3.10.14

Penambangan Gas Metan, Minyak Bakar, Kompos dan Energi Listrik TPA Sampah

Wacana dan berbagai model penambangan gas metan (CH4) serta pemanfaatan pupuk (kompos), minyak bakar (heavy oil) dan energi listrik (turbin DC) dari gasifikasi sampah TPA sangat menarik untuk terus dikembangkan para pemangku kepentingan (stakeholder) persampahan kota jika mengingat potensi besarnya dalam mensubtitusi BBM bagi pembangkitan energi listrik. Sebagai cadangan energi dengan lokasi tersebar di semua wilayah Indonesia, tanpa jaringan kelistrikan mahal dapat segera dirasakan manfaatnya di seluruh wilayah tanah air. Mungkin itu pula yang membuat banyak pengelola TPA, antara lain dari Unaha Kendari, Manggar Balikpapan, Ganet Tanjung Pinang mengunjungi showroom KencanaOnline.Com di Bandung

Dengan melakukan kaji terap pada pengolahan sampah dan biomassa, PT Cipta Visi Sinar Kencana sudah banyak membuktikan bahwasanya pemusnahan konversi sampah dapat dilakukan guna memberi kelayakan ekonomi, manfaat sosial dan lingkungan. Berdasar kepada pemahaman bahwa sampah memiliki aneka jenis material dengan masing-masing karakternya, pengelolaan sampah di Indonesia semestinya dilakukan oleh berbagai teknologi berbeda (multi technologies) serta di berbagai skala tingkatan (scalable). Dari pengalaman panjang itulah, sebagaimana dapat dilihat di website http://www.kencanaonline.com, disajikan sekurangnya peralatan pemusnahan konversi sampah dengan berbasis kepada konversi biologis ( digester bagi konversi jenis sampah cair, kotoran ternak dan sampah basah), kemudian komposter bagi jenis sampah organik, konversi fisika ( gasifikasi) dalam bentuk Gasifier bagi jenis biomassa kering ( kayu, rating, kertas, kain) serta konversi kimiawi ( pirolisis) bagi pemusnahan plastik. Kesemua itu didedikasikan sebagai ikhtiar bagi pemanfaatan semua jenis sampah hingga tanpa residu ( zero waste) sejak di sumber timbulnya rumah tangga dan kawasan komersial, di skala lokasi antara ( TPS) hingga di tempat pembuangan akhir (TPA).
 
Ratus Ribuan ton sampah di suatu tempat pembuangan akhir sampah (TPA) adalah biomassa dan aneka material dengan segala potensinya guna mensejahterakan masyarakat, sekurangnya bagi warga di radius beberapa km dari lokasi. Setidaknya, sampah TPA memiliki kandungan energi dari terbentuknya gas metan (CH4), potensi kalor dari jenis biomassa kering (kayu, ranting, daun, kain, kertas) serta pupuk. Hasil pelapukan (dekomposisi) jenis organik yang secara alami bertahun-tahun, telah menjadi kompos guna menyuburkan pertamanan kota serta usaha budidaya tanaman kayu.

Ketika dibiarkan tanpa pengelolaan, penimbunan sampah di TPA, sebelum berlakunya kewajiban sanitary landfill berdasar UU No 18/2008 dilakukan secara tumpuk buang (open dumping), selama puluhan tahun menghasilkan jutaan m3 gas metan ke udara. Merujuk referensi, tiap1 ton sampah adalah penyumbang 50 kg metana ke atmosfir menjadi penyebab efek rumah kaca atau pemanasan semesta (global warming).

Dengan teknik pengeboran Landfill Gas (LFG), kini gas metan (CH4) yang terperangkap di kedalaman TPA dapat ditambang. Kemudian, dengan Methan Purifier, dimurnikan dari pengotor (Amoniak, H2O, H2S dan CO2) sehingga berguna dijadikan bahan bakar pengganti solar dan premium dalam menjalankan generator listrik (bahan bakar biogas).

