Instalasi rotary kiln&lt;/a&gt; kini sudah banyak dipercayai dan dirasakan manfaatnya dalam menyelesaikan masalah yang ditimbulkan sampah, khususnya sampah organik. Instalasi&amp;nbsp; Rotary Kiln, dalam bentuk &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: blue;"&gt;Instalasi Produksi Kompos Kota (IPKK) &lt;/a&gt;misalnya, dapat ditemui mengatasi masalah sampah di beberapa kawasan komersial ( pemukiman, mall, hotel, kawasan industri, pabrik,dll).&amp;nbsp; IPKK juga berguna dalam mengatasi masalah sampah dan limbah di kawasan sosial ( sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, dll) serta masalah, yang ditimbulkan dari keberadaan limbah organik (industri makanan dan minuman, serta limbah pertanian, limbah peternakan dan perkebunan).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQcajQMFXoI/AAAAAAAAHz0/efTwq3g1KTM/s1600/RKE+2000+L.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="165" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQcajQMFXoI/AAAAAAAAHz0/efTwq3g1KTM/s200/RKE+2000+L.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span&gt;Instalasi pengelolaan sampah yang dapat dioperasikan di lokasi sumber timbulnya sampah ini, sekurangnya telah mengurangi peningkatan keluaran CH4 dan H2S, dari sampah organik jika tanpa pengelolaan, tentu saja berkontribusi mengurangi resiko dari pemanasan global. Timbulan sampah, yang kian hari makin besar,&amp;nbsp; sementara diprediksi biaya mobilisasi pembuangannya pun akan makin meningkat dari tahun ke tahun,  memang sudah seharusnya di kelola di sumber timbulnya masing-masing, salah satunya dengan dibuat kompos. Sampah, yang timbul tiap hari dan makin besar volumenya, tidak lagi bisa menunggu wacana&amp;nbsp; dan diskusi pencarian solusinya   usai.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-7374060401806557389?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44' title='Timbulan Sampah Makin Besar, Pencarian Solusi Tak Pernah Usai'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/7374060401806557389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/12/timbulan-sampah-makin-besar-pencarian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/7374060401806557389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/7374060401806557389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/12/timbulan-sampah-makin-besar-pencarian.html' title='Timbulan Sampah Makin Besar, Pencarian Solusi Tak Pernah Usai'/><author><name>Posko Hijau (Green_Phoskko)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07747332008871133780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TP2G1j-1fDI/AAAAAAAAAI0/LIf1NMO_ys4/S220/Desain%2BTopi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TQdJqaR1YII/AAAAAAAAAJg/GDEcQ6wdz7g/s72-c/Waste+energy+cartoon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-2155988437329500656</id><published>2010-12-11T18:29:00.000-08:00</published><updated>2010-12-11T20:24:27.798-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masalah sampah dan banjir'/><title type='text'>Masalah Sampah, Banjir dan Perilaku Primitif</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQQxxJHtumI/AAAAAAAAHsU/mmFN294zw1w/s1600/Leuwigajah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQQxxJHtumI/AAAAAAAAHsU/mmFN294zw1w/s200/Leuwigajah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat genangan air hujan di jalanan perkotaan, areal pesawahan petani dan komplek perumahan, makin diyakini kalau sampah menjadi penyebab tersumbatnya aliran air ke hilir. Tanpa pengelolaan, sampah akan menjadi masalah, bukan saja merugikan pembangunan suatu kota, namun sudah menjadi kerugian dari individu, keluarga dan masyarakat sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQQxqWijNYI/AAAAAAAAHsQ/lpHob4cCfHk/s1600/Hasil+sampah_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQQxqWijNYI/AAAAAAAAHsQ/lpHob4cCfHk/s200/Hasil+sampah_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemacetan lalulintas akibat tergenangnya jalanan oleh air, memaksa pengendara mobil menghabiskan bahan bakar dan waktu ber jam-jam di jalanan. Tergenangnya sawah, membuat petani kehilangan biaya tanam dan pemeliharaan padi. Banjir di perumahan telah merusak peralatan rumah tangga, menghilangkan berkas penting dan membuat kehidupan rumah tangga dan keluarga menjadi susah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQQxc-4RpcI/AAAAAAAAHsM/Z27O3pQ_sJg/s1600/Hasil+Olah+sampah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQQxc-4RpcI/AAAAAAAAHsM/Z27O3pQ_sJg/s200/Hasil+Olah+sampah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendeknya, perilaku kita semua terhadap keberadaan sampah, dengan tidak mengelolanya &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue;"&gt;pada sumber dimana timbulnya,&lt;/a&gt; kemudian bahkan, malahan dibuang ke sungai, selokan, saluran air perkotaan dan jalanan, akan kembali merugikan kita semua. Cara pandang kita kepada sampah seperti itu, tidak ubahnya dengan perilaku kaum primitif. Ketika ilmu pengetahuan dan tingkat budaya suatu komunitas, belum memberi pencerahan tentang manfaat dari suatu pengelolaan sampah, serta kerugian jika membiarkannya, dapat dimengerti ketika&amp;nbsp; kita memperlakukan sampah, adalah membuangnya. Karena, hanya komunitas dan bangsa berbudaya maju, yang menyadari dan mengerti kalkulasi sosial dari manfaat dan kerugian akan suatu material. Tanpa menyadari keterpakaian dan kegunaan material, sisa aktifitas manusia, yakni berupa sampah tersbut, kita harus rela disebut sebagai komunitas dan bangsa yang masih primitif. Jika tidak rela disebut demikian, ayo dong kelola sampah di sumber dimana tempat awal timbulannya*)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.sampah.biz/2010/12/sampah-penyebab-sistemik-genangan.html#links"&gt;Posko Hijau ( Kelola Sampah Berbasis Komunitas): Sampah, Penyebab Sistemik Genangan Banjir&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-2155988437329500656?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.sampah.biz/2010/12/sampah-penyebab-sistemik-genangan.html#links' title='Masalah Sampah, Banjir dan Perilaku Primitif'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/2155988437329500656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/12/masalah-sampah-banjir-dan-perilaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/2155988437329500656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/2155988437329500656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/12/masalah-sampah-banjir-dan-perilaku.html' title='Masalah Sampah, Banjir dan Perilaku Primitif'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQQxxJHtumI/AAAAAAAAHsU/mmFN294zw1w/s72-c/Leuwigajah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-8745332180329446944</id><published>2010-12-09T16:26:00.000-08:00</published><updated>2010-12-09T16:48:09.209-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memisah Sampah di sumber timbulnya'/><title type='text'>Cara Hidup Berseka, Mengurai Masalah Sampah di Kota</title><content type='html'>&lt;div align="justify" style="color: black; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOP0xo-FqYI/AAAAAAAAGWI/3uC6JLBVJ8E/s1600/Membuat+Kompos-2+%252865%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOP0xo-FqYI/AAAAAAAAGWI/3uC6JLBVJ8E/s200/Membuat+Kompos-2+%252865%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: red; font-size: 85%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;; font-size: 85%;"&gt;Setiap hari manusia menghasilkan sampah, baik berupa material sisa aktifitas buangan di rumah tangga, lingkungan fasilitas umum seperti alun-alun dan pasar maupun sampah industri. Material sisa yang dianggap tidak memiliki kegunaan, disebut sampah, bermacam-macam bentuk dan jenisnya. Sampah, jika tidak diurus dan dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah lingkungan, yang sangat merugikan. Sampah, yang menumpuk dan membusuk didekat tempat hidup manusia dapat menjadi sarang kuman dan binatang, selanjutnya dapat mengganggu kesehatan manusia baik badan maupun jiwa, serta mengganggu estetika lingkungan karena terkontaminasinya pemandangan oleh tumpukan sampah dan bau busuk yang menyengat hidung. Belum lagi akibat sampah dibuang di jalanan, menyumbat drainase di kota bisa sebabkan banjir, khususnya di musim dengan intensitas hujan yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: orange; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQFxEw-Rs2I/AAAAAAAAHgI/agYaz5lbvcY/s1600/SUC30029.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQFxEw-Rs2I/AAAAAAAAHgI/agYaz5lbvcY/s200/SUC30029.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 85%;"&gt;Masalah sampah itu unik, bagi pedesaan, banyaknya sampah&amp;nbsp; di kebun dan bahkan pasar desa justru menguntungkan bagi  petani,  mendapatkan  bahan pembuatan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;kompos &lt;/a&gt;di kebunnya.  Industri tahu di Sumedang diburu peternak sapi, yang ingin mendapatkan limbahnya, karena pakan sapi asal limbah tahu memiliki protein tinggi bagi ternaknya.   Sampah, jadi masalah adalah ketika, material sisa aktifitas manusia dianggap tidak memiliki keterpakaian atau kegunaan lagi. Pola berfikir ini hanya akan bisa berobah&amp;nbsp; manakala seseorang atau komunitas tahu  kegunaan dari beragam  material yang terdapat dalam kelompok sampah,. Komunitas ibu UPPKS di Bandung memulai daur ulang kemasan produk kopi menjadi tas unik, ketika tahu karakter sampah kemasan tersebut ternyata kuat dan bisa dijahit. Sesungguhnya, aneka material sampah, sejalan dengan pengetahuan dan hasil penelitian, akan memiliki keterpakaian dan kegunaan baru&amp;nbsp; jika saja berada dalam satuan homogen,&amp;nbsp; tidak bercampur antara karakter satu dan karakter lainnya, dan itu harus memulainya dengan memilah sampah berdasar pada jenisnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=42"&gt;Bagaimana Mengelola Sampah ?&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQFw5Ekd98I/AAAAAAAAHgE/oJkifaaK_sE/s1600/SUC30026-3.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="147" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQFw5Ekd98I/AAAAAAAAHgE/oJkifaaK_sE/s200/SUC30026-3.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;Berikut ini adalah hal-hal yang wajib diperhatikan dalam cara hidup BerSeka. Hidup senang dengan bersih, sehat&amp;nbsp; dan kampanyekan kebersihan (berseka) adalah dengan mengelola t&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=42"&gt;empat sampah rumah tangga &lt;/a&gt;atau  tempat pembuangan sampah rumah, sebagaimana disarankan standar kesehatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pisahkan sampah kering hasil indutsri atau non organik ( undegradable material) dengan sampah basah alami atau organik (degradable material) dalam wadah plastik. Maksud pemisahan ini karena sampah organik akan membusuk dalam waktu kurang dari 24 jam (tanpa aerasi yang baik) sehingga jika tergabung dengan sampah an-organik akan menjadikan semua bahan tercemari dan sulit guna di daur ulang sendiri maupun oleh pihak lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; 2. Tempat sampah harus terlindung dari sinar matahari langsung, hujan, angin, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; 3. Hindari tempat sampah menjadi sarang binatang seperti kecoa, lalat, belatung, tikus, kucing, semut, dan lain-lain dengan menempatkannya dengan jarak tertentu diatas permukaan lantai,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Buang sampah dalam kemasan plastik atau fiber  yang  tidak tertutup rapat agar tidak mudah mengeluarkan bau yang tidak sedap akibat keluaran gas metahana (CH4) dan hidrogen sulfida (H2S).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQFwxtLPERI/AAAAAAAAHgA/4BOPehMQa9Y/s1600/Posko+Hijau+%252814%2529-1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="182" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQFwxtLPERI/AAAAAAAAHgA/4BOPehMQa9Y/s200/Posko+Hijau+%252814%2529-1.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Tempat sampah harus aman dari segala gangguan namun mudah dijangkau untuk kepentingan upaya menjaga kebersihan maupun upaya daur ulang sampah melalui pengomposan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbatasnya informasi dan pemahaman masyarakat akan perbedaan sampah organik ( berasal dari makhluk hidup) dan limbah hasil industri (anorganik), tempat sampah yang benar harus disertai dengan keterangan daftar nama dan gambar yang memudahkan semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak belajar membedakan kedua jenis sampah tersebut. Persepsi masyarakat juga harus dirobah, sampah bau karena tanpa oksigen ( anaerobik), lebih 20 jam akan timbulkan bau. Dengan menutup rapat, pada tempat sampah&amp;nbsp; di tempat umum maupun kantong plastik, sebenarnya itulah pangkal masalah bau yang ditimbulkan sampah organik. Mikroba patogen beraksi pada kondisi sampah berada tanpa oksigen. Jadi bukan karena bau maka ditutup, tapi justru karena tertutup rapat, terjadi reaksi anaerobik, keluarlah gas polutan ( methan dan hidrogrn sulfida) yang disebut sebagai bau busuk. Tempat sampah, khususnya bagi kelompok jenis organik, yang benar adalah memiliki aerasi bagi masuknya oksigen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQFwRtCbiSI/AAAAAAAAHf8/7GhU25xRYYw/s1600/SUC30011.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="137" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQFwRtCbiSI/AAAAAAAAHf8/7GhU25xRYYw/s200/SUC30011.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?products_id=264"&gt;Tempat Sampah Terpilah BerSeka &lt;/a&gt;ini menyajikan semua kepentingan standar kesehatan diatas sehingga layak dimilki semua keluarga di kota yang mendambakan kehidupan berseka. Cara hidup berseka adalah upaya partisipasi dari lingkungan terkecil penghasil sampah, yakni keluarga. Cara hidup berseka, adalah kegiatan awal kita bersama dalam ikut mengurai masalah sampah di perkotaan melalui upaya pemanfaatan kembali ( reuse), mengurangi timbulnya ( reduse) dan memanfaatkannya menjadi bentuk baru&amp;nbsp; (recycle), dan ketiga upaya itu dimulai dengan membuangnya secara terpisah berdasar jenisnya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=42"&gt;Berapa Banyak Alat dan Berapa Nilai Alat Instalasi Pengelolaan Sampah ?&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kapasitas 1 Unit &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=42"&gt;Tempat Sampah Terpilah (TST)&lt;/a&gt; ini adalah 5 liter, atau setara dengan kebutuhan suatu rumah tangga kecil ( 5 jiwa)/ hari. Rata-rata keluaran sampah di Indonesia 2,6 liter/jiwa/hari dibagi menjadi 2 ( dua) jenis sampah ( organik dan an-organik) sehingga dikurangi sampah terbuang diluar rumah dapat di kalkulasi sampah organik terbuang 5 jiwa di rumah adalah 5 liter.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;Selanjutnya,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;a href="http://www.sampah.biz/2006/12/mengelola-sampah-di-sumbernya-rumah.html"&gt;Posko Hijau ( Kelola Sampah Berbasis Komunitas): Mengelola Sampah Di Sumbernya, Rumah Tangga&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-8745332180329446944?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.sampah.biz/2006/12/mengelola-sampah-di-sumbernya-rumah.html' title='Cara Hidup Berseka, Mengurai Masalah Sampah di Kota'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/8745332180329446944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/12/cara-hidup-berseka-mengurai-masalah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8745332180329446944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8745332180329446944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/12/cara-hidup-berseka-mengurai-masalah.html' title='Cara Hidup Berseka, Mengurai Masalah Sampah di Kota'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOP0xo-FqYI/AAAAAAAAGWI/3uC6JLBVJ8E/s72-c/Membuat+Kompos-2+%252865%2529.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-1688553083140515401</id><published>2010-12-05T16:12:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T16:31:27.228-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solusi Masalah Sampah'/><title type='text'>Peluang Bisnis Pengelolaan Sampah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPwrJff9o9I/AAAAAAAAG18/w46cN3wyAZA/s1600/DSC090003.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPwrJff9o9I/AAAAAAAAG18/w46cN3wyAZA/s1600/DSC090003.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Instalasi Produksi Kompos Kota ( IPKK)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPwrbigQ9zI/AAAAAAAAG2A/o55rjKqCcZ0/s1600/Kencol+%252876%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPwrJff9o9I/AAAAAAAAG18/w46cN3wyAZA/s1600/DSC090003.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="141" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPwrJff9o9I/AAAAAAAAG18/w46cN3wyAZA/s200/DSC090003.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pilihan teknologi menggunakan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;Rotary Klin, kapasitas olah sampah dan limbah 3 m3/ &lt;/a&gt;unit/ batch produksi/ hari, diperlukan 5 unit untuk suatu IPKK dengan modal investasi sekitar Rp 97.000.000 ( tergantung pilihan alat manual atau elektrik),  lengkap dengan alat pencacah ( chopper) dan screen Tools ( diluar bangunan peneduh). Mengelola sampah kota dengan hasil pupuk cair dan kompos padat menggunakan Rotary Klin yang membentuk 1 IPKK ini akan memerlukan biaya 4 kantong @ 7 Kg mineral &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;( bulking agent) Green Phoskko (GP-2) &lt;/a&gt;@ Rp 5.000, -/ kg dan 1 kg ~ 4 Pack&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;aktivator Green Phoskko&amp;nbsp; (GP-1)&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;@ Rp 27. 500, - / kg atau total sekitar Rp 250.000, -/ proses batch produksi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPwrbigQ9zI/AAAAAAAAG2A/o55rjKqCcZ0/s1600/Kencol+%252876%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="121" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPwrbigQ9zI/AAAAAAAAG2A/o55rjKqCcZ0/s200/Kencol+%252876%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan biaya itu, akan menghasilkan 40 % &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;kompos padat &lt;/a&gt;dari berat bahan sampah organik ( atau semula 1 ton sampah, akan menjadi sekitar 400 kg kompos) . Disamping hasil kompos padat, terdapat 20 botol &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;pupuk organik cair ( liquid organic fertilizer) &lt;/a&gt;@ Rp 20.000/ botol @ 500 ml  yang jika dinilai sekitar Rp 1. 400.000, -/ batch proses produksi. Sebagaimana diketahui, harga kompos Rp 1000, -/ kg ditambah harga pupuk organik cair Rp 20.000, - hingga Rp 40.000, -/ botol @ 500 ml.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPwr92m2kpI/AAAAAAAAG2E/742EDhrRXsQ/s1600/Farming7.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPwr92m2kpI/AAAAAAAAG2E/742EDhrRXsQ/s200/Farming7.