10.1.11

Pengelolaan Di Sumber Timbulnya, Tuntaskan Masalah Sampah Kota

Diketahui, kini makin sulit mendapatkan lokasi bagi pembuangan sampah, tanpa adanya penolakan (resistensi) penduduk sekitar jalan akses maupun tempat tinggal warga di sekitar rencana lokasi bagi pembuangan sampah skala suatu kota, apalagi, skala regional antar kota. Kecuali bagi kepentingan pengelolaan sampah sendiri atau masing-masing, semua orang pada dasarnya tidak mau bersentuhan, bahkan, melihat sampah orang lain. Makin luas skala pengelolaan sampah, akan makin besar pula penolakan (resistensi) masyarakat. Makin jauh sampah berpindah, akan makin banyak pihak memusuhinya, makin besar biaya angkutnya dan makin besar pula sebaran polutannya.

Dari pemahaman akan karakter diatas, prinsip pengelolaan sampah yang paling memiliki kelayakan secara sosial, teknik dan lingkungan, adalah pengelolaan terdekat dengan sumber timbulnya sampah, misalnya, yang kini makin banyak berdiri Instalasi Pengelolaan Sampah Kota (IPSK).


Dengan pendirian IPSK, memiliki tempat sampah terpilah yang berfungsi sebagai pengumpul (kolekting) sampah bernilai ekonomi (jenis plastik, logam, kain, kemasan bahan daur ulang) sekaligus sarana bagi olah sampah organik menjadi kompos. Dengan sarana itu, sampah jenis anorganik (plastik, kertas, logam, kain) akan berada dalam keadaan bersih, sehingga layak di daur ulang. Dengan IPSK, memang belum semua sampah bisa diolah dan didayagunakan, masih ada sampah (sisa bahan B3, waste un-recycle, sampah medis dari umah sakit dan klinik). Jenis sampah katagor B3 ini memerlukan penanganan khusus. Jenis sampah ini, dibakar menggunakan incenerator, namun jumlahnya hanya 5 hingga 10 % saja. Namun, IPSK sebagai sarana  pengelolaan sampah di sumber timbulnya, memiliki prospek dijadikan strategi dalam upaya tuntaskan masalah sampah di kota.

Alat mesin utama dalam suatu IPSK, sebagaimana diketahui komposisi sampah dominasi jenis organik, adalah komposter. Kini komposter memiliki katagori skala rumah tangga (individual) serta rotary kiln skala  komersial dengan kapasitas mulai 3000 liter/batch/ unit/5 hari hingga kapasitas 6 m3/batch/unit/5 hari.. Berbagai tipe RK, dapat dipilih mulai model manual (RKM 1000L), menggunakan elektro motor RKE-1000L, atau dilengkapi penggerak (engine) seperti RKE 3000L maupun kapasitas besar RKE 2000L. Kapasitas mesin rotary, mulai 3 m3/ batch, sebanyak 5 unit untuk bergiliran dan kontinyu melakukan pengolahan setiap hari, sudah memenuhi kelayakan untuk dioperasikan secara komersial. Instalasi bisa ditempatkan di dekat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampah, pasar induk dan pasar sayuran, fasilitas umum suatu lingkungan perumahan, sekitar dapur hotel dan restoran, di lingkungan kantin pabrik dengan karyawan mulai 500 orang/ hari, ditempatkan sebagai fasilitas pembuatan kompos di kebun dan usaha peternakan penimbul limbah (feces, urin ternak, sisa pakan), serta sekolah dan sarana peribadatan. Instalasi bisa juga dipindah sesuai keperluan (mobile).

IPSK, dengan kelengkapan alat mesin Rotary Klin, akan memberi pendapatan dari penjualan pupuk hayati ataupun kompos padat dan pupuk organik cair (POC) bagi siapapun yang ingin memanfaatkan dan mengelola sampah. Di perkotaan, dengan makin banyakt penimbul sampah mengalami masalah dengan layanan pemerintah kota dalam pengambilan sampahnya, IPSK memberi solusi kepada entitas penimbul sampah mengelolannya secara mandiri. IPSK juga memberi dukungan bagi hadirnya peluang usaha. Usahawan (UKM, koperasi/ yayasan) bisa menjadi rekanan jasa kebersihan maupun mengelola produksi kompos dan pupuk cair. IPSK bisa menjadi alternatif atas makin terbatasnya intitusi pelayanan publik, pemerintah kota, yang seringkali sulit diandalkan kepastiannya dalam pengangkutan sampah.