Keuntungan dari penggunaan energi landfill gas (LFG) adalah (i) akan mengurangi bau, (ii) mencegah gas metan terlepas ke atmosfir dan (iii) mempengurangi resiko memburuknya iklim. Dalam kaitan pengelolaan lingkungan suatu kota, penambangan gas metan memberi bobot ( nilai 9) atas raihan Adipura Kencana.

Dalam skala TPA Kota kecil, sedang dan besar (non Meropolitan), seperti pengalaman Tim KencanaOnline.Com di TPA Kota Malang, Unaha Kendari dan pengelola TPS di banyak lokasi, pemanfaatan segera dapat dilakukan dengan investasi murah dan pengerjaan cepat adalah dengan memurnikan dan mengkompresi metan dalam kompor tabung bertekanan. Pilihan lain menggunakan instalasi damper. Biogas dalam tabung bertekanan maupun yang dialirkan ke rumah penduduk dapat digunakan energi memasak. Gas metan ini, selanjutnya, dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar, pengganti LPG, untuk kebutuhan memasak warga sehari-hari. Gas metan termurnikan juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar generator dan engine alternator ( biogas) dalam PLTBM - Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa, atau dibakar (flaring) dalam lampu-lampu petromak biogas ikut menambah keindahan dan sekaligus memberi penerangan. Tentang cara penggunaan biogas metan bagi pemanfaatan di masyarakat, dapat dilihat di video tentang Energi Terbarukan.

Lebih maju lagi dari sekedar menambang (landfill gas) dan penampungan gas metan, aneka jenis sampah di TPA yang telah mengering, menjadi material pembangkit energi listrik dengan gasifikasi. Aneka jenis material di TPA, setelah dipisahkan dengan mesin pemilah dan pengayak sampah maupun Komposter BioPhoskko, akan didapatkan kompos. Sisa pengayakan, berupa material aneka plastik ( pampers, kresek, kemasan makanan, HDPE) dibuat minyak bakar melalui reaktor pirolisis serta kering (kayu, kain perca, kemasan, dll) menjadi bahan yang baik bagi proses gasifikasi. Dengan gasifikasi dan pirolisis, material sisa ini dapat dibangkitkan menjadi minyak bakar untuk bahan bakar engine dikopel ke alternator dinamo serta energi panas dengan kandungan kalor tinggi menjadi energi gerak. Perolehan energi panas dan gerak, akan memberi tekanan bagi berputarnya turbin angin dalam Gasifier sehingga menghasilkan listrik.

Dari perolehan listrik skala besar di TPA, dengan mudah dimanfaatkan warga dalam skala jarak jauh guna memenuhi kebutuhan energi, termasuk bagi kegiatan memasak menggunakan kompor induksi. Tercanggih dalam memanfaatkan gas metan TPA dapat dilakukan dengan mengkompresinya dalam tabung bertekanan 200 bar, menjadi pengganti bahan bakar minyak (BBM) kendaraan truk pengangkut sampah. Menggunakan kompresor DMC, Tim Cipta Visi Sinar Kencana (CVSK) telah membuktikan beberapa kendaraan di Bogor dan Malang, setelah diinstall converter kit, dijalankan dengan gas metan murni. Terdapat harapan bagi masyarakat dengan pimpinan Kabupaten Kota kreatif, dari keterlanjuran memiliki TPA dengan teknik open dumping, apalagi setelah menggunakan sanitary landfill, masih bisa merobah masalah menjadi berkah.