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan mengolah sampah lingkungan sekitar perumahan berpendapatan tinggi, jasa pengelolaan sampah lingkungan akan memberi pendapatan tambahan berupa " retribusi " kebersihan yang umum dikumpulkan oleh Rukun Warga maupun developer. Dengan kapasitas &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: blue;"&gt;5 unit Rotary Klin dalam IPKK&lt;/a&gt; ini 3 m3/ hari akan mampu mengolah sampah dari sekitar 150 sampai 200 rumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.kompos.biz/2008/06/peluang-bisnis-pengelolaan-sampah.html"&gt;Kompos ( Green Phoskko Organic Product): Peluang Bisnis Pengelolaan Sampah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-1688553083140515401?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kompos.biz/2008/06/peluang-bisnis-pengelolaan-sampah.html' title='Peluang Bisnis Pengelolaan Sampah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/1688553083140515401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/12/peluang-bisnis-pengelolaan-sampah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/1688553083140515401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/1688553083140515401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/12/peluang-bisnis-pengelolaan-sampah.html' title='Peluang Bisnis Pengelolaan Sampah'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPwrJff9o9I/AAAAAAAAG18/w46cN3wyAZA/s72-c/DSC090003.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-3071284310020530945</id><published>2010-12-01T02:39:00.000-08:00</published><updated>2010-12-01T02:39:47.187-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan Sampah'/><title type='text'>Kementerian PU Siap Bangun 1.300 Pengolahan Sampah</title><content type='html'>&lt;div class="arial13" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div id="newstext"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;REPUBLIKA.CO.ID,PALEMBANG--Kementerian  Pekerjaan Umum RI siap membangun 1.300 lokasi pengolahan limbah rumah  tangga secara nasional. "Program itu telah disampaikan ke pemerintah  daerah, tinggal kepala daerah yang merespon segera agar menyiapkan  berbagai persyaratan untuk menerima proyek tersebut," kata Dirjen Cipta  Karya Kementerian Pekerjaan Umum RI, Budi Yuwono ketika menghadiri  seminar internasional sanitasi, di Palembang, Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia,  saat ini pihaknya siap melaksanakan program tersebut, tetapi bisa  terealisasi kalau pemerintah daerah (pemda) merespon dengan serius.  Komitmen pemerintah daerah terhadap pengolahan limbah menjadi penilaian  bagi kementerian untuk melaksanakan program pengolahan limbah di daerah,  tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, kementerian menyiapkan pengolahan  limbah cair rumah tangga dengan sistem terpusat maupun komunal. Pemda  bisa segera mengusulkan untuk menjadi lokasi proyek pengolahan limbah  rumah tangga dan harus memiliki komitmen tinggi terhadap peningkatan  kualitas sanitasi, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, daerah manapun yang  mampu memenuhi syarat akan mendapatkan proyek pembangunan sistem  pengolahan limbah. Sampai kini pihaknya masih menunggu pengajuan dari  pemerintah daerah, ujarnya. Budi menambahkan, khusus untuk Kota  Palembang secara umum pihaknya menilai komitmen wali kota sudah sangat  bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja untuk mendapatkan proyek tersebut perlu  pengajuan dengan syarat pemda berkomitmen dalam melaksanakan program  sesuai ketentuan, seperti menyediakan lokasi tempat pembangunan sarana  pengolahan limbah juga memiliki sumberdaya manusia yang siap mendapat  pelatihan, tambah dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="abu-tebal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Red:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="abu-tipis" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Krisman Purwoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-3071284310020530945?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Kementerian PU Siap Bangun 1.300 Pengolahan Sampah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/3071284310020530945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/12/kementerian-pu-siap-bangun-1300.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/3071284310020530945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/3071284310020530945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/12/kementerian-pu-siap-bangun-1300.html' title='Kementerian PU Siap Bangun 1.300 Pengolahan Sampah'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-5135491113294713242</id><published>2010-11-28T00:06:00.000-08:00</published><updated>2010-11-28T00:22:09.755-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Metoda Bedeng'/><title type='text'>Metoda Bedeng Bukan Pilihan Tepat Pengolahan Sampah Kota</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHtT5tw6UI/AAAAAAAAGsg/5B2Na-UAE2Q/s1600/Kencanaonline+%252896%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mencuatnya  masalah sampah di perkotaan seringkali mengundang para peneliti,  lembaga kemasyarakatan bahkan pengusaha menawarkan berbagai teknologi  guna ikut mengatasinya. Berbagai kelebihan dari tiap metoda yang  ditawarkan tentu saja menjadi pekerjaan para pengelola kota dan  pemerintah mengkajinya, memilih yang paling sesuai dengan kondisi sosio  ekonomi daerah dimana masalah sampah berada. Namun, yang paling pasti,  diantara banyak teknologi seperti tenaga listrik  berbahan sampah (PLTSa), teknologi pembakaran (insinerator), hingga  pemanfaatan gas methana bagi pembangkitan turbin tenaga listrik, metoda  paling populer di pertanian - yakni pengomposan -ketika ditawarkan bagi  perkotaan menjadi dianggap kuno, tidak modern, rumit dan bercitra  agraris ( ndeso).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHq2IffS3I/AAAAAAAAGsU/V_RMTDw2_gI/s1600/Bedeng3.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHqgnPbTEI/AAAAAAAAGsM/6wiTjZlzEXg/s1600/Bedeng11.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHqgnPbTEI/AAAAAAAAGsM/6wiTjZlzEXg/s200/Bedeng11.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHqr8Hxe9I/AAAAAAAAGsQ/ieLfior0OJ4/s1600/Bedeng2.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHqr8Hxe9I/AAAAAAAAGsQ/ieLfior0OJ4/s200/Bedeng2.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Persepsi  negatif atau kurang mendukung dari banyak pihak pada teknologi  pengomposan (composting) dapat dimengerti, ketika dipersepsikan semua  pengomposan adalah metoda bedeng terbuka ( open windrows method).  Metoda bedeng terbuka- yang kendati populer di pertanian dan pedesaan  dalam membuat kompos ini, manakala hendak dibawa ke kota -yang tentu  saja memiliki kondisi sosial, lingkungan dan kultur berbeda dengan  pertanian.&amp;nbsp; Jika tanpa perbaikan teknis teknologis, pastilah memang bukan  solusi tepat.&amp;nbsp; Pada tiap satuan ton sampah, memerlukan  luasan lahan bedeng setidaknya 3 x 8 m= 24 m2, dikali lama proses  dekomposisi sampah organik 30 hingga 45 hari. Dapat dihitung,  sekurangnya membutuhkan&amp;nbsp; 1000 m2 - termasuk sarana pemilahan (sortir)  dan penyimpanan input-output. Maka, alat&amp;nbsp; mesin tercanggih yang  diperlukan bagi metoda bedeng ( open windrows) ini seolah menjadi murah,  hanya mesin pencacah ( chopper, counting) bagi keperluan  pengecilan ukuran material ( menjadi 2-5 cm). Padahal, p&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=40&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue;"&gt;engadaan mesin pencacah sesungguhnya baru  menyiapkan 1 langkah&lt;/a&gt; ( tahap awal) dari 8 aspek&amp;nbsp; mengelola proses  penguraian&amp;nbsp;&amp;nbsp; (dekomposisi), selain pengecilan ukuran. Mengatur kelembaban, mengatur suhu pada range tertentu, menjaga kadar air,  mengatur ukuran atau ketebalan tumpukan ( pile) bagi kepentingan porositas dan  menelola besaran intensitas aerasi serta keberadaan bakteri pengurai yang cukup&amp;nbsp;  guna mengimbangi keberadaan mikroba patogen dari bahan sampah. Karenanya  jangan heran, jika kemudian, banyak instalasi pengolahan sampah di  berbagai kota menjadi terbengkalai, karena yang terjadi tidak lebih dari  memindahkan metoda di pertanian ke perkotaan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHq2IffS3I/AAAAAAAAGsU/V_RMTDw2_gI/s1600/Bedeng3.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHq2IffS3I/AAAAAAAAGsU/V_RMTDw2_gI/s200/Bedeng3.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Metoda bedeng  terbuka (open windrows) harus diakui bukan solusi yang tepat bagi tujuan  pengolahan sampah di perkotaan, utamanya bagi pengolahan dalam satuan  kecil tersebar di berbagai sumber sampah berada dan timbul, yang umumnya  mendekati tempat manusia berada.&amp;nbsp; Kebutuhan lahan bedeng yang luas di  dekat pemukiman akan menimbulkan biaya investasi mahal, belum lagi  keluaran polutan bau dari sampah yang ditumpuk dalam bedeng juga  menimbulkan penolakan (resistensi) masyarakat sekitar. Dengan waktu  proses hingga 2 bulan juga akan menaikan biaya tenaga kerja - yang tidak  mudah diperoleh di perkotaan serta, meresapnya cairan lindi ke tanah  juga akan menimbulkan cemaran ke sumur penduduk dan sungai yang jangka tertentu  akan menjadi masalah bagi masyarakat sekitar. Pendek kata, metoda yang  sukses di pedesaan dan pertanian, belumlah menjadi jaminan sama  suksesnya bila dilaksanakan di perkotaan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHs0DSAVtI/AAAAAAAAGsc/WYeOr5_7IlE/s1600/Bakteri+Pengurai.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHs0DSAVtI/AAAAAAAAGsc/WYeOr5_7IlE/s200/Bakteri+Pengurai.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt; Kembali mengacu pada arti pengomposan, dalam  literatur disebutkan sebagai proses dimana bahan  organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: blue;"&gt;mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik  sebagai sumber energi.&lt;/a&gt; Dan, membuat kompos adalah mengatur dan  mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih  cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang,  pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator  pengomposan. Maka itu, dengan pemahaman akan pengomposan bagi kepentigan  di kota seyogyanya megharuskan kita menggunakan mekanisasi penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mekanisasi penuh, bedeng terbuka dapat  digantikan dengan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;alat mesin Rotary Kiln.&lt;/a&gt; Alat ini membatu  pembalikan material menjadi praktis, serta pengelolaan kelembaban dan  suhu juga dapat terkontrol karena material berada dalam tabung ( Kiln).  Dengan mekanisasi, pada tahap penguraian (dekomposisi) setelah pengecilan  ukuran dengan pencacah,  penambahan intensitas aerasi dan porositas juga semudah memutar pedal  exhaust fan. Inilah kunci bagi pengomposan modern yang menjamin bakteri  pengurai bekerja tanpa henti ( dorman) - yang &amp;nbsp;menjamin penguraian terus  berlangsung dalam kondisi aerobik. Untuk diketahui, bau busuk dalam  olah sampah, sesungguhnya ditimbulkan oleh proses penguaraian material  organik tatkala kekurangan oksigen ( anaerobik). Pada&amp;nbsp; kondisi an aerobik,  material organik yang diurai bakteri, akan menghasilkan H2S dan CH4 (  methana). Kedua gas itulah yang dipersepsikan sebagi bau sampah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peranan mekanisasi penuh pada pengomposan,  antaranya dengan penambahan alat fermentasi ( Rotary Kiln), telah  memberi banyak keuntungan bagi pembuatan kompos &amp;nbsp;dalam kepentingan  pengolahan sampah di kota. Keperluan luasan lahan jauh menyusut, dari  pengalaman dalam pengolahan sampah target 1 ton ( 3 m3)/ hari secara  kontinyu, diperlukan 100 m2. Luasan ini jauh kecil dibanding dengan  metoda bedeng pada kapasitas 1 ton/ hari yang sama tadi, hingga 1000 m2.  Demikian juga kebutuhan tenaga kerja, cukup 1 orang operator  mengerjakan pembalikan, pengelolaan suhu, pengelolaan kelembaban. Dan,&amp;nbsp;  dengan waktu penguraian cepat, hanya 5 hari dibanding metoda bedeng  terbuka, akan memberikan keuntungan juga pada perputaran modal kerja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHtT5tw6UI/AAAAAAAAGsg/5B2Na-UAE2Q/s1600/Kencanaonline+%252896%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHp-QCfDMI/AAAAAAAAGsE/WGn1Qsv-pwQ/s1600/Bedeng7.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHp-QCfDMI/AAAAAAAAGsE/WGn1Qsv-pwQ/s200/Bedeng7.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Memang  benar, mekanisasi penuh dengan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;penggunaan Rotary Kiln pada pengomposan akan  membutuhkan tambahan investasi mesin &lt;/a&gt;namun, dibanding dengan bedeng  terbuka pun, masih bisa dianalisa kalau metoda Rotary Kiln memberi  kelayakan secara ekonomi. Bahkan, output berupa pupuk padat dan pupuk cair- yag  asalnya sebagai lindi- kini menjadi material baru bernilai ekonomi.  Kelayakan sosial juga meningkat, memberi manfaat kepada warga sekitar  serta &lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHtT5tw6UI/AAAAAAAAGsg/5B2Na-UAE2Q/s1600/Kencanaonline+%252896%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="151" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHtT5tw6UI/AAAAAAAAGsg/5B2Na-UAE2Q/s200/Kencanaonline+%252896%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dengan mekanisasi penuh bebas dari timbulan bau busuk serta  cairan lindi, kelayakan lingkungan juga terpenuhi. Mekanisasi penuh, berupa penambahan mesin rotary kiln,  dalam pengomposan skala suatu instalasi mampu melayani ribuan penduduk,  diharapkan &amp;nbsp;lahir di berbagai lokasi kawasan komersial ( perumahan,  apartemen, mall, restoran, hotel, pabrik dan kawasan industri) serta  kawasan&amp;nbsp; sosial dan menunjang bagi upaya mengembalikan bahan  organik ke pertanian. Dengan merobah sampah organik, disajikan dalam  bentuk &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;pupuk organik kompos,&lt;/a&gt; akan memiliki  keberterimaan di kalangan petani. Instalasi pengolahan sampah, dengan  mekanisasi penuh berada di sekitar sumber sampah perkotaan timbul, akan  berguna dalam turut membangun model pengelolaan sampah kota yang  mendukung pada terwujudnya pertanian secara berkelanjutan*)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-5135491113294713242?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Metoda Bedeng Bukan Pilihan Tepat Pengolahan Sampah Kota'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/5135491113294713242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/11/metoda-bedeng-bukan-pilihan-tepat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/5135491113294713242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/5135491113294713242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/11/metoda-bedeng-bukan-pilihan-tepat.html' title='Metoda Bedeng Bukan Pilihan Tepat Pengolahan Sampah Kota'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHqgnPbTEI/AAAAAAAAGsM/6wiTjZlzEXg/s72-c/Bedeng11.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-1368515877667369687</id><published>2010-11-23T21:55:00.000-08:00</published><updated>2010-11-24T15:08:42.781-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilah Olah Sampah'/><title type='text'>Mengapa Harus PIlah dan Olah Sampah Kota</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOz9Kkx95yI/AAAAAAAAAIU/aUO4KcQAVok/s1600/TPA+Sampah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOz9kHIraoI/AAAAAAAAAIY/HI6MtxEjqJU/s1600/Kencanaonline+%2528262%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOz-Fcpz4eI/AAAAAAAAAIc/t1jG0pBWCEE/s1600/Kompos.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOz-VjAI88I/AAAAAAAAAIg/m6cFH4PkAq4/s1600/02Macet+Sampah.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="125" src="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOz-VjAI88I/AAAAAAAAAIg/m6cFH4PkAq4/s200/02Macet+Sampah.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="UIIntentionalStory_Names" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;name&amp;quot;}"&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan , pemrosesan, pendaur-ulangan atau pembuangan dari material sampah dan limbah. &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue;"&gt;Pengolahan sampah adalah proses pengelolaan material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia,&lt;/a&gt; dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam. Untuk tujuan ini diperlukan teknologi serta alat mesin guna tercapainya efektivitas dan efisiensi pemanfaatan sampah.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;Lima alasan mengapa penting untuk Pilah dan  olah sampah kota ( posko ) ditempat timbulnya: &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;(1)  pembuangan jumlah sampah yang dihasilkan 220 jt penduduk Indonesia  adalah 176.000 ton/hari atau 63. 360.000 ton/ tahun ( standar 0,8  kg/jiwa/kapita atau 2,6 liter/orang/hari) ke TPA menyebabkan polusi bau  dan cairan sepanjang jalan dari TPS menuju TPA&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_hide" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;(2).   pembuangan sampah kota dari TPS ke TPA memerlukan biaya ( APBD  Kota/Kab se Indonesia) Rp 7,2 trilyun/ tahun&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOz-Fcpz4eI/AAAAAAAAAIc/t1jG0pBWCEE/s1600/Kompos.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOz-Fcpz4eI/AAAAAAAAAIc/t1jG0pBWCEE/s200/Kompos.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;(3). pembuangan  sampah ke TPA telah meniadakan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;pengembalian bahan organik ( pupuk kompos)&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;bagi perbaikan  tanah karena dikuras kesuburannnya setiap panen hasil pertanian,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOz9kHIraoI/AAAAAAAAAIY/HI6MtxEjqJU/s1600/Kencanaonline+%2528262%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="172" src="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOz9kHIraoI/AAAAAAAAAIY/HI6MtxEjqJU/s200/Kencanaonline+%2528262%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;(4).  pembuangan sampah ke TPA memiliki bagian terbesar berupa organic (74 %)  sangat diperlukan bagi perbaikan tanah agar gembur, banyak berpori dan  hidupnya cacing serta mikroba.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOz9Kkx95yI/AAAAAAAAAIU/aUO4KcQAVok/s1600/TPA+Sampah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="143" src="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOz9Kkx95yI/AAAAAAAAAIU/aUO4KcQAVok/s200/TPA+Sampah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;(5).pembuangan sampah ke TPA  hanya menjadi gunungan penghasil gas methan (CH4) ke lapisan ozon  kemudian meningkatkan suhu dan pemanasan, meresapkan polutan (leachete)  ke sungai dan sumur penduduk serta gunung sampah itu jelek ah.....kumuh,  coklat dan lagian gak hijau*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-1368515877667369687?