28.11.10

Metoda Bedeng Bukan Pilihan Tepat Pengolahan Sampah Kota


Mencuatnya masalah sampah di perkotaan seringkali mengundang para peneliti, lembaga kemasyarakatan bahkan pengusaha menawarkan berbagai teknologi guna ikut mengatasinya. Berbagai kelebihan dari tiap metoda yang ditawarkan tentu saja menjadi pekerjaan para pengelola kota dan pemerintah mengkajinya, memilih yang paling sesuai dengan kondisi sosio ekonomi daerah dimana masalah sampah berada. Namun, yang paling pasti, diantara banyak teknologi seperti tenaga listrik berbahan sampah (PLTSa), teknologi pembakaran (insinerator), hingga pemanfaatan gas methana bagi pembangkitan turbin tenaga listrik, metoda paling populer di pertanian - yakni pengomposan -ketika ditawarkan bagi perkotaan menjadi dianggap kuno, tidak modern, rumit dan bercitra agraris ( ndeso).


Persepsi negatif atau kurang mendukung dari banyak pihak pada teknologi pengomposan (composting) dapat dimengerti, ketika dipersepsikan semua pengomposan adalah metoda bedeng terbuka ( open windrows method). Metoda bedeng terbuka- yang kendati populer di pertanian dan pedesaan dalam membuat kompos ini, manakala hendak dibawa ke kota -yang tentu saja memiliki kondisi sosial, lingkungan dan kultur berbeda dengan pertanian.  Jika tanpa perbaikan teknis teknologis, pastilah memang bukan solusi tepat.  Pada tiap satuan ton sampah, memerlukan luasan lahan bedeng setidaknya 3 x 8 m= 24 m2, dikali lama proses dekomposisi sampah organik 30 hingga 45 hari. Dapat dihitung, sekurangnya membutuhkan  1000 m2 - termasuk sarana pemilahan (sortir) dan penyimpanan input-output. Maka, alat  mesin tercanggih yang diperlukan bagi metoda bedeng ( open windrows) ini seolah menjadi murah, hanya mesin pencacah ( chopper, counting) bagi keperluan pengecilan ukuran material ( menjadi 2-5 cm). Padahal, pengadaan mesin pencacah sesungguhnya baru menyiapkan 1 langkah ( tahap awal) dari 8 aspek  mengelola proses penguraian   (dekomposisi), selain pengecilan ukuran. Mengatur kelembaban, mengatur suhu pada range tertentu, menjaga kadar air, mengatur ukuran atau ketebalan tumpukan ( pile) bagi kepentingan porositas dan menelola besaran intensitas aerasi serta keberadaan bakteri pengurai yang cukup  guna mengimbangi keberadaan mikroba patogen dari bahan sampah. Karenanya jangan heran, jika kemudian, banyak instalasi pengolahan sampah di berbagai kota menjadi terbengkalai, karena yang terjadi tidak lebih dari memindahkan metoda di pertanian ke perkotaan.  

Metoda bedeng terbuka (open windrows) harus diakui bukan solusi yang tepat bagi tujuan pengolahan sampah di perkotaan, utamanya bagi pengolahan dalam satuan kecil tersebar di berbagai sumber sampah berada dan timbul, yang umumnya mendekati tempat manusia berada.  Kebutuhan lahan bedeng yang luas di dekat pemukiman akan menimbulkan biaya investasi mahal, belum lagi keluaran polutan bau dari sampah yang ditumpuk dalam bedeng juga menimbulkan penolakan (resistensi) masyarakat sekitar. Dengan waktu proses hingga 2 bulan juga akan menaikan biaya tenaga kerja - yang tidak mudah diperoleh di perkotaan serta, meresapnya cairan lindi ke tanah juga akan menimbulkan cemaran ke sumur penduduk dan sungai yang jangka tertentu akan menjadi masalah bagi masyarakat sekitar. Pendek kata, metoda yang sukses di pedesaan dan pertanian, belumlah menjadi jaminan sama suksesnya bila dilaksanakan di perkotaan. 
Kembali mengacu pada arti pengomposan, dalam literatur disebutkan sebagai proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Dan, membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan. Maka itu, dengan pemahaman akan pengomposan bagi kepentigan di kota seyogyanya megharuskan kita menggunakan mekanisasi penuh.

Dengan mekanisasi penuh, bedeng terbuka dapat digantikan dengan alat mesin Rotary Kiln. Alat ini membatu pembalikan material menjadi praktis, serta pengelolaan kelembaban dan suhu juga dapat terkontrol karena material berada dalam tabung ( Kiln). Dengan mekanisasi, pada tahap penguraian (dekomposisi) setelah pengecilan ukuran dengan pencacah, penambahan intensitas aerasi dan porositas juga semudah memutar pedal exhaust fan. Inilah kunci bagi pengomposan modern yang menjamin bakteri pengurai bekerja tanpa henti ( dorman) - yang  menjamin penguraian terus berlangsung dalam kondisi aerobik. Untuk diketahui, bau busuk dalam olah sampah, sesungguhnya ditimbulkan oleh proses penguaraian material organik tatkala kekurangan oksigen ( anaerobik). Pada  kondisi an aerobik, material organik yang diurai bakteri, akan menghasilkan H2S dan CH4 ( methana). Kedua gas itulah yang dipersepsikan sebagi bau sampah.
 