Penambangan gas metan, pengayakan kompos dan pengolahan material sisa dengan Gasifier pada rangkaian metoda BiophoskkoGas menjadi pembangkit listrik TPA dapat digunakan lebih panjang atau bagi TPA ditutup dapat digunakan kembali. Seandainya UU Kelistrikan tidak memberikan monopoli distribusi ke PLN, nampaknya pembangkitan dan penjualan listrik di berbagai lokasi yang kaya biomassa (TPA sampah, danau eceng gondok, peternakan) akan menjadi lahan bagi usaha kecil menengah. Tanpa itu, pengelolaan gas metan TPA hanya bisa dimanfaatkan oleh LSM, pemerintah dan CSR korporasi guna mensejahterakan warga sasaran pemberdayaan di sekitar lokasi (*)

Merobah masalah sampah jadi berkah

Sampah sebagai material sisa aktivitas manusia seringkali menjadi penyebab timbulnya masalah manakala tidak mendapat pengelolaan secara pantas. Timbulnya bencana longsor dan ledakan metan di TPA, masalah kurangnya anggaran (APBN/D) dan dana investasi bagi pengangkutan dari sumber penghasil sampah ke Tempat Pembuangan (TPA) serta berkembangnya penyakit karena rendahnya sanitasi lingkungan adalah beberapa masalah dari sekian banyak kerugian akibat salah kelola sampah.

Web ini mendiskusikan, mengupas rencana aksi tindak ( action plan), dan berbagi pengalaman mengelola sampah secara bijaksana serta semoga menjadi ajang bagi diskusi pilihan teknologi pengelolaan sampah disesuaikan dengan tingkat budaya dan kemampuan ekonomi masyarakat.

Digester Biogas BD 7000L

Digester Biogas BD 7000L
Sampah dan berbagai bahan organik (limbah peternakan, sampah makanan, sisa masakan, tinja/ feces, limbah kebun dan industri pangan) dapat terus menerus ditambahkan ke lobang pemasukan (intake chamber), dan akan diurai oleh bakteri metanogen (anaerobic activator Green Phoskko (GP-7). Proses awal, 7 m3, hanya 7 hari telah mulai mengeluarkan gas methana (CH4) dan tersimpan di bagian atas tabung atau reaktor biogas (gas holder). Kapasitas input material 7 m3 ditambah gas holder fiberglass 3,2 m3, memiliki dimensi PLT (diameter 200 cm, tinggi 390 cm), akan bertahan hingga diatas 10 tahun bahkan hingga 20 tahun. Diproduksi secara terurai (complete knock down) untuk memudahkan pengiriman, pemindahan dan perbaikan. Harga sudah lengkap dengan instalasi pipa, valve biogas, selang gas, kompor standar pabrikan yang sudah dirubah, dan peralatan penunjang bagi pemanfaatan gas methane sebagai bahan bakar ramah lingkungan dijadikan bahan bakar kompor di rumah, industri kecil, dan kebutuhan penggerak (engine) generator set modifikasi (Biogas Genset/ BG maupun Bio elektrik).

Pemurnian Metana ( Methane Purifier) Stainless MP 12135

Pemurnian Metana ( Methane Purifier) Stainless MP 12135
Alat pemurni metan ( methane purifier) ditujukan bagi upaya menaikkan perfomance, atau efisiensi panas biogas, agar berkualitas bagi penggunaannya sebagai bahan bakar pembangkitan listrik ( generator set), pengganti bensin premium yang makin mahal dan kepentingan menjadi sumber energi menjalankan perangkat elektrik seperti lampu Biogas, Rice Cooker biogas maupun perangkat elektronik lainnya. Pemurni metan ini terbuat dari tabung logam stainless, diameter 12 inch dengan tinggi 135 cm, berisi kantong pellet penyerap (absorbers) CO2, H2Sdan H2O untuk memurnikan gas metan. Pellet penyerap terbuat dari campuran aneka mineral tambang dengan basa kuat NaOH), yang dapat diganti (refill) per 2 (dua) bulan pemakaian. Alat pemurni metan ini berkemampuan menahan tekanan gas hingga 10,5 bar, memiliki masa ekonomis lebih dari 10 (sepuluh) tahun. Pemurni metan (methane purifier) ini mampu menaikan efisiensi kalori, memperbesar manfaat dan meningkatkan kualitas biogas hasil pembangkitan biogas dari reaktor atau bak cerna (digester) dengan output 4 hingga 8 m3 gas per hari, serta mampu mengalirkan biogas bertekanan (dengan kompresor) serta menaikan komposisi metan hingga 20 %, dan bersaman dengan itu menurunkan kandungan CO2, H2O dan H2S.