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID' title='Mengapa Harus PIlah dan Olah Sampah Kota'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/1368515877667369687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/11/mengapa-harus-pilah-dan-olah-sampah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/1368515877667369687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/1368515877667369687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/11/mengapa-harus-pilah-dan-olah-sampah.html' title='Mengapa Harus PIlah dan Olah Sampah Kota'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOz-VjAI88I/AAAAAAAAAIg/m6cFH4PkAq4/s72-c/02Macet+Sampah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-4435088112427748270</id><published>2010-11-23T13:01:00.000-08:00</published><updated>2010-11-23T13:01:57.328-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Electric Composter'/><title type='text'>Electric Composter from Recycled Washing Machine</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOwqOkUBufI/AAAAAAAAGjs/7vssN9V9ibo/s1600/Cover+%252848%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="141" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOwqOkUBufI/AAAAAAAAGjs/7vssN9V9ibo/s200/Cover+%252848%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;There is a health awareness of the importance of natural food ( organic)  , since 2004 &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID" style="color: blue;"&gt;CVSK &lt;/a&gt;develop technology to support composting at various  locations garbage and water resources arise. In various locations  garbage and waste sources, with support tools and technology we offer,  many parties and then form a home composting. Instrument technologies  for the manufacture and processing of garbage and waste into organic  fertilizer among other manual-type &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?currency=USD&amp;amp;cPath=32&amp;amp;sort=2a" style="color: blue;"&gt;composter household scale ( S, M, L) ,  electric composter for the scale of households and individuals.&amp;nbsp; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOwp_hQmVsI/AAAAAAAAGjo/A6CPvEyWrnc/s1600/BRM+%252813%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="164" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOwp_hQmVsI/AAAAAAAAGjo/A6CPvEyWrnc/s200/BRM+%252813%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;To support the  production of compost for faster and efficient, has CVSK and isolate  different microbes ( probiotics) and various minerals for the continuity  of modern composting, hygiene and quickly break down garbage and waste.  &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=46" style="color: blue;"&gt;Microbial decomposers are compost activators Green Phoskko® ( GP-1) and  mineral bulking Green Phoskko® ( GP-2) .&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOwpyvhee6I/AAAAAAAAGjk/lHj1296O1to/s1600/Elektrik+%25285%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOwpyvhee6I/AAAAAAAAGjk/lHj1296O1to/s200/Elektrik+%25285%2529.JPG" width="151" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Waste processing equipment in the form of &lt;span style="color: blue;"&gt;E&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32" style="color: blue;"&gt;lectrical Composter ( KE 100L  and AC type)&lt;/a&gt; has its own advantages seen from the interests of  developing program 3 R ( Reduce, Reuse and Recycle) since this machine  is made from engineered ( assembly) resale washing machine spare part (  Used wash machine) in Batam with artificial parts of Bandung. With this  innovation, electronic waste in the form of a washing machine can be  used again ( reuse) in order to process waste and organic waste (  recycling) into an organic liquid fertilizer.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOwpmVP2U-I/AAAAAAAAGjg/C8l2jS3531s/s1600/Kompos+n+%252852%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOwpmVP2U-I/AAAAAAAAGjg/C8l2jS3531s/s200/Kompos+n+%252852%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;Compost, &lt;/a&gt;as a result of processing waste and organic waste, a big  benefit for the effort to improve soil structure by increasing soil  organic matter content and will enhance the ability of soil to maintain  soil water content. Microbial activity in soil that are beneficial to  plants will increase with the addition of compost. Microbial activity  helps plants to absorb nutrients from the soil. Soil microbial activity  are also known to help plants deal with disease. Plants are fertilized  with compost also tend to be better quality than plants fertilized with  chemical fertilizers, eg more resistant crops stored, heavier, fresher,  and more comfortable.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-4435088112427748270?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=en' title='Electric Composter from Recycled Washing Machine'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/4435088112427748270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/11/electric-composter-from-recycled.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/4435088112427748270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/4435088112427748270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/11/electric-composter-from-recycled.html' title='Electric Composter from Recycled Washing Machine'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOwqOkUBufI/AAAAAAAAGjs/7vssN9V9ibo/s72-c/Cover+%252848%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-3985253649085945211</id><published>2010-11-17T15:45:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T15:46:44.569-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sampah'/><title type='text'>Pengelolaan Sampah Secara Mandiri Makin Berkembang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pilihan teknologi dalam mengelola sampah di lokasi dimana dihasilkan,  menggunakan komposter Rotary Klin Manual ( RKM 1000L) kapasitas 3 m3/  unit/ batch produksi 5 hari dalam suatu Instalasi IPKK yang terdiri&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=44&amp;amp;products_id=536" target="_blank"&gt; 5  unit Rotary Kiln RKM 1000L&lt;/a&gt; ditambah 1 unit &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=44&amp;amp;products_id=529" target="_blank"&gt;mesin pencacah MPO 500 HD  kaps 500 kg/ jam&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=44&amp;amp;products_id=525" target="_blank"&gt;1 mesin pengayak MPK kapasitas 3 m3/ jam &lt;/a&gt;diperlukan  modal investasi mulai Rp 97.000.000, - ( harga tingkat pabrik Bandung,  diluar biaya installment di lokasi pengguna serta pengangkutan, belum  termasuk biaya bangunan peneduh tanpa dinding) . Investasi ini akan  lebih besar jika pilihannya menggunakan mesin dengan tenaga engine atau  listrik ( elektrik) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNzeYW16I/AAAAAAAAAHE/k-s2Vjmr70Y/s1600/Kencol+%2868%29.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513195178067154850" src="http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNzeYW16I/AAAAAAAAAHE/k-s2Vjmr70Y/s200/Kencol+%2868%29.JPG" style="float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 242px;" width="151" /&gt;&lt;/a&gt;Paket mesin IPKK ( model minimalis) diatas sudah memadai bagi  pengelolaan 1 ton atau 3 m3 sampah/ hari atau mengelola sampah dari  sekitar 200 rumah atau 1000 jiwa di suatu kawasan ( pabrik, mall, hotel,  pasar) secara terus menerus tanpa henti setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket investasi mesin ini pun akan menjadikan IPKK sebagai suatu usaha  kecil ( UKM) dalam menghasilkan 400 kg kompos ( 40 % dari berat sampah)  dan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=26&amp;amp;products_id=293" target="_blank"&gt;20 sd 25 botol 500 ml pupuk cair organik ( 1 persen  dari berat  sampah)&lt;/a&gt; - setiap hari. Membuat kompos dengan Rotary Klin  ini akan  memerlukan biaya 4 &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=41&amp;amp;products_id=401" target="_blank"&gt;kantong @ 7 Kg mineral penggembur ( bulking agent, 3 %   dari berat sampah) Green Phoskko @ Rp 5.000, - / kg&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=44&amp;amp;products_id=531" target="_blank"&gt;1 kg ~ 4 Pack  aktivator ( Green Phoskko, 1 permil) @  Rp 110.000, - / kg&lt;/a&gt; atau total  sekitar Rp 250.000, - / batch produksi per 1 hari/ Unit IPKK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNr7eCWLI/AAAAAAAAAG8/3Q-U42WOOIk/s1600/25465_394244678274_370621588274_5246466_4300196_n.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513195048436652210" src="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNr7eCWLI/AAAAAAAAAG8/3Q-U42WOOIk/s200/25465_394244678274_370621588274_5246466_4300196_n.jpg" style="float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 281px;" width="175" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk keperluan komersial ( hasil kompos dan organik cair dijual) ,  diperlukan tambahan biaya kemasan pupuk cair dan kemasan kompos padat  bermerk sebanyak ( 100 pcs kantong kemasan kompos padat @ 5 kg = Rp  195.000 dan 20 botol @ 500 ml kemasan pupuk organik cair = Rp 105.000) ,  total Rp 550.000, - . Dengan biaya tersebut akan menghasilkan 40 %  kompos padat dari berat bahan sampah organik ( atau semula 1 ton sampah,  akan menjadi sekitar 400 kg kompos atau 80 hingga 100 kantong @ 4 atau 5  kg/ pack) . Disamping hasil kompos padat, terdapat juga 20 botol pupuk  organik cair ( liquid organic fertilizer) @ Rp 20.000 sd Rp 40.000, - /  botol @ 500 ml ditambah pendapatan atas jasa kebersihan- yang jika  dinilai sekitar Rp 1. 200.000, - / proses/ unit Instalasi IPKK/ hari.  Sebagaimana diketahui, harga kompos Rp 1000, - / kg ditambah harga pupuk  organik cair Rp 20.000, - hingga Rp 40.000, - / botol @ 500 ml.  Pendapatan retribusi kebersihan ( typing fee) akan diperoleh ketika  mengolah sampah lingkungan didalam kawasan perumahan berpendapatan  tinggi ( real estate, apartemen, condominium) , atau menjadi kontraktor  pengambilan sampah dari hotel, restoran maupun pasar.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNbwNsioI/AAAAAAAAAG0/qjrxXFRpECM/s1600/Lay+Out+IPKK.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="131" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513194770537417346" src="http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNbwNsioI/AAAAAAAAAG0/qjrxXFRpECM/s200/Lay+Out+IPKK.JPG" style="float: left; height: 211px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada model jasa kebersihan suatu perumahan, akan terdapat pendapatan  tambahan berupa " retribusi" kebersihan ( typing fee) sekitar 200 rumah x  Rp 25.000/ bulan = Rp 5.000.000, - . Uang kebersihan biasanya dikelola  Rukun Warga ( RW) maupun perusahaan pengembang ( developer) . Kapasitas 5  unit Rotary Klin 3 m3 ( IPKK) akan mampu mengolah sampah setiap hari,  secara berkesinambungan, dari 200 sampai 250 rumah tangga ( per keluarga  5 jiwa) .&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNRMmXd4I/AAAAAAAAAGs/HNqMXColQtg/s1600/Kompos+n+%2835%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="150" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513194589178525570" src="http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNRMmXd4I/AAAAAAAAAGs/HNqMXColQtg/s200/Kompos+n+%2835%29.jpg" style="float: left; height: 150px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari gambaran usaha kecil diatas dapat diambil kesimpulan bahwa  pengomposan skala komersial komunal bisa menjadi pilihan usaha dan  menguntungkan secara ekonomi serta, dilain pihak, pasti memberi manfaat  kepada perbaikan lingkungan kota - yakni dengan berhentinya lalulintas  dari mobilisasi sampah melintasi kota menuju TPA maupun bersihnya sampah  di Tempat Pembuangan Sementara ( TPS) . Dorongan kesadaran akan  pentingnya kesehatan lingkungan maupun lahirnya UU No 18/ 2008 menjadi  gairah baru adanya pembuatan kompos di lingkungan pabrik ( kantin) ,  hotel, restoran, perumahan dan kawasan komersial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tidak untuk tujuan komersial, kini banyak juga perusahaan dan  pabrik - dengan karyawan hingga ribuan orang- mengolah sampah kantin-  penghasil limbah makanan ratusan kg hingga 1 ton/ hari. Perlu diketahui,  setiap orang menghasilkan sampah/ kapita/ hari = 2, 9 liter. Dengan  demikian, setiap 1000 orang karyawan pabrik, misalnya, akan menghasilkan  2900 liter ( 2, 9 m3) atau setara berat 1 ton. Beberapa Pemerintah  Kota/ Kabupaten ( antara lain Kab Majalengka, Rembang, Pekalongan,  Karawang, Bekasi, Manokwari, Ambon, Jakarta Utara, Donggala, Banda Aceh,  Kota Cimahi, dll) serta instansi pemerintah ( BKKBN, Kementerian Hukum  HAM bagi pengelolaan sampah Lapas di LP Tangerang, LP Cipinang Negara  dan LP Narkotika, LP Salemba, LP Surabaya, LP. Banceuy, dll ) telah  memberi kepercayaan kepada Biophoskko membantu memecahkan masalah sampah  yang selama ini sebagai unit biaya ( cost centre) menjadi unit kerja  dengan biaya mandiri.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNIbLV90I/AAAAAAAAAGk/jGjvfYymCsI/s1600/Kencol+%28106%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513194438472890178" src="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNIbLV90I/AAAAAAAAAGk/jGjvfYymCsI/s200/Kencol+%28106%29.jpg" style="float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 262px;" width="163" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga beberapa perusahaan besar ( Tbk) seperti PT Persero Gas  Negara ( PGN) - yang memberikan dukungan pada pengembangan komposter  Rotary Kiln di berbagai lokasi di Bandung, PT. Indocement Tunggal  Prakarsa Tbk, PT Telkom Tbk, PT Panasonic Manufacturing Indonesia ( PMI)  Tbk Jakarta - Bogor dan Panasonic KIIC Karawang, Pertamina RU Cilacap,  Pertamina UP Bunyu Tarakan dan Pertamina RU Plaju, PT. Gudang GaramTbk  di Kediri, PT. Bhineka Karya Manunggal - industri textil besar di Klari  Karawang, Medco Oil &amp;amp; Gas Company Kaji Muara Enim, Mc Dermott  Indonesia di Batam, PT Aneka Tambang ( Persero) Halmahera, PT.  Bridgestone di Bekasi, dll- menggunakan alat mesin ini dalam kepentingan  pengelolaan sampah di lingkungan sendiri maupun bagi pembinaan  masyarakat sekitar ( PKBL) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa perusahaan ( pengembang perumahan PT Billpass Asri) di  beberapa lokasi Sunter Jaya, Pejagalan, Tugu Selatan ( Sunter Jakarta  Utara) dan LSM ( CHR Aceh, dll ) juga mempercayakan pembuatan model  pengelolaan sampah oleh masyarakat kepada teknologi Biophoskko dalam  melaksanakan program Corporate Social Responsibility ( CSR) . Paket  teknologi Biophoskko juga digunakan oleh perusahan besar - seperti PT  ASTRA Company melalui Auto 2000 Soengkono Surabaya- dalam mendukung  perolehan sertifikat ISO 14.000 dengan program “ Clean and Green  Company” di berbagai service point- nya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILMvO2wHdI/AAAAAAAAAGU/NNi2yEJyNrc/s1600/Kencol+%2844%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513194005668568530" src="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILMvO2wHdI/AAAAAAAAAGU/NNi2yEJyNrc/s320/Kencol+%2844%29.jpg" style="float: left; height: 195px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping program pengelolaan sampah non profit oriented diatas, juga  terdapat pendirian Instalasi IPKK sebagai suatu bisnis - sebagaimana  telah dilakukan Pengusaha ( misal Mr Petrus di Kutai Barat, Kukje Sangyo  di Papua, Herman Gunawan - Tanjungraya Pontianak, Totok Maryadi-  Yogyakarta, Toto peternak sapi di Malang, Moch Taviv Palembang,  perkebunan di Mandoge Kisaran Sumut, Sigit di Dandangan Kediri, Danang  di Semarang, Kelp pemuda Dangdangan Kediri di sekitar pabrik PT Gudang  Garam, Tbk, pemuda Tanjungsengkuang binaan Mc Dermott Batam, dll) .&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-3985253649085945211?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Pengelolaan Sampah Secara Mandiri Makin Berkembang'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/3985253649085945211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/11/pengelolaan-sampah-secara-mandiri-makin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/3985253649085945211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/3985253649085945211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/11/pengelolaan-sampah-secara-mandiri-makin.html' title='Pengelolaan Sampah Secara Mandiri Makin Berkembang'/><author><name>Posko Hijau (Green_Phoskko)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07747332008871133780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TP2G1j-1fDI/AAAAAAAAAI0/LIf1NMO_ys4/S220/Desain%2BTopi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNzeYW16I/AAAAAAAAAHE/k-s2Vjmr70Y/s72-c/Kencol+%2868%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-8612652612148812742</id><published>2010-11-17T15:40:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T15:40:57.334-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sampah'/><title type='text'>Sampah Organik Bagi Pertanian Berkelanjutan</title><content type='html'>&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TON2Z_HQWCI/AAAAAAAAAHw/0qU3AV95WHQ/s1600/Lokasi+IPKK+%2528192%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="188" src="http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TON2Z_HQWCI/AAAAAAAAAHw/0qU3AV95WHQ/s200/Lokasi+IPKK+%2528192%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TON2TxrajfI/AAAAAAAAAHs/AMmoX3QxGnk/s1600/Lokasi+IPKK+%252883%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="121" src="http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TON2TxrajfI/AAAAAAAAAHs/AMmoX3QxGnk/s200/Lokasi+IPKK+%252883%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap harinya ribuan ton bahan organik berupa bahan pangan yang  dihasilkan pertanian di desa dan kebun dikirim ke kota untuk dikonsumsi  masyarakat. Pola konsumsi dan taraf pengelolaan pasca panen di Indonesia  dan negara sedang berkembang lainnya - yang umumya belum maju,   penggunaan bahan organik tersebut menghasilkan limbah di perkotaan.  Limbah dalam berbagai wujud bisa berupa sisa kegiatan masak memasak  makanan,  tinja ( feces) ,  air kotor,  limbah rumah tangga dan limbah  kota yang terus ditumpuk di suatu tempat yang biasa disebut Tempat  Pembuangan Akhir ( TPA ) Sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemaran lingkungan perkotaan,  salah satunya disebabkan oleh limbah  organik - material sisa konsumsi tersebut,  jika tidak terurai sempurna  akan menyebarkan bau busuk ,  gas beracun,  hama dan penyakit. Untuk  menanggulangi masalah ini,  diperlukan biaya pemerintah kota yang tidak  sedikit untuk anggaran biaya pengolahan,  biaya transportasi pembuangan  sampah,  biaya tenaga kerja,  biaya sarana dan prasarana. Mengingat  prosentasi limbah organik yang tinggi dari seluruh sampah yang  dihasilkan perkotaan yaitu umumnya 70 % dari keseluruhan ,  maka  diperlukan penanganan limbah dan sampah organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendukung upaya tujuan itu,  CVSK mengembangkan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue;"&gt;teknologi dan alat  pengolahan sampah dan limbah padat menjadi pupuk organik kompos.