Beberapa contoh penggunaan skala instalasi dengan menggunakan Rotary Kiln ini antara lain Mc Dermott Indonesia Batam, Medco Energy Kaji Sumatera Selatan, Gudang Garam di Dangdangan Kediri, Panasonic PMI Bogor, Panasonic KIIC, LNG Badak di Bontang, PT Antam Halmahera Maluku, PT. Bridgestone, PT Pupuk Kaltim Tbk, Yayasan Itikurih Kab Bandung, Dinas Lingkungan Hidup Majalengka, Dinas Lingkungan Hidup Bekasi, Bapedalda Donggala Sulawesi Tengah, Dinas Kebersihan Prov Maluku, Cipta Karya Karawang dan LIPI Subang, Rutan dan LP di Jakarta Bandung dan Surabaya, BLH Manokwari, Kukje Sangyo Papua dan pengusahaan secara komersial di Kutai Barat, Perusahaan perkebunan di Bengalon dan Balikpapan, Perusahaan PMA Korea di Papua, Komplek militer KPAD Gegerkalong Bandung, dll
Model IPSK dengan teknologi tersebut jauh lebih murah dibandingkan dengan investasi model TPA. Menurut Kasubdit Dirjen Tata Kota dan Pedesaan (Investor Daily, 24-8-2004) :" Untuk membangun Tempat Pembangunan Akhir (TPA) sampah dikota berpenduduk 250 ribu jiwa, diperlukan dana Rp 23 miliar per tahunnya". Menurut Kasubdit wilayah Barat II Dirjen Tata Perkotaan dan Pedesaan Depkimpraswil Bambang Purwanto, dana tersebut untuk pengadaan lahan, pengadaan alat berat, Konstruksi TPA, dan operasi, juga dibutuhkan untuk pemberian gaji karyawan. Dana tersebut seharusnya tidak hanya dari APBD Kota/ Kabupaten. Namun, perlu juga dari APBD provinsi dan APBN.
Peluang penumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja bagi suatu wilayah, pada contoh suatu kota kecil dengan 250.000 penduduk sebagaimana diatas, akan menghasilkan sekitar 200 ton/hari. Dengan 200 ton timbulan sampah/ hari, dapat dikelola di sumber timbulnya oleh 200 lokasi IPSK dengan kapasitas olah 1 ton/batch. Jika setiap entitas IPSK, dengan besaran investasi, misalnya mulai Rp 100 juta/ IPSK, total investasi Rp 20 milyar atau setara bagi pembukaan TPA berikut sarana angkutan, dan kontainer sebagaimana analisa Ditjen Tata Kota Perkotaan dan Pedesaan diatas.
Makin sulitnya mendapatkan lokasi TPA dekat dengan sumber sampah suatu kota, serta akan makin mahalnya mobilisasi sampah, seiring dengan kenaikan BBM dan pemeliharaan sarana angkutan, pilihan  model pengelolaan sampah di dekat sumbernya dalam IPSK patut dipertimbangkan para pembuat kebijakan layanan publik atau para kepala daerah. Keterbatasan anggaran pembangunan juga bisa diatasi dengan pendirian IPSK secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan dan tingkat penerimaan masyarakat masing-masing. Dan, IPSK juga bisa diserahkan sebagai entitas usaha, menumbuhkan peluang kepada warga masyarakat mengelolanya secara mandiri. Karena, kerjasama pengelolaan sampah dengan badan usaha dan kelompok masyarakat, sesungguhnya sudah ada mekanisme baku. Contoh DKI Jakarta, sudah lama menyerahkannya kepada swasta, melalui pengaturan tipping fee atas setiap besaran volume sampah, yang diserahterimakan pengelolaannya kepada pihak ketiga*).


Posko Hijau ( Kelola Sampah Berbasis Komunitas): Pengelolaan Di Lokasi Sumbernya, Tuntaskan Problem Sampah Kota

4 komentar:

  1. contoh dan model ini harus di duplikasi segera oleh semua penimbul sampah dong...........kan sudah ada Undang-undang No 18/ 2008, apa UU itu blm cukup juga menyadarkan akan bahaya timbulan sampah tanpa pengelolaan ? Bravo !!!