Peranan mekanisasi penuh pada pengomposan, antaranya dengan penambahan alat fermentasi ( Rotary Kiln), telah memberi banyak keuntungan bagi pembuatan kompos  dalam kepentingan pengolahan sampah di kota. Keperluan luasan lahan jauh menyusut, dari pengalaman dalam pengolahan sampah target 1 ton ( 3 m3)/ hari secara kontinyu, diperlukan 100 m2. Luasan ini jauh kecil dibanding dengan metoda bedeng pada kapasitas 1 ton/ hari yang sama tadi, hingga 1000 m2. Demikian juga kebutuhan tenaga kerja, cukup 1 orang operator mengerjakan pembalikan, pengelolaan suhu, pengelolaan kelembaban. Dan,  dengan waktu penguraian cepat, hanya 5 hari dibanding metoda bedeng terbuka, akan memberikan keuntungan juga pada perputaran modal kerja. 
Memang benar, mekanisasi penuh dengan penggunaan Rotary Kiln pada pengomposan akan membutuhkan tambahan investasi mesin namun, dibanding dengan bedeng terbuka pun, masih bisa dianalisa kalau metoda Rotary Kiln memberi kelayakan secara ekonomi. Bahkan, output berupa pupuk padat dan pupuk cair- yag asalnya sebagai lindi- kini menjadi material baru bernilai ekonomi. Kelayakan sosial juga meningkat, memberi manfaat kepada warga sekitar serta dengan mekanisasi penuh bebas dari timbulan bau busuk serta cairan lindi, kelayakan lingkungan juga terpenuhi. Mekanisasi penuh, berupa penambahan mesin rotary kiln, dalam pengomposan skala suatu instalasi mampu melayani ribuan penduduk, diharapkan  lahir di berbagai lokasi kawasan komersial ( perumahan, apartemen, mall, restoran, hotel, pabrik dan kawasan industri) serta kawasan  sosial dan menunjang bagi upaya mengembalikan bahan organik ke pertanian. Dengan merobah sampah organik, disajikan dalam bentuk pupuk organik kompos, akan memiliki keberterimaan di kalangan petani. Instalasi pengolahan sampah, dengan mekanisasi penuh berada di sekitar sumber sampah perkotaan timbul, akan berguna dalam turut membangun model pengelolaan sampah kota yang mendukung pada terwujudnya pertanian secara berkelanjutan*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Merobah masalah sampah jadi berkah

Sampah sebagai material sisa aktivitas manusia seringkali menjadi penyebab timbulnya masalah manakala tidak mendapat pengelolaan secara pantas. Timbulnya bencana longsor dan ledakan metan di TPA, masalah kurangnya anggaran (APBN/D) dan dana investasi bagi pengangkutan dari sumber penghasil sampah ke Tempat Pembuangan (TPA) serta berkembangnya penyakit karena rendahnya sanitasi lingkungan adalah beberapa masalah dari sekian banyak kerugian akibat salah kelola sampah.

Web ini mendiskusikan, mengupas rencana aksi tindak ( action plan), dan berbagi pengalaman mengelola sampah secara bijaksana serta semoga menjadi ajang bagi diskusi pilihan teknologi pengelolaan sampah disesuaikan dengan tingkat budaya dan kemampuan ekonomi masyarakat.

Digester Biogas BD 7000L

Digester Biogas BD 7000L
Sampah dan berbagai bahan organik (limbah peternakan, sampah makanan, sisa masakan, tinja/ feces, limbah kebun dan industri pangan) dapat terus menerus ditambahkan ke lobang pemasukan (intake chamber), dan akan diurai oleh bakteri metanogen (anaerobic activator Green Phoskko (GP-7). Proses awal, 7 m3, hanya 7 hari telah mulai mengeluarkan gas methana (CH4) dan tersimpan di bagian atas tabung atau reaktor biogas (gas holder). Kapasitas input material 7 m3 ditambah gas holder fiberglass 3,2 m3, memiliki dimensi PLT (diameter 200 cm, tinggi 390 cm), akan bertahan hingga diatas 10 tahun bahkan hingga 20 tahun. Diproduksi secara terurai (complete knock down) untuk memudahkan pengiriman, pemindahan dan perbaikan. Harga sudah lengkap dengan instalasi pipa, valve biogas, selang gas, kompor standar pabrikan yang sudah dirubah, dan peralatan penunjang bagi pemanfaatan gas methane sebagai bahan bakar ramah lingkungan dijadikan bahan bakar kompor di rumah, industri kecil, dan kebutuhan penggerak (engine) generator set modifikasi (Biogas Genset/ BG maupun Bio elektrik).