&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt; berbagai type alat ( komposter manual,  komposter elektrik,  Rotary Kiln  berbagai kapasitas) diperkenalkan. Dalam katagori material pengolahan  limbah menjadi pupuk organik ( kompos) ,  CVSK telah berhasil merekayasa  dan mengisolasi mikroba pengurai sampah ( probiotik) dan aneka mineral  bagi berlangsungnya pengomposan modern,  higienis dan cepat. Mikroba  pengurai ini adalah aktivator kompos&lt;span style="background-color: white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32" style="background-color: white;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: blue;"&gt;Green Phoskko® ( GP-1) dan mineral  adalah bahan penggembur ( bulking agent) Green Phoskko® ( GP-2)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt; &lt;/span&gt;Kedua  artikel produk ini berguna mempercepat berlangsungnya dekomposisi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Guna  meningkatkan pembuatan kompos oleh para petani secara efektif dan  efisien,  dikembangkan pula alat &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;mesin &lt;span style="color: blue;"&gt;( komposter) baik skala rumah  tangga&lt;/span&gt;,&lt;/a&gt;  skala lingkungan dan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;komposter ( Rotary Kiln) skala bisnis &lt;/a&gt; komersial. Komposter ini sangat bermanfaat bagi pehobies taman dan  pengelola pertamanan dalam membuat kompos dengan memanfaatkan bahan baku  berasal dari sampah rumah tangga atau,  bagi pengusaha mendapatkan  bisnis - yang cepat menghasilkan dari mengelola sampah di perumahan,   pabrik,  pasar atau lingkungan apartemen.   Bahkan,  bagi kota-kota yang mengalami masalah dengan TPA dan  penanganan sampah komposter akan sangat membantu mengurangi sampah  secara tuntas sejak sumber atau lokasi penghasil sampah ( keluarga atau  rumah tangga,  restoran,  mall,  pasar,  kantin pabrik,  pasar sayur dan  hotel) . Bagi skala besar,  juga tersedia alat mesin Rotary Klin dengan  kemampuan mengolah sampah 1 m3 ( 1/  3 Ton) sampai 6 m3 ( 2 Ton) /   unit mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;Teknologi pengomposan ( composting)&lt;/a&gt; saat ini menjadi sangat penting  artinya terutama untuk mengatasi permasalahan sampah dan limbah (  organik) khususnya di perkotaan,  seperti untuk mengatasi masalah sampah  kawasan komersial ( pemukiman,  mall,  hotel,  kawasan industri,   pabrik,  dll) ,  masalah sampah dan limbah di kawasan sosial ( sekolah,   rumah sakit,  tempat ibadah,  dll) serta masalah yang ditimbulkan dari  keberadaan limbah organik dari industri ( industri makanan dan minuman,   serta limbah pertanian,  limbah peternakan dan perkebunan) .  Pengelolaan sampah telah menjadi sebuah permasalahan di Indonesia. Bukan  hanya kota-kota besar,  kota-kota kecil pun semakin hari semakin  dipusingkan dengan sampah dan pengelolaannya. Semakin hari,  sampah  bukannya semakin berkurang justru sebaliknya semakin menumpuk dan  bertambah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya,  ketika di kota terdapat masalah dari limbah organik,  di  daerah pertanian justru terjadi kekurangan bahan organik karena sebagian  besar sudah dikirim ke kota,  Berdasar kondisi diatas itulah dengan ini  diharapkan temuan dan pengembangan teknologi percepatan pembuatan  kompos - yang kami sampaikan ini bisa diterima banyak kalangan yang  peduli pada pelestarian alam bagi pertanian berkelanjutan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-8612652612148812742?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Sampah Organik Bagi Pertanian Berkelanjutan'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.kencanaonline.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/8612652612148812742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/11/sampah-organik-bagi-pertanian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8612652612148812742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8612652612148812742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/11/sampah-organik-bagi-pertanian.html' title='Sampah Organik Bagi Pertanian Berkelanjutan'/><author><name>Posko Hijau (Green_Phoskko)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07747332008871133780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TP2G1j-1fDI/AAAAAAAAAI0/LIf1NMO_ys4/S220/Desain%2BTopi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TON2Z_HQWCI/AAAAAAAAAHw/0qU3AV95WHQ/s72-c/Lokasi+IPKK+%2528192%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-3033327792148468847</id><published>2010-09-04T15:45:00.000-07:00</published><updated>2010-11-17T15:49:26.034-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Model Olah Sampah'/><title type='text'>Instalasi Produksi Kompos Kota (IPKK)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TNVSjd42ClI/AAAAAAAAAHQ/bh2v0ZOP240/s1600/Pengayak+MPK+115.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="145" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536422086193842770" src="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TNVSjd42ClI/AAAAAAAAAHQ/bh2v0ZOP240/s200/Pengayak+MPK+115.jpg" style="float: left; height: 232px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNzeYW16I/AAAAAAAAAHE/k-s2Vjmr70Y/s1600/Kencol+%2868%29.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513195178067154850" src="http://4.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNzeYW16I/AAAAAAAAAHE/k-s2Vjmr70Y/s200/Kencol+%2868%29.JPG" style="float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 242px;" width="151" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pilihan teknologi dalam mengelola sampah di lokasi dimana dihasilkan,  menggunakan komposter Rotary Klin Manual ( RKM 1000L) kapasitas 3 m3/  unit/ batch produksi 5 hari dalam suatu Instalasi IPKK yang terdiri&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=44&amp;amp;products_id=536" target="_blank"&gt; 5  unit Rotary Kiln RKM 1000L&lt;/a&gt; ditambah 1 unit &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=44&amp;amp;products_id=529" target="_blank"&gt;mesin pencacah MPO 500 HD  kaps 500 kg/ jam&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=44&amp;amp;products_id=525" target="_blank"&gt;1 mesin pengayak MPK kapasitas 3 m3/ jam &lt;/a&gt;diperlukan  modal investasi mulai Rp 97.000.000, - ( harga tingkat pabrik Bandung,  diluar biaya installment di lokasi pengguna serta pengangkutan, belum  termasuk biaya bangunan peneduh tanpa dinding) . Investasi ini akan  lebih besar jika pilihannya menggunakan mesin dengan tenaga engine atau  listrik ( elektrik) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNr7eCWLI/AAAAAAAAAG8/3Q-U42WOOIk/s1600/25465_394244678274_370621588274_5246466_4300196_n.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513195048436652210" src="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNr7eCWLI/AAAAAAAAAG8/3Q-U42WOOIk/s200/25465_394244678274_370621588274_5246466_4300196_n.jpg" style="float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 281px;" width="175" /&gt;&lt;/a&gt;Paket mesin IPKK ( model minimalis) diatas sudah memadai bagi  pengelolaan 1 ton atau 3 m3 sampah/ hari atau mengelola sampah dari  sekitar 200 rumah atau 1000 jiwa di suatu kawasan ( pabrik, mall, hotel,  pasar) secara terus menerus tanpa henti setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket investasi mesin ini pun akan menjadikan IPKK sebagai suatu usaha  kecil ( UKM) dalam menghasilkan 400 kg kompos ( 40 % dari berat sampah)  dan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=26&amp;amp;products_id=293" target="_blank"&gt;20 sd 25 botol 500 ml pupuk cair organik ( 1 persen  dari berat  sampah)&lt;/a&gt; - setiap hari. Membuat kompos dengan Rotary Klin  ini akan  memerlukan biaya 4 &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=41&amp;amp;products_id=401" target="_blank"&gt;kantong @ 7 Kg mineral penggembur ( bulking agent, 3 %   dari berat sampah) Green Phoskko @ Rp 5.000, - / kg&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=44&amp;amp;products_id=531" target="_blank"&gt;1 kg ~ 4 Pack  aktivator ( Green Phoskko, 1 permil) @  Rp 110.000, - / kg&lt;/a&gt; atau total  sekitar Rp 250.000, - / batch produksi per 1 hari/ Unit IPKK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keperluan komersial ( hasil kompos dan organik cair dijual) ,  diperlukan tambahan biaya kemasan pupuk cair dan kemasan kompos padat  bermerk sebanyak ( 100 pcs kantong kemasan kompos padat @ 5 kg = Rp  195.000 dan 20 botol @ 500 ml kemasan pupuk organik cair = Rp 105.000) ,  total Rp 550.000, - . Dengan biaya tersebut akan menghasilkan 40 %  kompos padat dari berat bahan sampah organik ( atau semula 1 ton sampah,  akan menjadi sekitar 400 kg kompos atau 80 hingga 100 kantong @ 4 atau 5  kg/ pack) . Disamping hasil kompos padat, terdapat juga 20 botol pupuk  organik cair ( liquid organic fertilizer) @ Rp 20.000 sd Rp 40.000, - /  botol @ 500 ml ditambah pendapatan atas jasa kebersihan- yang jika  dinilai sekitar Rp 1. 200.000, - / proses/ unit Instalasi IPKK/ hari.  Sebagaimana diketahui, harga kompos Rp 1000, - / kg ditambah harga pupuk  organik cair Rp 20.000, - hingga Rp 40.000, - / botol @ 500 ml.  Pendapatan retribusi kebersihan ( typing fee) akan diperoleh ketika  mengolah sampah lingkungan didalam kawasan perumahan berpendapatan  tinggi ( real estate, apartemen, condominium) , atau menjadi kontraktor  pengambilan sampah dari hotel, restoran maupun pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNIbLV90I/AAAAAAAAAGk/jGjvfYymCsI/s1600/Kencol+%28106%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513194438472890178" src="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILNIbLV90I/AAAAAAAAAGk/jGjvfYymCsI/s200/Kencol+%28106%29.jpg" style="float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 262px;" width="163" /&gt;&lt;/a&gt;Pada model jasa kebersihan suatu perumahan, akan terdapat pendapatan  tambahan berupa " retribusi" kebersihan ( typing fee) sekitar 200 rumah x  Rp 25.000/ bulan = Rp 5.000.000, - . Uang kebersihan biasanya dikelola  Rukun Warga ( RW) maupun perusahaan pengembang ( developer) . Kapasitas 5  unit Rotary Klin 3 m3 ( IPKK) akan mampu mengolah sampah setiap hari,  secara berkesinambungan, dari 200 sampai 250 rumah tangga ( per keluarga  5 jiwa) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari gambaran usaha kecil diatas dapat diambil kesimpulan bahwa  pengomposan skala komersial komunal bisa menjadi pilihan usaha dan  menguntungkan secara ekonomi serta, dilain pihak, pasti memberi manfaat  kepada perbaikan lingkungan kota - yakni dengan berhentinya lalulintas  dari mobilisasi sampah melintasi kota menuju TPA maupun bersihnya sampah  di Tempat Pembuangan Sementara ( TPS) . Dorongan kesadaran akan  pentingnya kesehatan lingkungan maupun lahirnya UU No 18/ 2008 menjadi  gairah baru adanya pembuatan kompos di lingkungan pabrik ( kantin) ,  hotel, restoran, perumahan dan kawasan komersial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILMvO2wHdI/AAAAAAAAAGU/NNi2yEJyNrc/s1600/Kencol+%2844%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="121" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513194005668568530" src="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TILMvO2wHdI/AAAAAAAAAGU/NNi2yEJyNrc/s200/Kencol+%2844%29.jpg" style="float: left; height: 195px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Walaupun tidak untuk tujuan komersial, kini banyak juga perusahaan dan  pabrik - dengan karyawan hingga ribuan orang- mengolah sampah kantin-  penghasil limbah makanan ratusan kg hingga 1 ton/ hari. Perlu diketahui,  setiap orang menghasilkan sampah/ kapita/ hari = 2, 9 liter. Dengan  demikian, setiap 1000 orang karyawan pabrik, misalnya, akan menghasilkan  2900 liter ( 2, 9 m3) atau setara berat 1 ton. Beberapa Pemerintah  Kota/ Kabupaten ( antara lain Kab Majalengka, Rembang, Pekalongan,  Karawang, Bekasi, Manokwari, Ambon, Jakarta Utara, Donggala, Banda Aceh,  Kota Cimahi, dll) serta instansi pemerintah ( BKKBN, Kementerian Hukum  HAM bagi pengelolaan sampah Lapas di LP Tangerang, LP Cipinang Negara  dan LP Narkotika, LP Salemba, LP Surabaya, LP. Banceuy, dll ) telah  memberi kepercayaan kepada Biophoskko membantu memecahkan masalah sampah  yang selama ini sebagai unit biaya ( cost centre) menjadi unit kerja  dengan biaya mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga beberapa perusahaan besar ( Tbk) seperti PT Persero Gas  Negara ( PGN) - yang memberikan dukungan pada pengembangan komposter  Rotary Kiln di berbagai lokasi di Bandung, PT. Indocement Tunggal  Prakarsa Tbk, PT Telkom Tbk, PT Panasonic Manufacturing Indonesia ( PMI)  Tbk Jakarta - Bogor dan Panasonic KIIC Karawang, Pertamina RU Cilacap,  Pertamina UP Bunyu Tarakan dan Pertamina RU Plaju, PT. Gudang GaramTbk  di Kediri, PT. Bhineka Karya Manunggal - industri textil besar di Klari  Karawang, Medco Oil &amp;amp; Gas Company Kaji Muara Enim, Mc Dermott  Indonesia di Batam, PT Aneka Tambang ( Persero) Halmahera, PT.  Bridgestone di Bekasi, dll- menggunakan alat mesin ini dalam kepentingan  pengelolaan sampah di lingkungan sendiri maupun bagi pembinaan  masyarakat sekitar ( PKBL) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa perusahaan ( pengembang perumahan PT Billpass Asri) di  beberapa lokasi Sunter Jaya, Pejagalan, Tugu Selatan ( Sunter Jakarta  Utara) dan LSM ( CHR Aceh, dll ) juga mempercayakan pembuatan model  pengelolaan sampah oleh masyarakat kepada teknologi Biophoskko dalam  melaksanakan program Corporate Social Responsibility ( CSR) . Paket  teknologi Biophoskko juga digunakan oleh perusahan besar - seperti PT  ASTRA Company melalui Auto 2000 Soengkono Surabaya- dalam mendukung  perolehan sertifikat ISO 14.000 dengan program “ Clean and Green  Company” di berbagai service point- nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping program pengelolaan sampah non profit oriented diatas, juga  terdapat pendirian Instalasi IPKK sebagai suatu bisnis - sebagaimana  telah dilakukan Pengusaha ( misal Mr Petrus di Kutai Barat, Kukje Sangyo  di Papua, Herman Gunawan - Tanjungraya Pontianak, Totok Maryadi-  Yogyakarta, Toto peternak sapi di Malang, Moch Taviv Palembang,  perkebunan di Mandoge Kisaran Sumut, Sigit di Dandangan Kediri, Danang  di Semarang, Kelp pemuda Dangdangan Kediri di sekitar pabrik PT Gudang  Garam, Tbk, pemuda Tanjungsengkuang binaan Mc Dermott Batam, dll) .&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-3033327792148468847?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Instalasi Produksi Kompos Kota (IPKK)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/3033327792148468847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/09/instalasi-produksi-kompos-kota-ipkk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/3033327792148468847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/3033327792148468847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/09/instalasi-produksi-kompos-kota-ipkk.html' title='Instalasi Produksi Kompos Kota (IPKK)'/><author><name>Posko Hijau (Green_Phoskko)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07747332008871133780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TP2G1j-1fDI/AAAAAAAAAI0/LIf1NMO_ys4/S220/Desain%2BTopi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TNVSjd42ClI/AAAAAAAAAHQ/bh2v0ZOP240/s72-c/Pengayak+MPK+115.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-3506801951053762469</id><published>2010-02-15T23:45:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T15:21:34.135-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Stop Buang Sampah ke TPA ?'/><title type='text'>Mengapa Harus STOP Buang Sampah ke TPA ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/S3pNeXHuLwI/AAAAAAAAGEg/Z-YoGfro50A/s1600-h/ground.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="130" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438744684001111810" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/S3pNeXHuLwI/AAAAAAAAGEg/Z-YoGfro50A/s200/ground.jpg" style="float: left; height: 130px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Kami menjawab banyak pertanyaan mengapa harus susah-susah mengurusi sampah kemudian ada ajakan dan gerakan pilah dan olah sampah kota ( posko ) ditempat timbulnya untuk hijaukan bumi Indonesia ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, pembuangan jumlah sampah yang dihasilkan 220 jt penduduk Indonesia adalah 176.000 ton/hari atau 63. 360.000 ton/ tahun ( standar 0,8 kg/jiwa/kapita atau 2,6 liter/orang/hari) ke TPA menyebabkan polusi bau dan cairan sepanjang jalan dari TPS menuju TPA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, pembuangan sampah kota dari TPS ke TPA memerlukan biaya ( APBD Kota/Kab se Indonesia) Rp 7,2 trilyun/ tahun ( standar BPLHD Rp 115.000/ton) - yang dibebankan kepada setiap warga melalui retribusi DILUAR biaya Dinas/UPT/ PD dan investasi peralatan ( dum truk, container, TPA, dll) serta biaya pengumpulan dari rumah dan sumber timbulannya ( dikelola RW).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/S3pNeup_EwI/AAAAAAAAGEo/nKmi0sWR9XY/s1600-h/18474_303537821493_299532761493_3646024_261163_n.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="144" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438744690318840578" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/S3pNeup_EwI/AAAAAAAAGEo/nKmi0sWR9XY/s200/18474_303537821493_299532761493_3646024_261163_n.jpg" style="float: left; height: 144px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Ketiga, pembuangan sampah ke TPA telah meniadakan pengembalian bahan organik bagi perbaikan tanah karena dikuras kesuburannnya setiap panen hasil pertanian, ditutup tembok bangunan dan jalan, dibuka areal tambang dan pembalakan hutan. Tanah yang rusak, berderai, dan mengeras tidak mampu memerangkap air hujan di hulu sehingga limpasannya langsung menjadi banjir di hilir,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/S3pNeJlb8JI/AAAAAAAAGEY/5IXi9y3EB4g/s1600-h/0.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="152" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438744680367648914" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/S3pNeJlb8JI/AAAAAAAAGEY/5IXi9y3EB4g/s200/0.jpg" style="float: left; height: 152px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Keempat, pembuangan sampah ke TPA memiliki bagian terbesar berupa organic (74 %) sangat diperlukan bagi perbaikan tanah agar gembur, banyak berpori dan hidupnya cacing serta mikroba. Tanah yang baik akan memberikan imbalan berupa pangan sehat kepada manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelima, pembuangan sampah ke TPA menyebabkan Indonesia setiap tahunnya kehilangan 25.344.000 ton &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;kompos &lt;/a&gt;senilai Rp 25,344 trilyun dan 633, 6 juta liter senilai Rp 12,672 triyun &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;pupuk organik cair,&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;dan sampah di TPA pun kemudian hanya menjadi gunungan penghasil gas methan (CH4) ke lapisan ozon kemudian meningkatkan suhu dan pemanasan, meresapkan polutan (leachete) ke sungai dan sumur penduduk serta gunung sampah itu jelek ah.....kumuh, coklat dan lagian gak hijau*)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=334667271982&amp;amp;h=15dee46473b4c0f6ade501111b17b96d&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fratih.herdiati%3Fref%3Dprofile%23%21%2Fpages%2FSonson-Garsoni%2F299532761493%3Fref%3Dsgm" target="_blank" title="http://www.facebook.com/ratih.herdiati?ref=profile#!/pages/Sonson-Garsoni/299532761493?ref=sgm"&gt;Sonson Garsoni&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-3506801951053762469?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Mengapa Harus STOP Buang Sampah ke TPA ?