Aktivator Pembangkit Biogas Green Phoskko® [ GP-7]

Aktivator Pembangkit Biogas Green Phoskko® [ GP-7]
Green Phoskko® (GP-7) Activator pembangkit gas metana (@ 250 gr/ Pack) sebagai pengurai secara fermentatif sampah dan limbah organik dalam digester kedap udara (tanpa oksigen) terbuat dari konsorsium mikroba anaerobik. Dalam lingkungan mikro yang sesuai dengan kebutuhan bakteri ini (kedap udara, material memiliki pH >6, kelembaban 60 %, dan temperatur > 30 derajat Celcius dan C/N ratio tertentu) akan mengurai atau mendekomposisi semua sampah dan bahan organik (limbah kota, pertanian, peternakan, feces tinja, kotoran hewan dan lain-lainnya) dengan cepat, hanya 5 hari. Kemasan Green Phoskko® (GP-7) dengan bentuk serbuk kering ini adalah Pack [@ 250 gr] kualitas karton duplex @ 250 gram kemudian dimasukan kedalam karton per 20 pack, total berat setara 5 kg+)

Genset Biogas BG 5000 W

Genset Biogas BG 5000 W
Generator (Genset) Bio Elektrik BG 5000 W berbahan bakar gas metan ini merupakan kelengkapan ( compatible) bagi digester type BG 7000L dalam mengolah sampah dan biomassa (aneka bahan organik) guna merobahnya menjadi energi listrik. Genset modifikasi ini menyediakan listrik dengan daya hingga 5000 watt. Pilihan penggunaan gas metan sebagai bahan bakar bagi pembangkitan tenaga listrik dari Genset Bio Elektrik, disamping secara konvensional sebagai bahan bakar menyalakan kompor juga mendukung usaha kecil UKM dan maupun perumahan dalam mendapatkan daya listrik secara murah. Penimbul sampah organik (tinja/feces, sisa masakan, sisa makanan/food waste, kotoran ternak sapi maupun ayam) serta biomassa lain ( gulma kebun, gulma air) pada rataan 3 m3/ hari akan sesuai bagi genset Bio Elektrik BG 5000 W ini.

Video Masalah Sampah

Loading...

Mesin Olah Sampah RKM-1000L

Mesin Olah Sampah RKM-1000L
Komposter Biophosko® RKM-1000L ini berdimensi PLT ( Tinggi= 190 cm, lebar = 155 cm, panjang= 290 cm) terbuat dari bahan fiber resin murni, ketebalan 3 mm, dan peralatan aerasi lainnya. Alat Mesin Rotary Kiln komposter sampah ini akan merupakan solusi tepat untuk penanganan sampah suatu komunitas -yang sebagian besar menghasilkan sampah organik

Aktivator Dekomposer Sampah

Aktivator Dekomposer Sampah
Green Phoskko® Activator Kompos (Phoskko A) [per pack, 250 gr] adalah konsorsium mikroba unggulan (bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp, bakteri aktinomycetes, ragi, dan jamur) pengurai bahan organik (limbah kota, pertanian, peternakan dan lain-lainnya). Bermanfaat untuk mempercepat proses dekomposisi sampah organik, menghilangkan bau busuk dan menekan pertumbuhan mikroba merugikan (patogen).

Pupuk Kompos Cair (PKC) Hasil Olah Sampah Organik

Pupuk Kompos Cair (PKC) Hasil Olah Sampah Organik
Pupuk Kompos Cair (PKC) Gramafert® Pupuk Kompos Cair (PKC) Gramafert adalah cairan yang dihasilkan dalam proses pengomposan ( dekomposisi ) secara aerob ( aerasi maksimal )

Video Teknologi Pengolahan Sampah

Loading...