Pemurnian Metana ( Methane Purifier) Stainless MP 12135

Pemurnian Metana ( Methane Purifier) Stainless MP 12135
Alat pemurni metan ( methane purifier) ditujukan bagi upaya menaikkan perfomance, atau efisiensi panas biogas, agar berkualitas bagi penggunaannya sebagai bahan bakar pembangkitan listrik ( generator set), pengganti bensin premium yang makin mahal dan kepentingan menjadi sumber energi menjalankan perangkat elektrik seperti lampu Biogas, Rice Cooker biogas maupun perangkat elektronik lainnya. Pemurni metan ini terbuat dari tabung logam stainless, diameter 12 inch dengan tinggi 135 cm, berisi kantong pellet penyerap (absorbers) CO2, H2Sdan H2O untuk memurnikan gas metan. Pellet penyerap terbuat dari campuran aneka mineral tambang dengan basa kuat NaOH), yang dapat diganti (refill) per 2 (dua) bulan pemakaian. Alat pemurni metan ini berkemampuan menahan tekanan gas hingga 10,5 bar, memiliki masa ekonomis lebih dari 10 (sepuluh) tahun. Pemurni metan (methane purifier) ini mampu menaikan efisiensi kalori, memperbesar manfaat dan meningkatkan kualitas biogas hasil pembangkitan biogas dari reaktor atau bak cerna (digester) dengan output 4 hingga 8 m3 gas per hari, serta mampu mengalirkan biogas bertekanan (dengan kompresor) serta menaikan komposisi metan hingga 20 %, dan bersaman dengan itu menurunkan kandungan CO2, H2O dan H2S.

Aktivator Pembangkit Biogas Green Phoskko® [ GP-7]

Aktivator Pembangkit Biogas Green Phoskko® [ GP-7]
Green Phoskko® (GP-7) Activator pembangkit gas metana (@ 250 gr/ Pack) sebagai pengurai secara fermentatif sampah dan limbah organik dalam digester kedap udara (tanpa oksigen) terbuat dari konsorsium mikroba anaerobik. Dalam lingkungan mikro yang sesuai dengan kebutuhan bakteri ini (kedap udara, material memiliki pH >6, kelembaban 60 %, dan temperatur > 30 derajat Celcius dan C/N ratio tertentu) akan mengurai atau mendekomposisi semua sampah dan bahan organik (limbah kota, pertanian, peternakan, feces tinja, kotoran hewan dan lain-lainnya) dengan cepat, hanya 5 hari. Kemasan Green Phoskko® (GP-7) dengan bentuk serbuk kering ini adalah Pack [@ 250 gr] kualitas karton duplex @ 250 gram kemudian dimasukan kedalam karton per 20 pack, total berat setara 5 kg+)

Genset Biogas BG 5000 W

Genset Biogas BG 5000 W
Generator (Genset) Bio Elektrik BG 5000 W berbahan bakar gas metan ini merupakan kelengkapan ( compatible) bagi digester type BG 7000L dalam mengolah sampah dan biomassa (aneka bahan organik) guna merobahnya menjadi energi listrik. Genset modifikasi ini menyediakan listrik dengan daya hingga 5000 watt. Pilihan penggunaan gas metan sebagai bahan bakar bagi pembangkitan tenaga listrik dari Genset Bio Elektrik, disamping secara konvensional sebagai bahan bakar menyalakan kompor juga mendukung usaha kecil UKM dan maupun perumahan dalam mendapatkan daya listrik secara murah. Penimbul sampah organik (tinja/feces, sisa masakan, sisa makanan/food waste, kotoran ternak sapi maupun ayam) serta biomassa lain ( gulma kebun, gulma air) pada rataan 3 m3/ hari akan sesuai bagi genset Bio Elektrik BG 5000 W ini.

Video Masalah Sampah

Loading...

Mesin Olah Sampah RKM-1000L

Mesin Olah Sampah RKM-1000L
Komposter Biophosko® RKM-1000L ini berdimensi PLT ( Tinggi= 190 cm, lebar = 155 cm, panjang= 290 cm) terbuat dari bahan fiber resin murni, ketebalan 3 mm, dan peralatan aerasi lainnya. Alat Mesin Rotary Kiln komposter sampah ini akan merupakan solusi tepat untuk penanganan sampah suatu komunitas -yang sebagian besar menghasilkan sampah organik

Aktivator Dekomposer Sampah

Aktivator Dekomposer Sampah
Green Phoskko® Activator Kompos (Phoskko A) [per pack, 250 gr] adalah konsorsium mikroba unggulan (bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp, bakteri aktinomycetes, ragi, dan jamur) pengurai bahan organik (limbah kota, pertanian, peternakan dan lain-lainnya). Bermanfaat untuk mempercepat proses dekomposisi sampah organik, menghilangkan bau busuk dan menekan pertumbuhan mikroba merugikan (patogen).

Pupuk Kompos Cair (PKC) Hasil Olah Sampah Organik

Pupuk Kompos Cair (PKC) Hasil Olah Sampah Organik
Pupuk Kompos Cair (PKC) Gramafert® Pupuk Kompos Cair (PKC) Gramafert adalah cairan yang dihasilkan dalam proses pengomposan ( dekomposisi ) secara aerob ( aerasi maksimal )

Video Teknologi Pengolahan Sampah

Loading...