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/3506801951053762469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/02/mengapa-harus-stop-buang-sampah-ke-tpa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/3506801951053762469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/3506801951053762469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/02/mengapa-harus-stop-buang-sampah-ke-tpa.html' title='Mengapa Harus STOP Buang Sampah ke TPA ?'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/S3pNeXHuLwI/AAAAAAAAGEg/Z-YoGfro50A/s72-c/ground.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-8263278372017185823</id><published>2010-01-30T19:11:00.000-08:00</published><updated>2010-11-24T04:14:48.582-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelatihan'/><title type='text'>Pelatihan Bisnis Olah Sampah Kawasan Komersial</title><content type='html'>&lt;div class="UITwoColumnLayout_Content" style="width: 540px;"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="event_profile_title"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TO0Bofu5ALI/AAAAAAAAAIo/2uqsBhgV7Ss/s1600/Membuat+Kompos-2+%25281%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="156" src="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TO0Bofu5ALI/AAAAAAAAAIo/2uqsBhgV7Ss/s200/Membuat+Kompos-2+%25281%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;Pelatihan Bisnis Olah Sampah Di Bandung&lt;/h3&gt;" merobah sampah jadi berkah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="event_profile_information"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="profileTable info_table" id="Event Info"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="label" style="text-align: justify;"&gt;Penyelenggara:&lt;/td&gt; &lt;td class="data" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="datawrap"&gt;&lt;a href="http://zh-hk.facebook.com/pages/Bandung-Indonesia/Posko-Hijau-Green-Phoskko-Organic-Product/91461386285"&gt;Posko Hijau - Green Phoskko Organic Product&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="label" style="text-align: justify;"&gt;Jenis:&lt;/td&gt; &lt;td class="data" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="datawrap"&gt;&lt;a href="http://zh-hk.facebook.com/search/?o=4&amp;amp;sfxp=1&amp;amp;c1=3"&gt;Pendidikan&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://zh-hk.facebook.com/search/?o=4&amp;amp;sfxp=1&amp;amp;c1=3&amp;amp;c2=16"&gt;Grup Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="label" style="text-align: justify;"&gt;Jaringan:&lt;/td&gt; &lt;td class="data" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="datawrap"&gt;Global&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="profileTable info_table" id="Waktu dan Tempat"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="label"&gt;Tanggal:&lt;/td&gt; &lt;td class="data"&gt;&lt;div class="datawrap"&gt;06 Februari 2010&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="label"&gt;Waktu:&lt;/td&gt; &lt;td class="data"&gt;&lt;div class="datawrap"&gt;9:00 - 17:00&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="label"&gt;Tempat:&lt;/td&gt; &lt;td class="data"&gt;&lt;div class="datawrap"&gt;Posko Hijau ( Goes Green Organic ), 6 Februari 2010&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="label"&gt;Nama Jalan:&lt;/td&gt; &lt;td class="data"&gt;&lt;div class="datawrap"&gt;Jl. Sasak Gantung No 28 Bandung&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="label"&gt;Kota/Daerah:&lt;/td&gt; &lt;td class="data"&gt;&lt;div class="datawrap"&gt;Bandung, Indonesia&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="label"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="data"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="UIProfileBox_Container"&gt;&lt;div class="UIProfileBox_Box"&gt;&lt;h3 class="UIProfileBox_Header clearfix"&gt;&lt;span class="UIProfileBox_Title"&gt;Keterangan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kewajiban pengelolaan sampah kawasan komersial ( pasar, mall, hotel, restoran, apartemen, pertokoan, perumahan, dan sejenisnya) oleh Undang undang No 18/ 2008, bisa menjadi peluang bagi usahawan kecil (UKM), koperasi, lembaga dan LSM menjadi rekanan/ mitra atau bertindak sebagai kontraktornya. Dengan demikian, persaingan bisnis jasa ini kedepan akan ditentukan oleh penguasaan teknologi proses pengelolaan sampah yang ditawarkan. Teknologi haruslah bisa mengolah sampah secara modern, cepat, menguntungkan secara ekonomi dan higienis - menjadi bentuk baru yakni sesuatu yang bisa dijual dan bernilai seperti kompos dan organik cair- serta pengetahuan pemasarannya, dengan itu akan menjadi modal dalam menawarkan jasa pengelolaan sampah kepada setiap kawasan komersial tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi kepentingan meraih prospek usaha kecil diatas, ditawarkan pelatihan " Bisnis Pengelolaan Sampah" menjadi kompos dan organik cair &lt;span style="color: blue;"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;enggunakan teknologi Biophoskko &lt;/a&gt;dengan materi :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Pengetahuan sampah organik, anorganik, B3 serta teknik pemilahannya dan Undang Undang No 18/ 2008 tentang Pengelolaan Sampah,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Prinsip dekomposisi, fermentasi sampah organik dan alat teknologi percepatan prosesingnya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Praktek mengelola sampah organik, pengemasan serta pengelolaan pemasaran kompos dan pupuk organik cair,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Pengenalan bisnis beras sehat, jamur dan tanaman hias&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelatihan akan sangat bermanfaat bagi :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Peminat usaha skala kecil (UKM), LSM, koperasi, lembaga dan peminat bidang pertanian, pupuk dan lingkungan hidup,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Konsultan, Event organizer dan pejabat terkait pelaksanaan "Corporate Social Responsibility/ CSR" serta PKBL&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Pengelola kebersihan kota dan developer ( perumahan, apartemen), kebersihan hotel, restoran dan mall&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Peminat dan penggiat pengelolaan kebersihan kota dan lingkungan hidup&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Acara dilaksanakan untuk 16 orang per angkatan. Sebagaimana pelatihan angkatan I, II, III, IV, V maka angkatan VI ( 6 Februari 2010) adalah 16 orang pertama yang melakukan registrasi dan menyelesaikan administrasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peserta dikenakan penggantian biaya ( makan siang, minuman, 2 x snack dan kit materi pelatihan serta VCD peliputan ) Rp 100.000,- ditransfer sebelum acara ke :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. BCA Asia Afrika Bandung, No. 2791189120, an Budi Permana, SE&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Bank Mandiri Asia Afrika Bandung, No. 1300004936327 an Budi Permana, SE&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konfirmasikan pendaftaran dan kontribusi kepesertaan ke:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ratih Herdianti,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telpon: +62-22-4262253,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faks: +62-22-4214084,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jl. Pungkur 115 B Bandung&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bandung West Java 40251&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SMS : +62-81320666886&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian semoga informasi ini bermanfaat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salam Hijau,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-8263278372017185823?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Pelatihan Bisnis Olah Sampah Kawasan Komersial'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/8263278372017185823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/01/pelatihan-bisnis-olah-sampah-kawasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8263278372017185823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8263278372017185823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2010/01/pelatihan-bisnis-olah-sampah-kawasan.html' title='Pelatihan Bisnis Olah Sampah Kawasan Komersial'/><author><name>Posko Hijau (Green_Phoskko)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07747332008871133780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TP2G1j-1fDI/AAAAAAAAAI0/LIf1NMO_ys4/S220/Desain%2BTopi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TO0Bofu5ALI/AAAAAAAAAIo/2uqsBhgV7Ss/s72-c/Membuat+Kompos-2+%25281%2529.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-2046629868276495203</id><published>2009-09-10T15:07:00.001-07:00</published><updated>2010-11-24T04:07:26.875-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masalah Sampah Kota'/><title type='text'>Seminar Pengelolaan Sampah Kota Bogor</title><content type='html'>&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOz_2i8CBeI/AAAAAAAAAIk/Z0qp6oonuKs/s1600/dsc_0475.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="134" src="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOz_2i8CBeI/AAAAAAAAAIk/Z0qp6oonuKs/s200/dsc_0475.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Tahun 2009 ini, jumlah sampah Kota Bogor per hari diperkirakan mencapai 2.205 meter kubik (m3), dengan komposisi terbanyak berasal dari perumahan ( sekitar 63 persen atau sekitar 1.392 m3/hari), sisanya pasar ( 293 m3), industri (103 m3/hari), pertokoan atau perkantoran mencapai (155 m3/hari), sampah sapu jalan (165 m3/hari), dan sumber lainnya (99 m3/hari).&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; Kota Bogor nyaris menjadi "kota sampah", menyusul beberapa bulan belakangan ratusan petani memblokir jalan masuk ke lokasi Tempat pembuangan Sampah Akhir (TPA) di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Inilah penyebab ancaman masalah pengelolaan sampah Kota Bogor, sebagai suatu kota dengan terbatasnya lahan bagi fasilitas umum, tidak memiliki lokasi yang layak guna dijadikan tempat pembuangan sampah di wilayahnya. Dalam kondisi masyarakat sekitar TPA menerima pun, Kota terpaksa harus meminta Kab sekitar ( Kab Bogor) seperti penggunaan TPA Galuga menjadi area TPA Kota Bogor tersebut. Masalahnya, tidak mudah mengelola sikap masyarakat, seiring kesadaran akan kesehatan, setiap waktu bisa muncul penolakan kehadiran TPA di dekat rumah warga. Karakter sampah, makin banyak memiliki "musuh" atau penolakan (resistensi) ketika berpindah makin jauh.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; Guna ikut serta mengatasi masalah sampah Kota Bogor dan perlunya disosialisasikan Undang-Undang Pengelolaan Sampah ( No 18/ 2008) kepada Para Pelaku Usaha di Kota Bogor, diadakan forum &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;"Pengelolaan Sampah"&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; ini.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; Pelaku usaha merupakan target strategis guna diajak serta sebagai subjek pembangunan- khususnya mewujudkan lingkungan bersih. Karena, salah satu komponen penting dan besar sebagi penyumbang permasalahan sampah adalah pemukiman dan kawasan komersial. Dengan adanya kewajiban Para Pelaku Usaha ( komersial) - sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 14 dan 15) dan ( Bab XVI Pasal 45) UU No 18/ 1008, pelaku usaha diharapkan memberi sumbangan bagi penyelesaian masalah sampah kota Bogor tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; UU No 18/ 2008 antaranya menyebutkan bahwa pengelola kawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas lainnya - yang belum memiliki fasilitas pemilahan sampah pada saat diundangkannya Undang-Undang ini wajib membangun atau menyediakan fasilitas pemilahan sampah paling lama 1 (satu) tahun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Berdasarkan pemikiran tersebut diatas, kerjasama Pemerintah Kota Bogor dengan Yayasan BERSIH INDAH - NYAMAN ( BERIMAN) menyelenggarakan seminar Peranan Pelaku Usaha Dalam Program Pengelolaan Sampah Di Kota Bogor ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="350" width="425"&gt;&lt;param value="http://youtube.com/v/aVIGenKJuRg" name="movie"&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="http://youtube.com/v/aVIGenKJuRg" width="425" height="350"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-2046629868276495203?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Seminar Pengelolaan Sampah Kota Bogor'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/2046629868276495203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2009/09/seminar-pengelolaan-sampah-kota-bogor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/2046629868276495203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/2046629868276495203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2009/09/seminar-pengelolaan-sampah-kota-bogor.html' title='Seminar Pengelolaan Sampah Kota Bogor'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOz_2i8CBeI/AAAAAAAAAIk/Z0qp6oonuKs/s72-c/dsc_0475.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-8057365616350688985</id><published>2008-10-19T08:59:00.000-07:00</published><updated>2010-11-21T15:26:42.716-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sampah ( Part 01) : Merobah Masalah Menjadi Berkah'/><title type='text'>Sampah ( Part 01) : Merobah Masalah Menjadi Berkah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmqEEDGWII/AAAAAAAAGfI/WxblGZOkeo0/s1600/Membuat+Kompos+%2528156%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmqEEDGWII/AAAAAAAAGfI/WxblGZOkeo0/s200/Membuat+Kompos+%2528156%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akumulasi sampah kota- sebagaimana kita ketahui, berasal dari keluaran unit terkecil penghasil sampah yang saat ini belum mampu mendayagunakannya, yakni rumah tangga. Sampah - pada level rumah tangga- masih diposisikan masyarakat Indonesia - sebagai material yang harus dibuang dan belum dianggap suatu sumberdaya - adalah pemicu awal lahirnya masalah sampah kota. Persepsi masyarakat urban- yang kini mendominasi populasi suatu kota Indonesia, memang tidak pernah menghadapi masalah sampah di daerah asalnya. Perilaku kaum komunitas urban ini terbawa ke level pusat bisnis komersial dan pusat-pusat keramaian kota (seperti pasar, bahkan Mall serta pusat pertokoan lainnya). Dan besarnya sumbangan sampah rumah tangga terhadap suatu kota ( hingga 65 %) telah berakibat langsung pada munculnya masalah sampah kota.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;_______________________________________&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmqSKbOv-I/AAAAAAAAGfM/PYjeBNOGvVs/s1600/Kencol+%252845%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmqSKbOv-I/AAAAAAAAGfM/PYjeBNOGvVs/s200/Kencol+%252845%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara teknis dan ekonomis pendirian&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44"&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;Instalasi Pengelolaan Sampah Kota (IPSK) &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;sangat layak bagi semua kota Indoneia. Dan, setidaknya bagi katagori Kota Metropolitan - dalam menghadapi pengelolaan sampah, menjadi tidak perlu terlalu tergantung 100 % pada keberadaan TPA- yang makin sulit mendapatkan lokasi tanpa adanya resistensi penduduk sekitarnya. Dengan pendirian IPSK, memang masih ada sampah (sisa bahan B3, waste un-recycle dan sampah Rumah Sakit- klinik) yang memerlukan penanganan khusus - misalnya dapat saja dibawa ke TPA atau dibakar menggunakan Incenerator.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Model IPSK dengan teknologi tersebut jauh lebih murah dibandingkan dengan investasi model TPA. Menurut Kasubdit Dirjen Tata Kota dan Pedesaan (Investor Daily, 24-8-2004) :" Untuk membangun Tempat Pembangunan Akhir (TPA) sampah dikota berpenduduk 250 ribu jiwa, diperlukan dana Rp 23 miliar per tahunnya". Menurut Kasubdit wilayah Barat II Dirjen Tata Perkotaan dan Pedesaan Depkimpraswil Bambang Purwanto, dana tersebut untuk pengadaan lahan, pengadaan alat berat, Konstruksi TPA, dan operasi, juga dibutuhkan untuk pemberian gaji karyawan. Dana tersebut seharusnya tidak hanya dari APBD Kota/ Kabupaten. Namun, perlu juga dari APBD provinsi dan APBN.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping kelayakan ekonomi, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: blue;"&gt;pendirian IPSK diatas akan memberikan lapangan kerja dan usaha baru kepada UKMM ( Usaha Kecil dan Mikro) &lt;/a&gt;di lokasi-lokasi dekat pemukiman, RW maupun Komplek Perumahan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/FBE0YcfKzhI&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/FBE0YcfKzhI&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-8057365616350688985?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Sampah ( Part 01) : Merobah Masalah Menjadi Berkah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/8057365616350688985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/10/sampah-part-01-merobah-masalah-menjadi.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8057365616350688985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8057365616350688985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/10/sampah-part-01-merobah-masalah-menjadi.html' title='Sampah ( Part 01) : Merobah Masalah Menjadi Berkah'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmqEEDGWII/AAAAAAAAGfI/WxblGZOkeo0/s72-c/Membuat+Kompos+%2528156%2529.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-971711457316531276</id><published>2008-10-19T08:58:00.000-07:00</published><updated>2010-11-24T02:42:23.341-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karakter Sampah Indonesia'/><title type='text'>Sampah ( Part 02 ): Memahami Karakter Sampah Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOzr6UpKHhI/AAAAAAAAAIQ/ZpcnhdqTg10/s1600/dsc_0475.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="134" src="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOzr6UpKHhI/AAAAAAAAAIQ/ZpcnhdqTg10/s200/dsc_0475.