    BalasHapus
  2. Pemerintah Kota Tangerang akan menutup tempat pembuangan sampah ilegal di Neglasari, tempat aktifitas pembuangan sampah bandara Soekarno Hatta. ”Akan kami tertibkan dan distop,”Wahidin mengatakan aktifitas pembuangan sampah ke TPA liar itu melanggar Undang-Undang Lingkungan Hidup dan Peraturan Daerah tentang Keamanan, Kebersihan dan Ketertiban.

    Bagaimana masyarakat kecil mau disiplin soal sampah, jika sekelas bandara udara, BUMN Angkasa Pura saja buang sampahnya ke TPA, illegal lagi............

    BalasHapus
  3. Penempatan 5 unit rotary kiln, menjadi instalasi pengelolaan sampah di kota, di berbagai lokasi timbulnya sampah dari kawasan komersial (perumahan, apartemen, mall, restoran, hotel, pabrik dan kawasan industri) maupun kawasan sosial (komplek pendidikan, rumah sakit)kini menjadi pilihan banyak korporasi lakukan olah sampah secara mandiri guna mencapai zero waste dan proper lingkungan

    BalasHapus
  4. Penempatan 5 unit rotary kiln, menjadi instalasi pengelolaan sampah di Komplek Perumahan Pondok Pekayon Indah dikota Bekasi Selatan. Akan menjadi pilihan banyak korporasi melakukan olah sampah secara mandiri guna mencapai zero waste dan proper lingkungan.

    BalasHapus

Merobah masalah sampah jadi berkah

Sampah sebagai material sisa aktivitas manusia seringkali menjadi penyebab timbulnya masalah manakala tidak mendapat pengelolaan secara pantas. Timbulnya bencana longsor dan ledakan metan di TPA, masalah kurangnya anggaran (APBN/D) dan dana investasi bagi pengangkutan dari sumber penghasil sampah ke Tempat Pembuangan (TPA) serta berkembangnya penyakit karena rendahnya sanitasi lingkungan adalah beberapa masalah dari sekian banyak kerugian akibat salah kelola sampah.

Web ini mendiskusikan, mengupas rencana aksi tindak ( action plan), dan berbagi pengalaman mengelola sampah secara bijaksana serta semoga menjadi ajang bagi diskusi pilihan teknologi pengelolaan sampah disesuaikan dengan tingkat budaya dan kemampuan ekonomi masyarakat.

Digester Biogas BD 7000L

Digester Biogas BD 7000L
Sampah dan berbagai bahan organik (limbah peternakan, sampah makanan, sisa masakan, tinja/ feces, limbah kebun dan industri pangan) dapat terus menerus ditambahkan ke lobang pemasukan (intake chamber), dan akan diurai oleh bakteri metanogen (anaerobic activator Green Phoskko (GP-7). Proses awal, 7 m3, hanya 7 hari telah mulai mengeluarkan gas methana (CH4) dan tersimpan di bagian atas tabung atau reaktor biogas (gas holder). Kapasitas input material 7 m3 ditambah gas holder fiberglass 3,2 m3, memiliki dimensi PLT (diameter 200 cm, tinggi 390 cm), akan bertahan hingga diatas 10 tahun bahkan hingga 20 tahun. Diproduksi secara terurai (complete knock down) untuk memudahkan pengiriman, pemindahan dan perbaikan. Harga sudah lengkap dengan instalasi pipa, valve biogas, selang gas, kompor standar pabrikan yang sudah dirubah, dan peralatan penunjang bagi pemanfaatan gas methane sebagai bahan bakar ramah lingkungan dijadikan bahan bakar kompor di rumah, industri kecil, dan kebutuhan penggerak (engine) generator set modifikasi (Biogas Genset/ BG maupun Bio elektrik).

Pemurnian Metana ( Methane Purifier) Stainless MP 12135

Pemurnian Metana ( Methane Purifier) Stainless MP 12135
Alat pemurni metan ( methane purifier) ditujukan bagi upaya menaikkan perfomance, atau efisiensi panas biogas, agar berkualitas bagi penggunaannya sebagai bahan bakar pembangkitan listrik ( generator set), pengganti bensin premium yang makin mahal dan kepentingan menjadi sumber energi menjalankan perangkat elektrik seperti lampu Biogas, Rice Cooker biogas maupun perangkat elektronik lainnya. Pemurni metan ini terbuat dari tabung logam stainless, diameter 12 inch dengan tinggi 135 cm, berisi kantong pellet penyerap (absorbers) CO2, H2Sdan H2O untuk memurnikan gas metan. Pellet penyerap terbuat dari campuran aneka mineral tambang dengan basa kuat NaOH), yang dapat diganti (refill) per 2 (dua) bulan pemakaian. Alat pemurni metan ini berkemampuan menahan tekanan gas hingga 10,5 bar, memiliki masa ekonomis lebih dari 10 (sepuluh) tahun. Pemurni metan (methane purifier) ini mampu menaikan efisiensi kalori, memperbesar manfaat dan meningkatkan kualitas biogas hasil pembangkitan biogas dari reaktor atau bak cerna (digester) dengan output 4 hingga 8 m3 gas per hari, serta mampu mengalirkan biogas bertekanan (dengan kompresor) serta menaikan komposisi metan hingga 20 %, dan bersaman dengan itu menurunkan kandungan CO2, H2O dan H2S.