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sampah sebagai material sisa aktivitas manusia seringkali menjadi penyebab timbulnya masalah manakala tidak mendapat pengelolaan secara pantas. Timbulnya longsor, penumpukan sampah sampai pada munculnya penyakit akibat sanitasi lingkungan yang buruk serta ledakan metan di TPA, masalah kurangnya anggaran (APBD) investasi bagi pengangkutan dari sumber penghasil sampah ke Tempat Pembuangan (TPA) serta berkembangnya penyakit karena rendahnya sanitasi lingkungan adalah beberapa masalah dari sekian banyak kerugian akibat salah kelola sampah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOzrsglwYcI/AAAAAAAAAIM/4MJHBbSk39s/s1600/Kencol+%252882%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOzrsglwYcI/AAAAAAAAAIM/4MJHBbSk39s/s200/Kencol+%252882%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selanjutnya, jika dilihat dari karakter sampah, komposisi sampah akan membekali kita memilih teknologi yang dianggap dan diyakini memberi solusi tepat. Berdasar data penelitian, komposisi sampah di perkotaan Indonesia masih diwarnai oleh kehidupan agraris dan perilaku konsumsi non-instant. Hal itu tercermin dari &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=42" style="color: blue;"&gt;sampah organik atau mudah terurai (degradable ) - yang berasal dari makhluk hidup sejenis sisa sayuran- ikan dan hewan maupun buah-buahan memiliki komposisi penyumbang terbesar&lt;/a&gt;; Dan, ini berbeda nyata dibanding komposisi sampah di perkotaan negara maju seperti Singapura, yang dominan disumbang material sampah undegradable sejenis styrofoam, plastik dan kertas. Dengan pemahaman itu, teknologi yang baik digunakan di suatu negara belum tentu serta merta sesuai bagi pengelolaan sampah Indonesia. Bisa jadi pengomposan, sebagai teknologi paling populer di pertanian yang mendapat sentuhan penyesuaian bagi kepentingan perkotaan akan lebih relevan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="starial" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;Teknologi Biophoskko&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;telah lama melakukan penelitian dan uji atas proses olah sampah untuk kepentingan di kota, yang tentu berbeda dibanding dengan pembuatan kompos di daerah pertanian. Menjiplak teknik lama tradisional, misal metoda bedeng terbuka ( open windrows) sebagaimana dilakukan di pertanian guna dilaksanakan di kota dalam kepentingan pengolahan sampah, akan menimbulkan berbagai masalah seperti kebutuhan luasan lahan, timbulan polutan bau, kebutuhan waktu proses dan tenaga kerja, yang kesemua hal itu sangat menentukan bagi kelayakan ( sosial, lingkungan dan ekonomi) pengelolaan sampah di perkotaan. Dengan dasar itu, CVSK berusaha menyajikan teknologi pengelolaan sampah dan limbah- khususnya bagi kepentingan di kawasan komersial ( hotel, restoran, pabrik, perumahan, apartemen) serta kawasan sosial ( pendidikan, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah) yang tentunya akan berkaitan dengan kenyamanan masyarakat sekitar lokasi pengolahan sampah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="starial" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOzrgZoJT_I/AAAAAAAAAII/6kI3Dfxqn3I/s1600/Kencanaonline+%2528247%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOzrgZoJT_I/AAAAAAAAAII/6kI3Dfxqn3I/s200/Kencanaonline+%2528247%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="starial"&gt;Dengan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;alat mesin Biophosko®&lt;/a&gt; menjadikan olah sampah lebih modern, cepat dan higienis. Teknologi ini merobah pengolahan sampah dan limbah dalam rangka pembuatan kompos ( composting) dari asalnya menggunakan teknik bedeng terbuka ( open windrows) sehingga memerlukan lahan sekurangnya ( 1, 5 x 6) m2, harus dibalik setiap 1 minggu selama 1 bulan bahkan lebih, harus ditutup terpal, harus diberi aneka bahan starter ( debu, sekam, limbah gergaji, dll) - yang amat sulit didapatkan di kota, kini menjadi lebih mudah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="starial"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOzrP3HOySI/AAAAAAAAAIE/82EqHlpVfVs/s1600/SUC30117-1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOzrP3HOySI/AAAAAAAAAIE/82EqHlpVfVs/s200/SUC30117-1.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="starial"&gt;Bantuan teknologi tepat guna ini antara lain : ( a) . mempercepat waktu pengomposan ( dekomposisi bahan organik) dari 60 hari menjadi 5 hari, ( b) . praktis dan sederhana hanya memerlukan tenaga kerja operator 1 orang/ unit Instalasi kaps olah 3 m3/ hari, ( c) . menghasilkan pupuk organik cair ( POC) - yang dalam teknik bedeng seringkali terbuang jadi material pencemar meresap kedalam tanah, ( d) . keperluan luasan tanah jauh berkurang dibanding teknik tradisional, dan ( e) . higienis, tidak menimbulkan cemaran bunyi maupun bau busuk serta bau tak sedap. &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;Teknologi Biophosko® &lt;/a&gt;memiliki komitmen guna ikut serta membangun lingkungan sehat, sekalgus mendukung pertanian berkelanjutan bagi penyediaan pangan sehat menyehatkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/QU2eXofKElQ&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/QU2eXofKElQ&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-971711457316531276?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID' title='Sampah ( Part 02 ): Memahami Karakter Sampah Indonesia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/971711457316531276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/10/sampah-part-02-memahami-karakter-sampah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/971711457316531276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/971711457316531276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/10/sampah-part-02-memahami-karakter-sampah.html' title='Sampah ( Part 02 ): Memahami Karakter Sampah Indonesia'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOzr6UpKHhI/AAAAAAAAAIQ/ZpcnhdqTg10/s72-c/dsc_0475.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-8567445393221337244</id><published>2008-10-19T08:57:00.000-07:00</published><updated>2010-11-24T02:27:13.684-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masalah Sampah Indonesia'/><title type='text'>Sampah ( Part 03 ) : Masalah Sampah Di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOznOTlbC5I/AAAAAAAAAH4/GVjD2RSBqU8/s1600/011+%25282%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masalah sampah kota seringkali ingin diselesaikan cara mudah dengan membakarnya. Tanpa disadari, polutan yang timbul dari plastik dan bahan organik terbakar beresiko bagi menurunnya derajat kesehatan penduduk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOznva6Mi0I/AAAAAAAAAH8/Rh6_LJjkGek/s1600/Kencanaonline+%2528125%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="182" src="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOznva6Mi0I/AAAAAAAAAH8/Rh6_LJjkGek/s200/Kencanaonline+%2528125%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Konsep penanganan sampah - yang dikenal dengan 3 R ( Reuse, Reduce, Recycle) menjadi rumit manakala budaya masyarakat tidak siap &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=42"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;memilah sampah berdasar jenis organik, an-organik logam- plastik- kaca.&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;Upaya memasyaratkan pengomposan organik terkendala dengan bercampurnya aneka jenis sampah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jalan keluar dengan dibakar insinerator menjadi pilihan. Namun menurut pakar lingkungan tungku pembakaran dibawah 1000 derajat celcius tetap beresiko menghasilkan dioxin yang berbahaya bagi lingkungan. Maka jalan teraman, penanganan sampah secara berjenjang dan terdesentralisasi dimulai di level rumah - dengan memilah, kemudian menyediakan kontainer berdasar jenis, mendaur ulang jenis plastik- kertas- logam serta sisanya berupa sampah un-degradable dan sampah klinis dikelola di TPA.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun mengingat karakteristik sampah di Indonesia berbeda dengan sampah di negara-negara maju, yakni komposisi organik justru lebih besar hingga 70 % dibanding sampah di Singapura- yang misalnya hanya 6 %, maka proses dekomposisi sampah mutlak diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOzoSft-hXI/AAAAAAAAAIA/1LAAVrfVJI0/s1600/Kencanaonline+%2528188%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOzoSft-hXI/AAAAAAAAAIA/1LAAVrfVJI0/s200/Kencanaonline+%2528188%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pengomposan sampah menjadi bahan organik kaya nutrisi bagi tanaman telah dipraktekan di banyak keluarga di Eropa. Mereka menggunakan komposter di halaman, menjadikan sampah kebun dan dapur sebagai bahan pengomposan- yang kemudian amat berguna dalam kegiatan pertamanan. Kini, cara itu dikenalkan di Indonesia dalam komposter sebagai media dekomposisi dan memanfaatkan konsorsium mikroba-bakteri dan jamur sebagai aktivator proses dekomposisi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOznOTlbC5I/AAAAAAAAAH4/GVjD2RSBqU8/s1600/011+%25282%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOznOTlbC5I/AAAAAAAAAH4/GVjD2RSBqU8/s200/011+%25282%2529.jpg" width="156" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka, menggunakan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue;"&gt;komposter di rumah-rumah Indonesia &lt;/a&gt;menjadi amat relevan jika mengingat keperluan akan pupuk organik bagi penyuburan kebun pekarangan, menambah penghasilan keluarga dengan menghemat belanja akan bahan dapur serta sekaligus mengurangi beban TPA- yang makin bermasalah di banyak Kota di tanah air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Kehadiran alat mesin dan teknologi bagi pembuatan pupuk organik diharapkan ikut mengatasi masalah sampah dan limbah di perkotaan. Diketahui, sampah telah memberi sumbangan besar pada persoalan sanitasi dan derajat kesehatan masyarakat seiring dengan meningkatnya sampah yang dihasilkan penduduk. Jika tahun 2000 mencapai 1 kg sampah per orang per hari, kini diperkirakan, jumlahnya meningkat menjadi 2, 1 kg per orang per hari pada tahun 2020. Kementerian Lingkungan Hidup ( KLH) 1995 mencatat rata-rata produksi sampah masyarakat Indonesia per orang, yaitu 800 gram per hari. Artinya, dengan 220 juta jumlah penduduk, diperkirakan jumlah timbunan sampah nasional mencapai 176.000 ton per hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; Sementara itu, apabila dihitung secara kasar, sampah yang dihasilkan di Jakarta setiap harinya mencapai 8 juta kg. Jumlah tersebut didapat berdasarkan hasil perkalian antara jumlah penduduk yang tinggal di Jakarta ( 8 juta jiwa) dan jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya ( 1kg/ orang/ hari) .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOzm_Uaf5iI/AAAAAAAAAH0/tIU48WoDYWU/s1600/LG1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="86" src="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOzm_Uaf5iI/AAAAAAAAAH0/tIU48WoDYWU/s200/LG1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Jika setiap 1 ton sampah padat menghasilkan 50 kilogram gas methane ( CH4) , bisa diketahui jumlah sumbangan sampah untuk pemanasan global sebesar 8.800 ton CH4 per hari. Meskipun konsentrasi CO2 lebih tinggi, namun ilmuwan memprediksi kekuatan CH4 memiliki kekuatan 20 kali lipat lebih besar dibandingkan CO2. Selain itu, ternyata sampah juga menjadi salah satu faktor peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer, selain kegiatan manusia lainnya yang berhubungan dengan energi, kehutanan, pertanian dan peternakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/gJfIHiUtffY&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/gJfIHiUtffY&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-8567445393221337244?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Sampah ( Part 03 ) : Masalah Sampah Di Indonesia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/8567445393221337244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/10/sampah-part-03-masalah-sampah-di.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8567445393221337244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8567445393221337244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/10/sampah-part-03-masalah-sampah-di.html' title='Sampah ( Part 03 ) : Masalah Sampah Di Indonesia'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TOznva6Mi0I/AAAAAAAAAH8/Rh6_LJjkGek/s72-c/Kencanaonline+%2528125%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-6557267876301465817</id><published>2008-10-19T08:56:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T08:57:26.614-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sampah ( Part 04): Paket Teknologi Pengelolaan Sampah'/><title type='text'>Sampah ( Part 04): Paket Teknologi Pengelolaan Sampah</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/gfUx10dy1Rc&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/gfUx10dy1Rc&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU Pengelolaan Sampah Akan Hentikan Sistem Penimbunan Sampah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapanlagi.com - Persetujuan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengelolaan Sampah untuk ditetapkan menjadi Undang-Undang oleh DPR-RI diharapkan membawa perubahan yang mendasar dalam tata-kelola sampah di Tanah Air, salah satunya adalah penutupan semua TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang menggunakan sistem penimbunan dalam waktu lima tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lima tahun mendatang semua TPA yang menggunakan sistem open-dumping (ditimbun di tanah lapang terbuka - red) akan ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penutupan ini akan berlangsung secara bertahap," kata Ilyas Asaad, Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Penataan Lingkungan, di Jakarta, Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa biaya penutupan TPA sistem open-dumping akan dipikul bersama-sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penutupan TPA akan dibiayai oleh APBN dan APBD, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah dan kapasitas tampung sampah," katanya menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini sebagian besar sistem pengelolaan sampah di Indonesia masih bertumpu kepada pendekatan akhir (end of pipe), yaitu sampah dikumpulkan, diangkut, dan dibuang ke TPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan UU Sampah, kita ingin mengubah paradigma end of pipe ini sehingga sampah tidak lagi dilihat sebagai barang tak berguna tapi justru barang yang memiliki nilai ekonomis bila diolah dengan tepat," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH), Rachmat Witoelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Gempur Adnan, Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, menjelaskan bahwa saat ini sistem end of pipe sudah dilihat tidak layak lagi oleh semua pemerintah daerah dan kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Resistensi sosial dari masyarakat dan biaya operasional TPA open-dumping terlalu tinggi, belum lagi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh TPA jenis ini," kata Gempur Adnan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, saat ini konsep pengelolaan sampah dengan 3R yaitu reduce, reuse, recycle atau "mengurangi, menggunakan ulang, dan daur ulang") sudah banyak dilakukan di tingkat rumah tangga, RW, dan kelurahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sejak tahun 2007 KLH tengah menguji-cobakan konsep 3R ini untuk tiga kota kecil, yakni Jombang, Singaparna, dan Magelang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sistem pengelolaan sampah yang mengutamakan konsep 3R, lanjut Gempur, pemerintah setempat justru mendapat keuntungan ganda, yaitu pembukaan lapangan pekerjaan, pertambahan nilai ekonomis dari daur ulang, dan volume sampah yang dikirim ke TPA cuma 30% dari kondisi pengelolaan tanpa konsep 3R.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam program berdurasi dua tahun ini, pemerintah pusat menyumbangkan dana masing-masing 1 miliar rupiah untuk tiap kota, sebagai bantuan bagi pembuatan sistem pengelolaan sampah yang tidak lagi open-dumping dan pengembangan konsep 3R.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain 3 kota kecil tadi, KLH juga akan menggelar proyek uji coba serupa untuk sekitar 4-5 kota besar di Indonesia, antara lain Batam dan Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya yakin dalam waktu lima tahun semua TPA open-dumping di kota kecil dan sedang bisa ditutup. KLH akan memberikan panduan bagaimana membuat TPA dengan teknik landfill, yaitu menumpuk sampah dengan diselingi lapisan tanah," kata Tri Bangun Laksono dari Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan KLH (Kementerian Lingkungan Hidup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk pemerintah kota besar dan metropolitan yang bisa melaporkan rencananya menutup TPA "open-dumping" dalam kurun waktu dua tahun ke depan, lanjut Tri Bangun Laksono, akan mendapat insentif anggaran lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempur menambahkan, insentif dan disinsentif bagi pemerintah kota yang menutup TPA "open-dumping"nya akan juga terlihat dari skor Adipura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila Pemda (Pemerintah Daerah) menutup TPA open-dumping, kita akan memberikan nilai plus dalam kompetisi Piala Adipura. Tingginya tingkat penerapan 3R di suatu kota juga akan menambah skor kota itu dalam ajang Adipura," demikian Gempur. (*/cax)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-6557267876301465817?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Sampah ( Part 04): Paket Teknologi Pengelolaan Sampah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/6557267876301465817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/10/sampah-part-04-paket-teknologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/6557267876301465817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/6557267876301465817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/10/sampah-part-04-paket-teknologi.html' title='Sampah ( Part 04): Paket Teknologi Pengelolaan Sampah'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-6609895933659680658</id><published>2008-10-19T08:54:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T08:56:00.278-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sampah ( Part 05): Mengelola Sampah Di Rumah Menjadi Mudah'/><title type='text'>Sampah ( Part 05): Mengelola Sampah Di Rumah Menjadi Mudah</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/fREHfdfTzHQ&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/fREHfdfTzHQ&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang mungkin timbul dalam penggunaan Komposter dan rekomendasi pemecahannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. BAU&lt;br /&gt;Penyebab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumpukan sampah terlalu padat dan basah sehingga tidak cukup oksigen&lt;br /&gt;dalam tumpukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemecahan :&lt;br /&gt;aduk tumpukan sehingga dapat teraliri udara &amp; tambahkan bahan-bahan&lt;br /&gt;kering yang kasar seperti jerami dan daun untuk menyerap kelembaban yang&lt;br /&gt;berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. LALAT, LARVA LALAT (BELATUNG), KECOA, &amp; TIKUS&lt;br /&gt;Penyebab :&lt;br /&gt;bahan-bahan yang tidak tepat seperti daging &amp; minyak masuk ke dalam&lt;br /&gt;komposter, kurangnya sumber karbon dan tutup komposter yang tidak rapat .&lt;br /&gt;Pemecahan :&lt;br /&gt;kubur sisa makanan ditengah tumpukan, tutup dengan sumber karbon&lt;br /&gt;yang cukup dan membuang sampah ke dalam komposter pada pagi jam 05.00-05.30&lt;br /&gt;WIB &amp; sore diatas jam 17.00 WIB, menanam tanaman yang berdaun keras &amp; berduri di sekitar komposter, menutup rapat komposter dan menambal lubang komposter yang bocor dengan lem pipa atau lem aquarium&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-6609895933659680658?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Sampah ( Part 05): Mengelola Sampah Di Rumah Menjadi Mudah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/6609895933659680658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/10/sampah-part-05-mengelola-sampah-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/6609895933659680658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/6609895933659680658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/10/sampah-part-05-mengelola-sampah-di.html' title='Sampah ( Part 05): Mengelola Sampah Di Rumah Menjadi Mudah'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-4227590733312711241</id><published>2008-10-19T08:53:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T08:54:44.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sampah ( Part 06) : Pengelolaan Sampah Skala Bisnis'/><title type='text'>Sampah ( Part 06) : Pengelolaan Sampah Skala Bisnis</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/p174kS0svtQ&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/p174kS0svtQ&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lazimnya dalam bisnis, ketika pengusaha membeli bahan baku harus membayar dong. Tapi, teknologi Bio Phoskko dalam pembuatan kompos padat dan organik cair skala bisnis (komunal) telah membuat anomali ( beda dengan lazimnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket teknologi Bio Phoskko- yang terdiri dari aktivator, komposter Rotary Kiln dan aneka mineral penggembur ( bulking agent) telah merobah pengolahan sampah kota tidak lagi dipersepsi dengan bau, kuno maupun tidak praktis dan kumuh. Teknologi ini telah menjadikan pengolahan sampah skala komunal di dekat sumber penghasil -misalnya pemukiman dan pasar - sebagai suatu usaha yang menguntungkan, higienis, modern dan cepat. Selanjutnya Anomalinya, ketika pengusaha mengambil atau menerima sampah organik - sebagai bahan baku dalam usaha kompos di suatu wilayah pemukiman maupun area publik, bukannya harus membayar, melainkan bahkan, mendapat retribusi kebersihan. Kedepan, dan kini banyak perusahaan sudah menikmatinya, dalam skala pengolahan sampah dilakukan oleh industri, perkebunan, atau perusahaan -yang mengolah bahan tambang dan sumberdaya alam atau bisnis dengan areal luas lainnya, malahan akan berpeluang mendapatkan dana CDM (Clean Development Mechanism) yakni sejumlah dana kompensasi atas usaha pengurangan emisi methan dan karbon. Atau jualan emisi karbon kepada negara lain ( ekspor gitu lho ) - sebagaimana konvensi dalam "Protokol Kyoto". Lho kok bisa ya ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-4227590733312711241?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Sampah ( Part 06) : Pengelolaan Sampah Skala Bisnis'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/4227590733312711241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/10/sampah-part-06-pengelolaan-sampah-skala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/4227590733312711241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/4227590733312711241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/10/sampah-part-06-pengelolaan-sampah-skala.html' title='Sampah ( Part 06) : Pengelolaan Sampah Skala Bisnis'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-2615789282870863042</id><published>2008-10-19T08:51:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T08:53:02.331-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sampah (Part 07): Memasarkan Hasil Olah Sampah'/><title type='text'>Sampah (Part 07): Memasarkan Hasil Olah Sampah</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/DOR8N8YXx7I&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/DOR8N8YXx7I&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pemasaran kompos muncul disebabkan sebelum perencanaan usaha ( investasi fasilitas pengomposan ) tidak dilakukan studi tentang situasi pasar terlebih dahulu. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengetahui situasi pasar adalah kebutuhan akan aplikasi kompos, jarak tempuh ( distribusi ) antara lokasi pengomposan dengan prospek pelanggan serta informasi tentang pangsa pasar. Gencarnya pemasaran pupuk kimia ( anorganik) membuat lemahnya propaganda aplikasi kompos yang berasal dari sampah organik ini. Sulitnya pemasaran kompos, menyebabkan biaya operasi dan pemeliharaan menjadi kendala yang sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal itu, CVSK yang berpengalaman sebagai produsen pupuk membantu penyelesaian pemasaran kompos padat dan pupuk kompos cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap awal, PT CVSK akan memberikan plastik kemasan kompos padat Green Phoskko dan kemasan ( botol plastik bagi kompos cair Gramafert ber merk). Kedua merk pupuk organik tersebut sudah dikenal banyak pelanggan serta memenuhi legalitas ijin edar sebagaimana peraturan yang ada. Para pengusaha produksi kompos akan mendapat keuntungan dengan mengikuti tatacara distribusi dan pemasaran CVSK, sampai suatu saat akan dilepas untuk menjalankannya secara mandiri. Pemilik komposter Biophoskko atau produsen kompos yang menggunakan paket teknologi Phoskko akan mendapatkan order CVSK, memenuhi permintaan yang masuk kepada CVSK akan kompos padat dan cair kemudian para pelanggan paket tekonologi Phoskko memenuhi order tersebut. Bagi pemilik komposter Bio Phoskko, akan kami masukan kedalam database - khususnya data jumlah kompos cair yang dihasilkannya. Dengan adanya data tersebut, setiap order pembelian pupuk cair kepada kami, yang berada dekat wilayah distribusi anda, akan dimintakan anda melayaninya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-2615789282870863042?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Sampah (Part 07): Memasarkan Hasil Olah Sampah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/2615789282870863042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/10/sampah-part-07-memasarkan-hasil-olah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/2615789282870863042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/2615789282870863042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/10/sampah-part-07-memasarkan-hasil-olah.html' title='Sampah (Part 07): Memasarkan Hasil Olah Sampah'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-310707408180454792</id><published>2008-10-19T08:50:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T08:51:49.272-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sampah ( Part 08 End ) : Katalog Peralatan Produksi Kompos'/><title type='text'>Sampah ( Part 08 End ) : Katalog Peralatan Produksi Kompos</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/z1kHv4Trt_Y&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/z1kHv4Trt_Y&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat kompos, dulu sih hanya urusan petani - agar memiliki pupuk bagi tanaman di kebunnya. Namun kini, paket teknologi Phoskko telah mampu mendorong keluarga Indonesia dalam mengelola sampah di rumahnya di perkotaan. Karena sampah justru menjadi sumber masalah bagi keluarga di kota kalau ingin sehat, lingkungan bersih dan higienis, maka membuat kompos kini bukan hanya kepentingan petani.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-310707408180454792?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Sampah ( Part 08 End ) : Katalog Peralatan Produksi Kompos'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/310707408180454792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/10/sampah-part-08-end-katalog-peralatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/310707408180454792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/310707408180454792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/10/sampah-part-08-end-katalog-peralatan.html' title='Sampah ( Part 08 End ) : Katalog Peralatan Produksi Kompos'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-8087362976881994207</id><published>2008-08-16T06:51:00.000-07:00</published><updated>2010-12-12T20:11:14.104-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penampakan Di Taman Suatu Malam'/><title type='text'>Prospek Ekspor Adenium Eksotis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TQWc0JSCE_I/AAAAAAAAAJc/Veni2wh6Few/s1600/SUC30042-1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TQWc0JSCE_I/AAAAAAAAAJc/Veni2wh6Few/s200/SUC30042-1.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Sang Buaya Dibawa ke Malaysia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;Jumat, 08 Agustus 2008|05:53:26WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;BATAM (BP) - Komunitas Adenium Batam kini mencuri perhatian pencinta tanaman hias negeri jiran. Adenium berbentuk buaya diboyong pencinta bunga asal Malaysia dengan harga 2.600 ringgit Malaysia (sekitarRp7 juta, red). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebelumnya adenium tersebut oleh pemiliknya, Ewa cuma dibandrol Rp5 juta. "Pembelinya sendiri yang langsung menawar dengan harga tersebut," ujar Ewa, di sela-sela pameran bunga , tanaman hias dan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=38"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;pupuk pertamanan&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;di Engku Putri, kemarin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TQWcfXedKUI/AAAAAAAAAJY/vfkrFUlL9wM/s1600/0.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TQWcfXedKUI/AAAAAAAAAJY/vfkrFUlL9wM/s200/0.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menurutnya, adenium menyerupai buaya tersebut memang sudah siap untuk ikut kontes. Bahkan bentuk bonggolnya masih bisa dikembangkan menjadi bentuk buaya yang lebih besar, menjadi nilai tambah dari pembeli karyanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selain adenium berbentuk buaya yang dihargai Rp7 juta, adenium berbentuk kura-kura justru mendapat tawaran dua kali lipat. Sayangnya, menurut Rudi rekan Ewa yang juga ikut pameran, adenium itu tidak dijual oleh pemiliknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sementara pameran bunga yang diselenggarakan oleh Komunitas Pecinta Alam Hijau Batam (Kupaham) yang berlangsung selama dua minggu, 26 Juli -8 Agustus, berakhir kemarin. Berakhirnya pameran pada hari ini, tidak membuat para peserta cukup puas karena sepinya pengunjung yang datang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TQWcSmU-3GI/AAAAAAAAAJU/Gpk4SxfGFbo/s1600/1234360146240.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TQWcSmU-3GI/AAAAAAAAAJU/Gpk4SxfGFbo/s200/1234360146240.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menurut Egi dari Dena Florist, peserta pameran penjualan bunga mereka selama pameran sangat sepi karena tempat yang sangat tertutup. "Selain itu kurangnya umbul-umbul atau papan informasi yang memberitahukan bahwa adanya pameran bunga di kawasan Engku putri ini," ucap Egi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dia juga mengakui, bahwa selama masa pameran mereka membayar Rp1,5 juta per stand kepada pihak penyelenggara. Hal ini jauh berbeda dari tahun lalu, sewaktu pelaksanaan diadakan di Sumatera Promotion Center (SPC), penjualan mereka sangat tinggi dan banyak wisatawan dari Singapura dan Malaysia yang membeli, selain dari lokal juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berbeda dengan Iyan dari Syakira Nursery, peserta pameran lain yang mengaku walau omset penjualannya sepi, namun dia tidak mengeluhkan tempat karena dia merasa aman. "Di sini cukup aman, dan tempatnya strategis, sehingga tidak akan ada kemungkinan hilangnya barang dagangan disini," ucap Iyan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dia menambahkan pengunjung yang datang ketempat tersebut pada pagi hingga siang hari sangat sedikit, sangat berbeda dari tahun lalu yang penyelenggaraannya di SPC, pengunjung selalu ramai mulai pada pagi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;hingga malam hari.(dew/cr5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Cb8W8NPdbdc&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Cb8W8NPdbdc&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-8087362976881994207?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Prospek Ekspor Adenium Eksotis'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/8087362976881994207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/08/prospek-ekspor-adenium-eksotis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8087362976881994207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8087362976881994207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/08/prospek-ekspor-adenium-eksotis.html' title='Prospek Ekspor Adenium Eksotis'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TQWc0JSCE_I/AAAAAAAAAJc/Veni2wh6Few/s72-c/SUC30042-1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-6318744104105702343</id><published>2008-08-05T14:17:00.000-07:00</published><updated>2008-08-08T06:10:01.891-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Compound Fertilizer'/><title type='text'>Membuat Taman Tujuh Menit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; Since 1994, at a time when our product launch, we produce Gramalet as complex or complete compound fertilizer flexible formulation for many kind commodity fertilizing following: palm oil, rubber tree, cashew tree, tea plantations, clove tree, pepper tree, fruits tree and vegetable horticulture crops, cacao tree, paddy rice and staple food crops, etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; Farmers have been report that Gramalet complete compound fertilizer make their plant or crops more better quality and make a significant increased production. Complete ingredient element of each tablet Gramalet® fertilizer such as macro nutrient NPK ( Nitogen, Phosphate, Kalium/ Potassium ), secondary macro nutrient MgSCa ( Magnecium, Sulfur, Calcium) and micro essential nutrient ( Fe, Zn, B, Bo, Cu, Cl, Mo) have made the farmers could increase their productivity level also product quality. Our product technology also could make in flexible formulation and we serve it on tablet appereance performance with some forming size chosen. Tablet appereance former could produce on (1, 5 ± 0, 3 ) grames ( diameter 12 mm, height 7 mm ), 3 gram, 5 gram (18 mm, 10 mm) and 10 gram ( diameter 25 mm, height 15 mm ) depends of kind crops or plant fertilizing using.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/O8R_K4Sv62o&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/O8R_K4Sv62o&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-6318744104105702343?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Membuat Taman Tujuh Menit'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/6318744104105702343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/08/membuat-taman-tujuh-menit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/6318744104105702343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/6318744104105702343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/08/membuat-taman-tujuh-menit.html' title='Membuat Taman Tujuh Menit'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-7350569467808891657</id><published>2008-08-05T14:00:00.000-07:00</published><updated>2010-11-21T15:37:05.105-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komposter Biophoskko'/><title type='text'>Membuat Kompos Merawat Taman di Rumah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmrqfr84BI/AAAAAAAAGfU/MLDKvuk-xck/s1600/01%2529_resize.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmrcPnIrBI/AAAAAAAAGfQ/3uiXhYb6czs/s1600/Kompos+n+%252829%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmrcPnIrBI/AAAAAAAAGfQ/3uiXhYb6czs/s200/Kompos+n+%252829%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32" style="color: blue;"&gt;BioPhosko®  Komposter (M)&lt;/a&gt; dengan Dimensi ( Tinggi= 80 cm, Diameter= 40 cm), komposter Biophoskko® ( size M) ini terbuat dari bahan plastik HDE (jenis bahan yang kuat), merupakan solusi untuk penanganan sampah (khususnya sampah organik sisa-sisa material makhluq hidup antara lain sisa pemakaian rumah tangga ( food waste) seperti: makanan, kertas, dll). Merubah sampah sisa rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat - yaitu menjadi kompos - berguna dalam memelihara kesuburan tanah dan sebagai pasokan nutrisi bagi tanaman anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/RDIt1JqV7D0&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/RDIt1JqV7D0&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;Sederhana dan mudah dalam pengaplikasiannya. Kapasitas suatu Komposter Type M pada 0,08 m3 ( 80 liter) sampah atau setara berat 20 sampai 30 kg, akan mampu mengolah sampah dari kurang lebih 5-6 hari sampah yang dihasilkan suatu rumah tangga. Diketahui bahwa setiap jiwa mengeluarkan sampah sekira 2,6 liter ( 1 Kg) per hari atau 15 liter per keluarga rumah dengan 5 jiwa/keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmrqfr84BI/AAAAAAAAGfU/MLDKvuk-xck/s1600/01%2529_resize.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmrqfr84BI/AAAAAAAAGfU/MLDKvuk-xck/s200/01%2529_resize.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;Komposter ini dirancang khusus bagi keperluan menyediakan alat media bagi penciptaan PH, masukan oksigen ( aerasi) , menjaga kelembaban dan temperatur ( suhu) agar aneka bakteri populasi tinggi hingga 10 pangkat 8 - &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32" style="color: blue;"&gt;dalam aktivator Green Phoskko ( GP-1) &lt;/a&gt;- dapat bekerja efektif dan efisien mengurai material organik. Sebagaimana diketahui, setiap jenis bakteri memiliki karakter berbeda dan juga kebutuhan khusus untuk mampu mendekomposisi material agar cepat, berkualitas dan higienis. Dengan demikian, bagi berjalannya pengomposan sesuai dengan standar teknologi Phoskko ( penguraian cepat, higienis, menghasilkan kompos berkualitas, bebas penyimpangan dari timbulan ulat dan bau) , maka penggunaan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32" style="color: blue;"&gt;paket lengkap alat dan aktivator Green Phoskko ( GP-1) serta penggembur Green Phoskko ( organic atau bulking agent ( GP-2) merupakan keharusan.&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/pfOFBEQ8NuU&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/pfOFBEQ8NuU&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-7350569467808891657?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Membuat Kompos Merawat Taman di Rumah'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.indonetwork.co.id/kencanabandung' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/7350569467808891657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/08/membuat-kompos-merawat-taman-rumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/7350569467808891657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/7350569467808891657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/08/membuat-kompos-merawat-taman-rumah.html' title='Membuat Kompos Merawat Taman di Rumah'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmrcPnIrBI/AAAAAAAAGfQ/3uiXhYb6czs/s72-c/Kompos+n+%252829%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-7851014645920098807</id><published>2008-08-03T13:58:00.001-07:00</published><updated>2008-08-03T13:59:30.008-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merawat Pertamanan Kota'/><title type='text'>Video Lagu Sampah Perlu Daur Ulang</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/CAQ14W23Vgo&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/CAQ14W23Vgo&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-7851014645920098807?