Aktivator Pembangkit Biogas Green Phoskko® [ GP-7]

Aktivator Pembangkit Biogas Green Phoskko® [ GP-7]
Green Phoskko® (GP-7) Activator pembangkit gas metana (@ 250 gr/ Pack) sebagai pengurai secara fermentatif sampah dan limbah organik dalam digester kedap udara (tanpa oksigen) terbuat dari konsorsium mikroba anaerobik. Dalam lingkungan mikro yang sesuai dengan kebutuhan bakteri ini (kedap udara, material memiliki pH >6, kelembaban 60 %, dan temperatur > 30 derajat Celcius dan C/N ratio tertentu) akan mengurai atau mendekomposisi semua sampah dan bahan organik (limbah kota, pertanian, peternakan, feces tinja, kotoran hewan dan lain-lainnya) dengan cepat, hanya 5 hari. Kemasan Green Phoskko® (GP-7) dengan bentuk serbuk kering ini adalah Pack [@ 250 gr] kualitas karton duplex @ 250 gram kemudian dimasukan kedalam karton per 20 pack, total berat setara 5 kg+)

Genset Biogas BG 5000 W

Genset Biogas BG 5000 W
Generator (Genset) Bio Elektrik BG 5000 W berbahan bakar gas metan ini merupakan kelengkapan ( compatible) bagi digester type BG 7000L dalam mengolah sampah dan biomassa (aneka bahan organik) guna merobahnya menjadi energi listrik. Genset modifikasi ini menyediakan listrik dengan daya hingga 5000 watt. Pilihan penggunaan gas metan sebagai bahan bakar bagi pembangkitan tenaga listrik dari Genset Bio Elektrik, disamping secara konvensional sebagai bahan bakar menyalakan kompor juga mendukung usaha kecil UKM dan maupun perumahan dalam mendapatkan daya listrik secara murah. Penimbul sampah organik (tinja/feces, sisa masakan, sisa makanan/food waste, kotoran ternak sapi maupun ayam) serta biomassa lain ( gulma kebun, gulma air) pada rataan 3 m3/ hari akan sesuai bagi genset Bio Elektrik BG 5000 W ini.

Video Masalah Sampah

Loading...

Mesin Olah Sampah RKM-1000L

Mesin Olah Sampah RKM-1000L
Komposter Biophosko® RKM-1000L ini berdimensi PLT ( Tinggi= 190 cm, lebar = 155 cm, panjang= 290 cm) terbuat dari bahan fiber resin murni, ketebalan 3 mm, dan peralatan aerasi lainnya. Alat Mesin Rotary Kiln komposter sampah ini akan merupakan solusi tepat untuk penanganan sampah suatu komunitas -yang sebagian besar menghasilkan sampah organik

Aktivator Dekomposer Sampah

Aktivator Dekomposer Sampah
Green Phoskko® Activator Kompos (Phoskko A) [per pack, 250 gr] adalah konsorsium mikroba unggulan (bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp, bakteri aktinomycetes, ragi, dan jamur) pengurai bahan organik (limbah kota, pertanian, peternakan dan lain-lainnya). Bermanfaat untuk mempercepat proses dekomposisi sampah organik, menghilangkan bau busuk dan menekan pertumbuhan mikroba merugikan (patogen).

Pupuk Kompos Cair (PKC) Hasil Olah Sampah Organik

Pupuk Kompos Cair (PKC) Hasil Olah Sampah Organik
Pupuk Kompos Cair (PKC) Gramafert® Pupuk Kompos Cair (PKC) Gramafert adalah cairan yang dihasilkan dalam proses pengomposan ( dekomposisi ) secara aerob ( aerasi maksimal )

Video Teknologi Pengolahan Sampah

Loading...