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Video Lagu Sampah Perlu Daur Ulang'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/7851014645920098807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/08/video-lagu-sampah-perlu-daur-ulang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/7851014645920098807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/7851014645920098807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/08/video-lagu-sampah-perlu-daur-ulang.html' title='Video Lagu Sampah Perlu Daur Ulang'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-8403284041593898140</id><published>2008-07-13T17:17:00.000-07:00</published><updated>2008-08-08T06:12:08.310-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aplikasi Pupuk'/><title type='text'>Aplikasi Gramafert Pada Tanaman Hias</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:78%;"&gt;Pupuk Kompos Cair (PKC) Gramafert® Pupuk Kompos Cair (PKC) Gramafert adalah cairan yang dihasilkan dalam proses pengomposan ( dekomposisi ) secara aerob ( aerasi maksimal ) dalam komposter Bio Phoskko dengan menggunakan aktivator Green Phoskko ( bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp). Produk ini merupakan hasil sampingan dari kompos padat dalam dekomposisi menggunakan komposter. Dengan demikian, secara ekonomi, dihasilkan dengan biaya murah dan oleh karenanya disajikan kepada pelanggan dengan harga bersaing.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:78%;"&gt;Aplikasinya pada pemupukan tanaman sangat praktis dan ekonomis. cukup dicampur dengan air sebanyak 10 sampai 20 x dibanding bahan ( biang pupuk kompos cair dalam setiap botol ini). Tatacara aplikasinya, semprotkan pada akar, batang, dan maupun daun. Sebagaimana diketahui, dalam jumlah terbatas, tanaman mengambil unsur hara ( nutrisi atau makanan ) melalui proses respirasi, stomata daun dan batang. Pupuk ini anti polusi ( tidak berefek samping kimiawi) karena terbuat dari bahan sampah organik. Cocok digunakan pada tanaman bunga, buah, sayuran maupun tanaman pangan seperti jagung, serealia, padi dan kacang. Pupuk Kompos Cair (PKC) mengandung unsur hara makro dan mikro yang sangat diperlukan semua tanaman dan memang mutlak diperlukan dalam implementasi pertanian organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:78%;"&gt;Keadaan tanah pertanian yang secara umum telah mengalami kejenuhan akan unsur pupuk , selain memiliki masalah pengerasan tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, masalah lain yang patut diperhatikan di Indoneia adalah indikasi proses pemiskinan atau pengurangan kandungan 10 jenis unsur hara meliputi makro sekunder yaitu Ca, S dan Mg (3 unsur hara makro sekunder) serta unsur hara mikro seperti Fe, Na, Zn, Cu, Mn, B dan Cl (7 jenis unsur). Seperti diketahui saat ini ( Journal ilmiah soil science,1998 ) dari sekian banyak unsur yang ada di dalam tanah dan alam, semua jenis tanaman memmerlukan secara mutlak ( atau dengan kata lain harus tersedia atau tidak boleh tidak ) 13 unsur hara untuk keperluan proses pertumbuhan dan perkembangannya - yang sering dikenal dengan nama unsur hara essensial. Unsur hara ini diperlukan dalam jumlah yang berbeda satu sama lain yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi unsur hara makro ( 6 jenis ) yang dibutuhkan dalam jumlah lebih banyak (unsur N, P, K, Ca, S dan Mg) dan unsur hara mikro (7 jenis) yang dibutuhkan jumlah sangat sedikit (Unsur Fe, Na, Zn, Mn, B, Cu dan Cl).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:78%;"&gt;Keadaan ekonomi petani- yang terbatas pendapatannya, seringkali menjadi penyebab kurangnya asupan 13 hara essensial ini secara lengkap. Tanah pertanian, dalam jangka lama, digerus untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:78%;"&gt;k memproduksi pangan dan proses bertumbuhnya aneka tanaman. Atas dasar demikian, tanah pertanian memerlukan segera asupan 13 unsur hara essensial diatas. Salah satunya, produk dengan kandungan 13 unsur hara essensial tersebut, dapat dilakukan oleh Gramafert –Pupuk Kompos Cair (PKC).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;b&gt; _______________________________&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-cf040d58549e3b96" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v21.nonxt7.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dcf040d58549e3b96%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331229787%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D166DD6324BB13842AA54B27125B2C8D708EE3CA4.5ACA43D83A0CD3C0DA577F525BC7D8719BC4F9D6%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dcf040d58549e3b96%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DikuCrtwpYA2gG_IJrKHMRVdJ2y4&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v21.nonxt7.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dcf040d58549e3b96%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331229787%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D166DD6324BB13842AA54B27125B2C8D708EE3CA4.5ACA43D83A0CD3C0DA577F525BC7D8719BC4F9D6%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dcf040d58549e3b96%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DikuCrtwpYA2gG_IJrKHMRVdJ2y4&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-8403284041593898140?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.pemupukan.info' title='Aplikasi Gramafert Pada Tanaman Hias'/><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=cf040d58549e3b96&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/8403284041593898140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/07/aplikasi-gramafert-pada-tanaman-hias.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8403284041593898140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8403284041593898140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/07/aplikasi-gramafert-pada-tanaman-hias.html' title='Aplikasi Gramafert Pada Tanaman Hias'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-1863308630336031115</id><published>2008-05-11T16:27:00.000-07:00</published><updated>2008-08-08T06:23:56.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Kompos'/><title type='text'>Teknologi Phoskko Dalam Produksi Kompos: Suatu Anomali Bisnis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lazimnya dalam bisnis, ketika pengusaha membeli bahan baku harus membayar dong. Tapi, teknologi Bio Phoskko dalam pembuatan kompos telah membuat anomali. &lt;a style="color: blue; text-decoration: underline;" href="http://indonetwork.co.id/kencanabandung/group+14091/biophosko-komposter.htm" target="_blank"&gt;Paket teknologi Bio Phoskko&lt;/a&gt;- yang terdiri dari aktivator, komposter dan aneka mineral telah merobah &lt;a style="color: blue; text-decoration: underline;" href="http://indonetwork.co.id/kencanabandung/37710/green-phoskko-pupuk-organik-kompos-kota.htm" target="_blank"&gt;pengolahan sampah kota &lt;/a&gt;tidak lagi &lt;a style="color: blue; text-decoration: underline;" href="http://green-phoskko.blogspot.com/2006_01_25_archive.html" target="_blank"&gt;dipersepsi dengan bau&lt;/a&gt;, kuno maupun tidak praktis dan kumuh. Teknologi ini telah menjadikan pengolahan sampah di dekat sumber penghasil -misalnya  pemukiman dan pasar - sebagai suatu &lt;a style="color: blue; text-decoration: underline;" href="http://green-phoskko.blogspot.com/2006_02_06_archive.html" target="_blank"&gt;usaha yang menguntungkan, higienis, modern dan cepat.&lt;/a&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 102, 255);" href="http://green-phoskko.blogspot.com/2006_02_06_archive.html"&gt;Selanjutnya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anomalinya, ketika pengusaha mengambil atau&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;menerima sampah organik - sebagai bahan baku dalam usaha kompos di suatu wilayah pemukiman maupun area publik, bukannya harus membayar, melainkan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;bahkan, mendapat retribusi kebersihan. Kedepan, dan kini banyak perusahaan sudah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;menikmatinya, dalam skala pengolahan sampah dilakukan oleh industri, perkebunan, atau&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;perusahaan -yang mengolah bahan tambang dan sumberdaya alam atau bisnis dengan areal luas lainnya, malahan akan berpeluang mendapatkan dana CDM (Clean Development Mechanism) yakni sejumlah dana kompensasi atas usaha pengurangan emisi methan dan karbon- sebagaimana konvensi dalam "Protokol Kyoto". Lho ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/1NW_K0_X1Oo&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/1NW_K0_X1Oo&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-1863308630336031115?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Teknologi Phoskko Dalam Produksi Kompos: Suatu Anomali Bisnis'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/1863308630336031115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/05/teknologi-phoskko-dalam-produksi-kompos.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/1863308630336031115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/1863308630336031115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/05/teknologi-phoskko-dalam-produksi-kompos.html' title='Teknologi Phoskko Dalam Produksi Kompos: Suatu Anomali Bisnis'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-3771800111192493255</id><published>2008-05-11T05:50:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T13:07:17.801-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengolah Sampah Secara Mandiri'/><title type='text'>Mengolah Sampah Rumah Secara Mandiri</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;Sesaat diciptakan &lt;a href="http://indonetwork.co.id/kencana_riau/636793/komposter-elektrik-bio-phoskko.htm" style="color: blue; text-decoration: underline;" mce_href="http://indonetwork.co.id/kencana_riau/636793/komposter-elektrik-bio-phoskko.htm" target="_blank"&gt;Komposter Elektrik Bio Phoskko,&lt;/a&gt; datanglah berkunjung Walikota Bandung ke &lt;a href="http://www.bbi-market.com/news.php" style="color: blue; text-decoration: underline;" mce_href="http://www.bbi-market.com/news.php" target="_blank"&gt;BBI-MarkNet di Batam&lt;/a&gt;. Di saat itu, komposter hasil rakitan aneka spare part buatan Jepang dan Bandung - yang diproduksi di Batam- dipajang dan mendapat perhatian kalangan wartawan. Bagi Batam, dengan kondisi tanah mengandung bauksit dan terkatagori jenis Podsolik Merah Kuning (PMK)- yang kering, kehadiran mesin pembuat kompos yang praktis tentu sangat didambakan. Dengan adanya komposter elektrik pada harga yang terjangkau, kini rumah tangga di Batam dapat mengolah sampah dapur dan sisa makanannya dengan hanya 10 menit saja. Diperolehnya kompos dan pupuk organik cair, bagi warga Batam yang mau mengolah sampah rumahnya secara mandiri, sangatlah berarti jika mengingat harga kompos Rp 7.900/kg dan harga pupuk kompos cair Rp 40.000,-/ botol 500 ml atau 5 kali lipat lebih dibanding harga kompos di Jawa. Tentu saja dengan itu akan mendorong makin banyaknya rumah di Batam yang terik untuk memiliki taman pekarangan. Dan, itu berarti juga penghematan baru atas biaya AC, karena rumah dengan banyak tanaman jadi nyaman dan teduh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-size:85%;" &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;" &gt;[&lt;a href="http://kliping-gdpsk.blogspot.com/2007/12/komposter-elektrik-bio-phoskko.html" style="color: blue; text-decoration: underline;" mce_href="http://kliping-gdpsk.blogspot.com/2007/12/komposter-elektrik-bio-phoskko.html" target="_blank"&gt;Selengkapnya&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/f9jy0izGies&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/f9jy0izGies&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-3771800111192493255?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Mengolah Sampah Rumah Secara Mandiri'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/3771800111192493255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/05/mengolah-sampah-rumah-secara-mandiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/3771800111192493255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/3771800111192493255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/05/mengolah-sampah-rumah-secara-mandiri.html' title='Mengolah Sampah Rumah Secara Mandiri'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-8894091290304432030</id><published>2008-05-11T05:43:00.000-07:00</published><updated>2010-11-21T15:42:54.900-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sampah'/><title type='text'>Sampah sebagai Sumberdaya Ekonomi Baru</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmtx3RbG8I/AAAAAAAAGfY/9pEFdHjqIgU/s1600/Instalasi+Kompos.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmtx3RbG8I/AAAAAAAAGfY/9pEFdHjqIgU/s200/Instalasi+Kompos.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Material sisa pemakaian rumah tangga - yang kemudian disebut sampah - dan sejenis sampah rumah tangga yang dihasilkan sumber area komersial, area publik, pasar dan hotel- restoran akan menjadi sumberdaya ekonomi baru manakala dikelola dengan konsep 3 R (Reduce-Reuse-Recycle). Sampah yang selama ini "dibuang" ke TPA, seperti hukum kekekalan massa- Lomonosov Lavoisier, setiap massa akan konstan meski mendapat berbagai proses dalam sistem tersebut, telah terbukti menghasilkan metan dan bahan organik. Sayangnya, material baru tersebut tidak dimanfaatkan bagi kesejahteraan manusia, bahkan sebaliknya miss management TPA di berbagai Kota, massa sampah telah menjadikan bencana bagi manusia- seperti terjadinya &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/0502/23/sh04.html" mce_href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/0502/23/sh04.html" target="_blank"&gt;longsor &lt;/a&gt;maupun &lt;a href="http://digilib.ampl.or.id/detail/detail.php?row=8&amp;amp;tp=kliping&amp;amp;ktg=sampahluar&amp;amp;kode=1325" mce_href="http://digilib.ampl.or.id/detail/detail.php?row=8&amp;amp;tp=kliping&amp;amp;ktg=sampahluar&amp;amp;kode=1325" target="_blank"&gt;ledakan metan&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmuK-m8E6I/AAAAAAAAGfc/7d9B7-ka6RE/s1600/Kencol+%252856%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmuK-m8E6I/AAAAAAAAGfc/7d9B7-ka6RE/s200/Kencol+%252856%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 85%;"&gt;&lt;a href="http://gdpsk.blogspot.com/2008_04_12_archive.html" mce_href="http://gdpsk.blogspot.com/2008_04_12_archive.html" style="text-decoration: underline;" target="_blank"&gt;Undang-undang tentang Pengelolaan Sampah&lt;/a&gt; yang disahkan DPR, 9 April 2008, nampaknya akan memberi arah baru agar massa sampah dimanfaatkan dengan cara di daur ulang menjadi sumber ekonomi baru. Undang-undang tersebut mewajibkan rumah tangga, pengelola pemukiman (Developer), industri, kawasan industri, hotel dan berbagai pihak penghasil sampah mengelolanya secara mandiri. Dengan itu, kedepan, akan ditemui banyaknya &lt;a href="http://gdpsk.blogspot.com/search/label/Instalasi%20Pengelolaan%20Kompos%20Kota%20%28IPKK%29" mce_href="http://gdpsk.blogspot.com/search/label/Instalasi%20Pengelolaan%20Kompos%20Kota%20%28IPKK%29" style="text-decoration: underline;" target="_blank"&gt;Instalasi Pengelolaan Sampah Kota (IPSK) &lt;/a&gt;memberi jasa kebersihan suatu kawasan kota dan membuat biomassa atau &lt;a href="http://proposal-bisnis.blogspot.com/2007/08/instalasi-pengolahan-kompos-kota-ipkk.html" mce_href="http://proposal-bisnis.blogspot.com/2007/08/instalasi-pengolahan-kompos-kota-ipkk.html" style="text-decoration: underline;" target="_blank"&gt;Instalasi Pengolahan Kompos Kota (IPKK) &lt;/a&gt;menghasilkan kompos padat dan pupuk cair sebagai usaha baru di Indonesia. &lt;a href="http://gdpsk.blogspot.com/2005_04_04_archive.html" mce_href="http://gdpsk.blogspot.com/2005_04_04_archive.html" style="text-decoration: underline;" target="_blank"&gt;Contoh Proposal Terkait)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://gdpsk.blogspot.com/2005_04_04_archive.html" mce_href="http://gdpsk.blogspot.com/2005_04_04_archive.html" style="color: blue; text-decoration: underline;" target="_blank"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/mOw62PyUA40&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/mOw62PyUA40&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-8894091290304432030?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Sampah sebagai Sumberdaya Ekonomi Baru'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/8894091290304432030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/05/reaktor-bio-elektrik-ampuh-hasilkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8894091290304432030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/8894091290304432030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/05/reaktor-bio-elektrik-ampuh-hasilkan.html' title='Sampah sebagai Sumberdaya Ekonomi Baru'/><author><name>Sonson Garsoni</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOmtx3RbG8I/AAAAAAAAGfY/9pEFdHjqIgU/s72-c/Instalasi+Kompos.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2766749566781638425.post-4376300778677738662</id><published>2008-04-20T09:01:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T00:35:47.967-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Global Warming'/><title type='text'>Kewajiban Industri Miliki Instalasi Pengelolaan Sampah</title><content type='html'>&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/oJAbATJCugs&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/oJAbATJCugs&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Video Pemanasan Global Akibat Industrialisasi ( NationalGeographic)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;Kliping : RUU Pengelolaan Sampah Disahkan&lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h1 style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perumahan Wajib Memilah Sampah&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; [JAKARTA] Setiap kawasan perumahan, kawasan industri dan perdagangan diwajibkan memiliki instalasi pemilihan sampah. Jika tidak, pemerintah akan memberikan sanksi yang keras baik berupa sanksi administratif maupun pidana bagi yang melanggar. ( &lt;a style="color: rgb(51, 102, 255);" href="http://gdpsk.blogspot.com/2008_04_12_archive.html"&gt;selanjutnya&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766749566781638425-4376300778677738662?l=www.masalahsampah.info' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Kewajiban Industri Miliki Instalasi Pengelolaan Sampah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.masalahsampah.info/feeds/4376300778677738662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/04/kewajiban-industri-miliki-instalasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/4376300778677738662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2766749566781638425/posts/default/4376300778677738662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.masalahsampah.info/2008/04/kewajiban-industri-miliki-instalasi.html' title='Kewajiban Industri Miliki Instalasi Pengelolaan Sampah'/><author><name>Posko Hijau (Green_Phoskko)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07747332008871133780</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_XGPD8JIppUo/TP2G1j-1fDI/AAAAAAAAAI0/LIf1NMO_ys4/S220/Desain%2BTopi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
